
ππππππ
ΩΨ§Ω Ψ§ Ω Ψ±ΨͺΩΩ ΨΉΩΩΩΩ Ψ ΩΩ Ψ§ Ψ³ΩΩΨͺ Ψ₯ΩΨ§ Ψ¨ΨΉΩΩΩΩ
I have passed by many eyes, but i only got lost in yours.
Aku sudah melewati banyak mata, tapi aku hanya tersesat di matamu.
ππππππ
Episode 75
Aisha dan Fatih kini berada dalam satu mobil untuk berangkat ke kampus guna untuk mengejar kuliah bagi Aisha dan dosen untuk Fatih. Tidak lupa beberapa pasukan khusus dari keluarga besar Al-Fatih ikut mengamankan terlebih dahulu di kampus milik keluarga besar Al-Fatih.
Fatih menatap Aisha setelah berhenti di sebuah supermarket untuk membeli beberapa makanan ringan dan minuman ringan untuknya dan Aisha.
"Yuk masuk, kita beli sesuatu." ajak Fatih ke arah Aisha.
"Iya Mas, aku juga haus, Kak Shinta dan Kak Delon kemana? Kok tadi langsung menghilang dari area bandara?" tanya Aisha sembari berjalan di samping Fatih.
"Sudah ke kampus mungkin, sini agak dekat sini Aisha." pinta Fatih dengan menarik Aisha untuk menempel di sampingnya.
"Mas, tempat umum ini, malu aku." bisik Aisha.
Fatih tak menggubris ucapan Aisha, satu tangannya melingkar di pinggang Aisha dan tangan satunya menawarkan beberapa makanan ringan dan minuman ringan untuk Aisha.
Berpasang mata menatap Aisha dan Fatih dengan keheranan dan tentunya terdapat bisik bisik. "Laki lakinya cakep tapi kenapa mau dengan wanita bercadar."
Fatih yang mendengar suara bisik bisik ingin rasanya menghampiri mereka dan memberikan sedikit pelajaran akan tetapi Aisha menggeleng ke arah Fatih.
Setelah memilih semua yang di perlukan kini mereka berdua menuju tempat pembayaran. "Selamat datang Mas dan ibu, ini saja belanja nya??"
Fatih menatap pegawai perempuan dengan tatapan membunuhnya serta berkata. "Kamu bilang apa tadi? Ibu? Apa anda tidak tahu jika yang anda maksud itu siapa? Dia istriku dan jangan sampai anda keluar hari ini!!!"
Aisha segera menurunkan jari tangan Fatih yang menunjuk ke arah pegawai perempuan tersebut. "Mas, sudah tak apa , jangan emosi dulu, maaf ya mbak, suami saya memang tempramental, oh ya semuanya berapa mbak??"
__ADS_1
Dengan gemetar pegawai perempuan tersebut menjumlah semua barang belanjaan milik Aisha dan Fatih. "Mohon maaf Mbak ucapan saya, semuanya tiga ratus ribu."
"Ini Kak, bisa kan pakai gesek?" Aisha memberikan kartu black card nya yang tadi pagi di berikan Mama Zahra Khumaira.
Fatih yang menatap kartu black card milik Aisha menatap ke arah Aisha yang tengah sibuk memilih kan rokok untuknya.
"Sama rokok itu Kak satu slop ya." Aisha menunjuk merk rokok kesukaannya Fatih.
"Bae, kok ada black card? Dari Mama?" tanya Fatih ke arah Aisha.
"Iya Mas, di suruh pakai saja katanya Mama kok tapi kalau Mas Fatih nyuruh Aisha mengembalikan nanti Aisha kembalikan ke Mama." ucap Aisha menunduk karena merasa bersalah.
"Jangan merasa bersalah Bae, bawa aja tapi jangan menolak nantinya ketika aku memberikan tanggung jawab ku sebagai kepala keluarga, yauda yuk berangkat." Fatih menatap beberapa bodyguard untuk meminta bantuan membawakan barang belanjaan miliknya dan milik Aisha.
Selama perjalanan menuju kampus Aisha terdiam hingga membuat Fatih tak enak hati dengan suasana sunyi di dalam mobilnya bersama Aisha.
"Kenapa diam? Memikirkan apa Bae?" tanya Fatih.
"Aku boleh ndak Mas nanti turun di depan kampus aja, biar aku jalan kaki nantinya." pinta Aisha.
