
ππππππ
"Percayalah kekuatan cinta di iringi dengan doa mu akan menuai suatu saat tapi jangan berharap akan cinta mu ke manusia, karena manusia tempatnya penuh khilaf." Khibban NurCahyo.
ππππππ
Episode 38
"Maaf Nona Aisha lebih baik menjauh dari pria tadi saja, itu pintaku." ucap Shinta.
"Kenapa?" tanya Aisha kemudian.
"Dia......., maaf Nona kita sudah sampai dan untuk pria tadi biar Shinta yang urus, mari Nona." ajak Shinta seraya keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Aisha.
Aisha segera turun menuju ruangannya di iringi Shinta di belakangnya.....
"Kak Aisha tunggu." panggil Riko di belakang Shinta.
Shinta dan Aisha yang mendengar panggilan Riko segera berbalik arah ke arah Riko yang tengah berdiri di samping Delon.
"Kak, kok ada Vina Renata di kantor Ayah Ahmad Fatihurahman?" tanya Riko.
Aisha yang mendengar pertanyaan Riko menatap Riko dan Delon bergantian...
"Biarkan saja Kak Riko, Aisha yang menyuruh Kak Shinta untuk menerimanya sebagai pegawai." ucap santai Aisha.
Delon tersenyum mendengar pengakuan Aisha sementara Riko menggaruk tengkuknya seolah-olah tak nyaman.
"Baiklah Kak Aisha, ini tanda tangan untuk pengeluaran biaya Panti Asuhan Al-Azhar satu bulan ke depan." pinta Riko memberikan berkas untuk daftar pengeluaran Panti Asuhan Al-Azhar.
"Tak bawa dulu ya, nanti sore ambil aja langsung, yauda Aisha mau masuk dulu, assalamualaikum wr wb." pamit Aisha.
Riko dan Delon mengangguk dan membalas salam Aisha, Riko melirik ke arah Delon. Sementara Delon yang mendapat lirikan seakan faham kemauan Tuan Muda nya tersebut.
"Delon kok firasatku gak enak gini ya, kita standby di sini aja, gimana?" Riko meminta persetujuan ke Delon.
"Dengan senang hati Tuan Muda Riko." ucap Delon seraya mengubungi beberapa anak buahnya untuk berkumpul di kantor perusahaan keluarga besar Al-Fatih.
Aisha yang berada di depan ruangannya berhenti sejenak karena mendengar percakapan Fatih dan Vina Renata yang tengah sedikit gaduh.
"Siapa dalam video itu Vina Renata!! Jangan bilang kalau kita kemarin melakukan itu yang kedua bagimu Vina Renata!!" suara Fatih meninggi.
"Fatih percayalah aku yang pertama melakukannya dengan kamu!! I β¦Itu bukan aku Fatih!!" teriak Vina Renata.
"Tapi kenapa?? Itu jelas jelas wajahmu ada di video ini!!" ucap Fatih dengan memegang bahu Vina Renata sangat erat.
Aisha menggeleng mendengar ucapan mereka berdua dari luar ruangannya, Aisha membuka pintu dan berjalan menuju tempat duduknya.
"Assalamualaikum wr wb, mohon maaf Vina Renata, bisa keluar? Ini ruangan saya dengan asisten saya. Mas Fatih." ucap datar Aisha.
Fatih dan Vina Renata melongo melihat Aisha yang duduk di meja kebesaran perusahaan keluarga besar Al-Fatih, Vina Renata seolah-olah tak percaya bahwa pemegang perusahaan keluarga besar Al-Fatih adalah Aisha.
"Bagaimana mungkin kau yang memegang perusahaan ini hah wanita bercadar!!" umpat Vina Renata menunjuk ke wajah Aisha.
Aisha dengan tenang menanggapinya, Aisha beranjak membuka niqabnya.
__ADS_1
"Halo Kak Vina Renata, masih kenal saya?" ucap Aisha ke Vina Renata.
Vina Renata yang shock menatap wajah Aisha, wajah yang pertama kali di kenali saat bermesraan dengan Fatih saat itu.
"Biasa aja Vina Renata menatapku, jangan melongo begitu, kenapa? Kaget?" ucap Aisha beranjak menuju ke arah Fatih dan Vina Renata.
Fatih yang sudah mengenalnya saat awal perjodohan hanya bisa menunduk malu.
"Mas? Sudah tahu? Jika dua orang berlainan jenis berdua di tempat sepi yang ketiganya setan? Mas Fatih mahramnya Aisha kan?." ucap Aisha membelai lembut pipi Fatih.
Fatih yang menatap kedua manik mata Aisha mencari sebuah kejujuran dari diri Aisha, sementara Aisha semakin mendekatkan bibirnya ke arah Fatih kemudian Aisha mengecup kedua pipi Fatih.
"Kenapa tegang Mas? Apa karena ada kekasih Mas Fatih?" tanya Aisha.
Fatih menunduk mendapat perlakuan lembut dari Aisha, seumur hidupnya berdua dengan Vina Renata tak pernah merasakan kesejukan di hatinya saat ini, ada perasaan aneh di berikan Aisha.
Riko yang sedari tadi mengikuti Aisha kakak iparnya itu di dampingi Delon mendelik melihat adegan Aisha mengecup pipi Kakaknya. Amarah Vina Renata tak tertahankan, merangsek maju ke arah Aisha yang tengah menatap lekat wajah Fatih.
"Hei!! kamu!!" suara Vina Renata berusaha membuyarkan adegan Aisha dan Fatih.
