Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 61


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


الحب الحقيقي يكون بين الطرفين ويصحبه الصدق والامانه ما عادا ذلك فيكون خيال


Al Hubbul haqieqie yakunu baina thorfaini wa yushohibuhus shidqu wal amanah. wa maa ada dzalika fa yakuna khoyal.


Artinya: Cinta itu melibatkan dua belah pihak dan disertai kejujuran dan amanah. Jika tidak, maka cinta hanyalah hayalan.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 61


Fatih yang telah bercerita tiba tiba menatap lekat Aisha dan ingin bertanya sesuatu ke Aisha akan tetapi....


"Mas Fatih mau bertanya apa?" tanya Aisha terlebih dahulu.


"Kenapa kamu melakukan semuanya saat itu Bae? Padahal saat itu aku belum mencintai mu bahkan dulu aku ingin menolak perjodohan denganmu." ucap Fatih tetap menatap lekat Aisha.


"Mas Fatih percaya jika Aisha saat menerima perjodohan saat itu sudah sangat yakin jika Mas Fatih pasti berubah seperti saat ini? Aisha percaya karena Aisha tak sendiri Mas, Aisha berlima, ada Aisha, ada Allah SWT, ada Rasulullah SAW, ada malaikat Raqib Atid. Jadi Aisha tak perlu risau untuk menerima perjodohan dengan Mas Fatih meskipun saat itu Mas Fatih masih memiliki Vina Renata bahkan mencintainya bukan?" pertanyaan Aisha kembali mengiris hati terdalam milik Fatih.


"Maafkan aku Aish, kali ini aku benar benar tahu jika aku menyiksa diriku sendiri saat itu, aku kembali maafkanlah aku Aish." ucap Fatih tulus.


"Iya Mas iya, sudah mau isya, ambil wudhu dan kita sholat jamaah yuk." pinta Aisha.


Fatih kembali mengecup lembut bibir Aisha dan Aisha kembali menyambut kecupan Fatih.


"Sudah nanti di lanjut lagi mesra-mesranya Mas, Aisha mau ngobrol banyak nanti ya." pinta Aisha kembali.


Fatih mengangguk dan segera menggendong tubuh Aisha untuk bertayamum dan Fatih berhati-hati agar tidak menyentuh kulit Aisha yang telah bertayamum, setelah itu dia mengambil air wudhu untuk segera bersiap menyambut dan melaksanakan kebutuhan nya di hadapan Allah SWT.


Adzan isya sudah berkumandang setelah Fatih selesai wudhu dan Aisha juga sudah memakai mukenah nya akan tetapi masih harus duduk di tempat tidurnya untuk melaksanakan shalat isya nya dan kini Aisha menatap Fatih dengan senyuman yang mengembang melihat suaminya menjadi imam shalat.


"Selamanya seperti ini ya Mas hingga maut memisahkan kita kelak." batin Aisha tersenyum menatap Fatih yang tengah memasang sajadah untuk menjadi imam shalat untuk nya.


Setelah shalat isya, Fatih menekan tombol panggilan ke nomor Shinta dan Delon untuk menjaga Aisha sebentar karena dia mau ke ruang dokter kandungan.


"Assalamualaikum wr wb, maaf Tuan Nona ada yang bisa kita bantu?" ucap Delon menunduk memberikan hormat.


"Waalaikumsalam wr wb, minta tolong Delon dan Shinta untuk jaga istriku sebentar karena aku mau ke ruang dokter kandungan." ucap Fatih dingin ke arah Delon dan Shinta.


"Hah? Tuan mau mengandung?" tanya Delon.


"Tuh mulut bisa di jaga?" tanya Fatih sembari mendelik ke arah Delon.


"Maaf Tuan, perlu saya dampingi?" Delon menawarkan diri.


"Baiklah akan tetapi jaga sekitar ruang rawat inap istriku dengan pasukanmu." titah Fatih sembari mengecup kening Aisha dengan lembut.

__ADS_1


"Mas ngapain ke dokter kandungan?" selidik Aisha.


"Konsultasi sayang, sudah istirahat sebentar, mau nitip apa??" tanya Fatih lembut.


"Coklat sama seblak boleh??" tanya Aisha.


"Ndak!! Selain seblak!!" tegas Fatih.


"Please Mas, level satu saja deh." rengek Aisha.