"Ndak!!!! Aku antar sampai ke sahabat mu dan jangan nolak, kenapa harus turun di depan kampus? Kamu malu punya suami seperti aku? Pasti kamu malu karena dulu aku memiliki kenangan di kampus itu kan?" tanya Fatih dengan suara sendunya.
"Ndak mau Aisha, ayolah kita buka lembaran baru untuk aku dan kamu menjadi kita, aku tahu kalau kamu khawatir jika ada mahasiswi yang melihat kamu dekat dengan ku itu tak penting bagiku tapi bagiku saat ini kamu adalah segalanya Aisha dan pegang ucapan ku Aku sudah melewati banyak mata, tapi aku hanya tersesat di matamu." Fatih menghentikan mobilnya dan mengecup kening Aisha sangat lembut.
Aisha mengangguk dan membalas mencium pipi Fatih, mereka berdua berjalan dengan banyak mata menatap mereka berdua dan banyak juga yang menatap tak suka ke arah Aisha yang telah di peluk Fatih dari samping.
Sofiyah dan Dina dari kejauhan menatap ke arah Aisha yang tengah bergandengan dengan Fatih yang menurutnya dulu adalah kekasih dari Vina Renata.
"Lu!! Ngapain genggam tangan Aisha hah!!" Sofiyah mendorong tubuh Fatih tetapi Fatih segera menghindar.
Fatih mengatupkan tangannya untuk memberikan salam dan menatap ke bawah, lebih tepatnya menghindari tatapan mata dengan Sofiyah dan Dina di depannya. "Assalamualaikum wr wb, saya minta maaf dengan kejadian masa lalu saya dan tolong jaga istri ku saat bersama kalian berdua, saya permisi dulu, wassalamu'alaikum wr wb."
Fatih mengecup kening Aisha dan Aisha merasakan hawa panas di wajahnya karena telah dj cium oleh suaminya di depan umum untuk pertama kalinya. Sofiyah dan Dina menatap Aisha dengan tatapan mencurigakan. Aisha membalas tatapan kedua sahabatnya dengan memutar bola matanya dengan malas.
"Lama tak masuk sekali masuk langsung menggandeng dosen killer, bukankah dulu dia mantan dari ...." ucapan Dina terputus karena kehadiran Shinta yang tiba tiba ikut bergabung dengan mereka bertiga.
__ADS_1
"Nona mohon maaf, ini daftar mata perkuliahan dari Tuan Muda Fatih dan nantinya kalian bertiga ikut satu kelas dengan Nona Muda Aisha jadi di kelas nanti hanya ada dosen perempuan dan hanya ada empat mahasiswi saja dan tidak ada penolakan Nona Muda Aisha." Shinta menarik tangan Aisha untuk segera memasuki ruang kelas khusus untuk Aisha yang sudah di rancang Fatih tadi sebelum berangkat ke kampus.
"Bentar bentar, Nona Muda Aisha? Tuan Muda Fatih? Jangan bilang kamu sudah nikah dengan Pak Fatih? Dosen yang pernah memiliki wanita ular itu? Dan kalau kamu menikah dengan pak Fatih berarti kamu menantu dari keluarga besar Al-Fatih pemilik Universitas ini? Oh My God Aisha!!!" teriak Dina histeris.
Aisha segera menutup mulut Dina yang berteriak histeris hingga membuat mahasiswa mahasiswi sekitar mereka menatap mereka berempat dengan tatapan aneh. Setelah masuk ke dalam ruang kelas yang berbeda dengan sedikit mahasiswa mahasiswi nya serta dosen nya semua perempuan kini Dina dan Sofiyah menatap Aisha dengan beribu-ribu pertanyaan.
"Kamu mau cerita atau kita paksa cerita Aisha?" ancam Sofiyah.
"Dan kamu juga menyingkirkan wanita ular itu dari pak Fatih? Oh my God Aisha!!!! Kemudian menikah dengan dosen dingin itu?" sambung Dina kemudian.
"Nanti setelah kuliah ini kita ke kantin dan aku jelaskan semuanya karena aku sudah banyak sekali ketinggalan materi kuliah ku." Aisha mengacungkan jari kelingkingnya untuk menyimbolkan janji ke arah Sofiyah dan Dina.
Mereka berdua mengangguk sementara Shinta sedang membalas chat dari seseorang, siapa lagi kalau bukan Anas kakak Aisha Khumairah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya yaππ, untuk menambah semangat author jugaππ.
__ADS_1
Terimakasih semuanya.
Wassalamu'alaikum wr wb.