Grep
Aisha menangkap tangan Vina Renata yang mengarah ke arah wajahnya.
"Apa? Mau main kekerasan? Kamu tahu Vina Renata? Aku dan Mas Fatih sudah menikah dan jangan mengganggu hubungan rumah tangga kita, paham kamu!!??" kecam Aisha ke Vina Renata.
Tangan Aisha mencengkeram kuat tangan Vina Renata, Riko yang sedari tadi mengikuti Aisha melongo melihat pemandangan Aisha yang mencengkram tangan Vina Renata sangat kuat itu berdehem...
"Eheem, well well well, Vina Renata oh Vina Renata, ternyata masih mengganggu rumah tangga Kakakku ya? Delon paham tugasmu?" ucap Riko memberikan kode ke Delon untuk meringkus Vina Renata.
Vina Renata yang di tarik paksa oleh Delon memohon ke arah Fatih untuk membantu melepaskannya tapi Fatih menatapnya dengan acuh.
"Baiklah Nona Aisha, saya akan mengecek beberapa di lantai lima, saya pergi dulu, assalamualaikum wr wb." pamit Shinta.
"Waalaikumsalam wr wb, makasih Kak Shinta,hati hati." balas Aisha cepat.
Setelah Shinta keluar dari ruangan suasana ruangan kembali hening dengan sepasang kekasih yang tengah berdiam diri saling berjauhan.
"Mas, sini duduk sini." pinta Aisha ke Fatih.
Fatih segera berjalan ke arah Aisha akan tetapi Aisha menarik tangan Fatih untuk bergegas duduk di sampingnya.
"Aisha boleh tanya?" ucap Aisha sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Fatih.
"Hemmm." pendek Fatih.
Aisha menoleh ke arah Fatih dan cup cup (Aisha kembali mencium pipi Fatih).
"Mas Fatih cinta sama Vina Renata?" tanya Aisha.
"Kenapa tanya itu? Bukannya kamu sudah tahu jawabannya?" jawab Fatih dingin.
"Ohhh gitu, kalau Aisha berarti tidak ada di hati Mas Fatih dong?" balas Aisha seraya duduk di pangkuan Fatih dan menatap Fatih lekat.
Hembusan nafas Aisha terasa di wajah Fatih, Fatih menatap lekat wajah Aisha yang semakin dekat dengan nya.
__ADS_1
"Mas Fatih yakin tak ingin memiliki Aisha seutuhnya?" Aisha melingkar kan kedua tangannya di leher Fatih.
Mendengar ucapan Aisha yang sangat dekat dengannya membuat jantung Fatih berdegup kencang sehingga Aisha juga merasakan nya.
"Mas Fatih. Aisha yakin jika Mas Fatih suami terbaik untuk Aisha meskipun kita bertemu dengan perjodohan tapi Aisha akui Vina Renata masih di hati Mas Fatih." kepala Aisha menyender di dada Fatih.
Aisha menyembunyikan air matanya dari Fatih yang tengah mendengar ucapan Aisha yang menyayat hati nya.
"Maaf Aisha, aku tak bisa memaksa hatiku juga." batin Fatih.
Keduanya membisu tanpa suara, Aisha masih memeluk tubuh Fatih sangat dalam dan entah kenapa Fatih merasakan kenyamanan yang di berikan Aisha saat ini. Jantung Fatih tak berhenti berdetak kencang mendapatkan perlakuan Aisha yang begitu lembut untuknya saat ini.
"Aisha, aku boleh tanya?" tanya Fatih lirih.
Aisha mendengar pertanyaan Fatih mendongak menatap Fatih sangat dalam, kedua netra bertemu tidak pertama kalinya akan tetapi sudah berulangkali kedua netra itu bertemu.
"Apa Mas Fatih?" jawab Aisha sambil mengulas senyum.
"Apakah kamu memiliki rasa cinta ke aku Aisha?" ucap Fatih tetap menatap Aisha dalam.
Aisha tetap menatap lekat kedua mata Fatih, perasaan yang di rasakan saat ini sebagai istri tentunya menginginkan Fatih menjadi suami yang baik dunia maupun akhirat akan tetapi Fatih masih memiliki Vina Renata dalam hatinya.
"Kalaupun punya buat apa Mas Fatih. Rasa cinta dariku untukmu itu harus karena perasaan darimu sendiri belum berbelok untukku semata kan?" balas Aisha seraya memegang kedua pipi Fatih.
Fatih yang mendengar ungkapan hati Aisha begitu dalam rasanya menyayat hatinya saat ini, di tatapnya Aisha sangat dalam mencari kebenaran akan isi hati istrinya, Fatih merasakan begitu dalam Aisha menginginkan sebuah dekapan lahir maupun batin darinya. Wajah Fatih semakin mendekat ke wajah Aisha dan begitu juga Aisha yang seolah-olah menerima gerakan wajah Fatih.
Cklek (suara pintu terbuka)
"Assalamualaikum wr wb, Masya Allah Aisha Fatih!!!!" suara teriakan dari seorang wanita.
Aisha segera mendorong Fatih, wajahnya bersemu merah mendapati seseorang yang tengah masuk ke ruangannya, Aisha merutuki kelakuannya ke Fatih tadi akan tetapi dalam lubuk hatinya dia menerima semua perlakuan Fatih, meskipun hanya secuil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Siapa yang membuyarkan adegan Fatih dan Aisha sih, perlu kita kasih pelajaran gak tuh orang? hehehehehehehe.