Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 80


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ุงุฐุง ูƒู†ุช ุญู‚ุง ุชุญุจ ุดุฎุต ู…ุงุŒ ูŠู…ูƒู†ูƒ ุงู„ุดุนูˆุฑ ุจุงู„ูุฑุญุฉุŒ ุงู„ุฃู„ู…ุŒ ูˆู„ุงู‘ุญุฒุงู† ุงู„ุชูŠ ูŠุดุนุฑูˆู† ุจู‡ุง ูƒู…ุง ู„ูˆ ุงู†ู‡ุง ุชุฎุตูƒ.


You truly love someone when you can feel every joy, sadness, and pain of the other as if they were your own.


Kamu benar-benar mencintai seseorang saat kamu bisa merasakan setiap sukacita, kesedihan, dan rasa sakit orang lain seolah-olah kamu sendiri merasakannya.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 80


"Ku pikir anda sudah keluar Nona Muda Lia, Tuan Muda Fatih biarkan saya saja yang mengurus wanita J@lang ini." ucap Shinta sambil tersenyum membunuh ke arah Lia yang kesakitan akibat cekik kan Fatih.


Aisha segera menghadang Shinta yang berjalan ke arah Lia, kini wajah Aisha terlihat di mata Lia, sebuah wajah putih berseri dengan bibir merah ranum serta tak lupa bulu matanya Aisha yang lentik. "Berhenti di situ Kak Shinta!! Biarkanlah dia berbicara terlebih dahulu dan mungkin aku memiliki salah ke dirinya."


Aisha berbalik arah ke Lia yang tengah kesakitan dan membantu nya untuk duduk di sebelahnya. "Maafkan suami saya Nona dan jika langsung ke inti permasalahannya Nona, pernahkah kita bertemu Nona? Dan apakah saya pernah menyakiti Nona sebelumnya? Saya bukan sok suci dan sok benar Nona akan tetapi jika kekerasan di balas kekerasan maka darah akan mengalir nantinya."


Lia menatap wajah Aisha dan mendengar ucapan Aisha hanya bisa membisu tanpa kata. Kini dia mengetahui siapa wanita bercadar milik Fatih Nur Rakhman yang dulu pernah di kejar-kejar olehnya.


"Halo Nona, apakah masih ada ruh di tubuhmu??" Aisha menggoyang kan bahu Lia.


Lia tersentak mendengar suara Aisha, matanya kini menatap Fatih yang tengah di meja kantor nya dengan tatapan tajam. "Apakah Fatih itu suamimu??"


Aisha tersenyum ke arah Lia yang memberikan pertanyaan ke dirinya, kemudian menatap Fatih seolah meminta izin untuk berbicara dan Fatih tentunya mengangguk di iringi senyuman di bibirnya.


Aisha menatap Lia penuh dengan keseriusan, di tatapnya manik mata Lia begitu dalam. "Mas Fatih adalah kekasih ku dan suamiku juga adalah Mas Fatih, jadi paham maksudnya Nona? Apakah Nona ingin merebut posisiku sebagai istri sah nya?, atau? kamu mau menjadi madunya Mas Fatih??"


Fatih mendelik mendengar ucapan Aisha yang terdengar sedikit bar bar menurut nya kali ini. "Bae, siapa juga yang memadumu? Satu aja cukup untuk menua bersama mu Bae kenapa harus ada kedua dan ketiga hingga seterusnya??"


"Diem Mas, aku tak meminta mu berbicara, aku memintanya memberikan penjelasan hingga menyerang ku hingga niqab ku robek, apa yang kamu inginkan Lia??" Aisha kembali menatap Lia sangat dalam.

__ADS_1


Tubuh Lia gemetar mendapatkan tatapan mata Aisha Khumairah, rasanya sendi sendi tak ingin lagi menyangga tubuhnya. "Kamu istrinya? Berarti aku sudah tidak berhak untuk merebutnya saat seperti dulu."


"Seperti dulu? Maksudnya? Mas Fatih, apakah kamu bermain di belakang ku dulu??" tanya Aisha yang kini wajahnya terlihat jelas tanpa niqab di depan Fatih.


Fatih terbius dengan wajah istrinya dan tak di jawab pertanyaan Aisha. Hingga tangan Aisha di kibas kan di depannya pun Fatih tetap memandang wajah Aisha.


"Kamu cantik Bae, boleh aku menciumi mu Bae??" bibir Fatih maju kedepan untuk mengecup bibir Aisha.