"Yauda level satu kan? Baiklah level satu." ucap Fatih tersenyum nakal ke arah Aisha.


"Assalamualaikum wr wb, Mas keluar dulu, Shinta tolong jaga sebentar ya, yuk Delon." ucap Fatih pamit ke Aisha dan menatap Shinta yang masih menunduk hormat.


"Waalaikumsalam wr wb, hati hati Mas dan jangan lupa seblak level satunya sama coklat dan es teh manis." teriak Aisha kegirangan.


Aisha tersenyum di balik niqab nya akan tetapi dia menepuk jidatnya dan menatap Shinta dengan lekat.


"Ada apa Nona??" tanya Shinta.


"Hafisah kemana Kak? Besok bawa kesini ya." pinta Aisha.


"Sudah di kondisikan sama Tuan Muda Fatih dan Riko tadi saat mengobrol di cafe seberang." ucap Shinta seraya duduk di samping Aisha.


"Kenapa baru sekarang??" tanya Aisha kembali.


"Agar Nona istirahat total dulu baru dijenguk Nona Kecil dan besok akan datang notaris terkait hak asuh Nona Kecil Hafisah." Shinta memberikan salinan surat hak asuh milik Hafisah.


Aisha yang tengah sibuk membaca berkas tiba tiba berhenti karena suara pintu rawat inap nya terbuka dengan keras.


Brrraaakkkk. (Suara pintu di buka paksa).


"Berhenti!!" teriak bodyguard keluarga besar Al-Fatih sembari menodongkan pistolnya ke arah seorang memakai pakaian dokter dan seorang perawat yang tampak mencurigakan.


"Ada apa ini??" tanya Aisha menatap lekat ke arah perempuan yang berbalut pakaian suster dan dokter yang kini tengah berhenti di depannya.


"Siapa mereka Ryu??" tanya Shinta memasang badan di depan Shinta.


Dokter dan suster itu menyeringai lebar ke arah Shinta dan Aisha, tatapnya membunuh ke arah mereka berdua.


"Ternyata benar apa yang di katakan kedua orang itu sayang, mereka berdua tampaknya lemah, mari kita bereskan segera." ucap dokter tersebut sembari berjalan cepat ke arah Aisha dengan menghunuskan pisau untuk menikam Aisha.


Akan tetapi semua sia sia karena Shinta mendaratkan tendangannya tepat di kepala dokter yang sedang menyamar dan suster yang lengah darinya kini tengah mengancam Aisha dengan mengalungkan pisau di lehernya.


"Berhenti!! Atau dia akan mati di tempat!!" teriak wanita yang menyamar sebagai suster sembari menggores sedikit tangan Aisha.


Semua bodyguard keluarga besar Al-Fatih menghubungi Delon dan sisanya bersiaga penuh karena saat ini Aisha sedang di tawan oleh seorang yang menyamar.

__ADS_1


Delon yang tengah mendampingi Fatih berkonsultasi dengan dokter kandungan membisikkan sesuatu ke arah Fatih. Fatih mendelik mendengar bisikan Delon yang mengatakan bahwa kini Aisha tengah di tawan oleh dua orang yang menyamar.


"Bodoh!! Cepat kita kembali!! sial!! Kenapa aku bodoh!!." pekik Fatih di depan dokter kandungan.


"Maaf Tuan Muda ada apa??" tanya dokter kandungan.


"Kau hubungi polisi segera Delon!! Dan bereskan semuanya!!" teriak Fatih berlari ke arah ruang inap Aisha.


Fatih berlari sangat cepat hingga dia tak menyadari seorang wanita menatapnya sembari tersenyum sinis dan berucap.


"Kali ini kamu harus hancur Fatih!! Begitu juga dengan istrimu yang menggagalkan rencana ku!!"


Fatih yang kini telah tiba di rawat inap Aisha berjalan perlahan ke arah istrinya yang tengah di tawan oleh seorang wanita berpakaian suster.


"Lepaskan istriku!! Bawa aku!!." sentak Fatih yang berjalan ke arah wanita tersebut.


Suasana ruang inap Aisha menjadi tegang tak terkecuali Aisha yang kini tengah gemetaran menatap luka gores dari wanita yang kini menempel kan pisau di wajahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon koreksi nya ya gaes dan ada yang mau di sampaikan ke Othor sampaikan lah.


__ADS_2