Melihat wajah Fatih suaminya itu semakin maju, mau tak mau Aisha mengetuk kan jarinya ke dahi Fatih. "Nanti aja kalau mau cium dan sekarang jawab pertanyaan ku Mas, apakah kamu bermain di belakangku dengan dia??"


Fatih tersentak kaget mendapat ketukan di dahinya kemudian menatap ke arah Lia seolah-olah bertanya. "Dia??"


Fatih menggeleng pelan kemudian di genggamannya tangan Aisha untuk duduk di depan Lia. Lia tertegun mendapati bahwa wanita yang tadinya bercadar kini menjadi wanita yang mampu membuat Fatih benar benar luluh.


"Kamu bertanya seperti itu Bae? Aku ceritakan siapa dia ya sayang, dia bernama Lia dari keluarga besar Prameswari, salah satu brand tas ternama di kota ini sayang dan dulunya dia mengejarku saat aku masih bersama dia, Vina Renata." Fatih menjelaskan hingga membuat Lia tersenyum merasa di besar kan namanya di depan Aisha.


"Tapi dia tak ubahnya seperti Vina Renata yang selalu mencoba memilikiku bukan seperti aku mencintaimu, ya meskipun aku terlambat menyadari jika kamu lah Aisha Khumairah pemilik hatiku." ucap Fatih kembali bermanja-manja di bahu Aisha.


"Sudah jelas Nona Lia Prameswari? Apa yang di ucapkan suamiku itu benar adanya, sekarang saya tanya kembali, kenapa anda menarik cadar saya? Apa anda tahu wajah saya hanya hak suamiku? Dan tak ada berhak yang tahu selain mahramku??" Aisha bertanya ke Lia dengan sorot mata tajam.


Wajah Lia berubah angkuh ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Aisha. "Aku tak ingin Fatih mendapatkan istri dengan wajah yang jelek rupa dan alasanku menarik cadarmu adalah kamu menyembunyikan wajahmu dari orang lain yang terlihat jelek juga bagiku, hahahahahahaha, mangkanya pakai cadar ya kamu??" ejek Lia ke arah Aisha.


Aisha tetap tenang mendengar dan mendapatkan ejekan dari Lia, dia tetap tersenyum ke arah Lia seolah dirinya tidak terpancing omongan Lia. "Oh gitu, baiklah bagaimana dengan isi surat An-Nur di surat tersebut Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 31 yang artinya: โ€œdan janganlah mereka (wanita) menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.โ€


"Mau tahu perhiasan berharga bagi seorang wanita Nona Lia? Perhiasan wanita atau perempuan itu adalah dari ujung rambut hingga ujung kaki kecuali telapak tangannya, dari sini paham Nona Muda Lia??" perjelas Aisha kembali.


Mendengar penjelasan Aisha, Lia hanya menunduk. "Bagaimana mungkin aku selalu kalah untuk mendapatkanmu Fatih, dulu aku kalah dengan kecantikan dan bentuk tubuh Vina Renata akan tetapi kini aku kalah dari segalanya, bukan kalah dari wajah dan kecantikan istrimu kali ini Fatih tetapi ilmunya juga aku kalah, aku Muslimah juga tetapi aku terlalu fakir ilmu agama Nona, mau kah anda memberikan ilmu agama mu untuk di pelajari olehku??"


Aisha tersenyum mendengar ucapan Lia sangat tulus, kedua tangan Aisha menggenggam erat bahu Lia. "Dengan senang hati akan tetapi belajar lah dengan hatimu, dari hatimu dan tentunya bukan karena keinginan mu untuk menarik lawan jenis Lia. Ini alamat Pondok Pesantren An-Nur milik Abi Hamzah ku, dan belajar lah agama selama nafas mu masih ada."


Tangis Lia pecah hingga tubuhnya terguncang mendengar ucapan Aisha yang begitu menghujam hatinya, runtuh seketika egonya tentang kecantikan menurut nya.

__ADS_1


Aisha memeluk erat Lia setelah memberikan kode ke arah Fatih untuk memberikan ruang geraknya. Fatih mengerucutkan bibirnya yang merasakan di duakan Aisha akan tetapi dia tersenyum ketika mendengar penjelasan Aisha yang begitu dalam bagi Lia.


Fatih menatap Aisha dengan penuh kekaguman, dia menemukan jawaban, bahwa tidak semua permasalahan di benturkan dengan kekerasan akan tetapi selama masih bisa di benturkan dengan kelembutan, kenapa tidak?.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?


Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya๐Ÿ™๐Ÿ™, untuk menambah semangat author juga๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.


Terimakasih semuanya.

__ADS_1


Wassalamu'alaikum wr wb.


__ADS_2