
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
“Senandung yang paling indah bukan hanya mendengarkan suaramu di telingaku tetapi ketika kamu dan aku saling menguatkan dan saling bersama dalam jalan cinta yang satu, satu untukmmu dan satu untukku menjadi satu untuk kita.” Khibban NurCahyo.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 94
“Tuan Besar dan Tuan Muda, ada kabar mengejutkan!! Dan ini menyangkut saudari kembar Shinta!!” teriak Delon sangat cemas.
“Saudara kembar Shinta?? Siapa dia yah?” tanya Fatih menatap ayahnya.
“Duduk dulu Delon, jangan teriak teriak begitu dan jangan sampai terdengar Shinta juga, ceritakan semuanya.” pinta Ayah Ahmad Fatikhurahman dengan tenang.
Delon menceritakan semua yang terjadi di Mesir, semua cerita tersebut dari adik Fatih, Riko. Andre Villa Boaz yang semula berhasil di tangkap Anas, Riko beserta Alvan berjalan lancar tetapi kembali bebas oleh seorang wanita yang menyelamatkan Andre Villa Boaz.
“Dan itu semua kejadian yang sebenarnya Tuan Besar dan sekarang saudari kembar Shinta sedang berada di ICU dengan bantuan dari Tuan Muda Anas yang mendonorkan darahnya. Untuk selanjutnya apa yang harus saya lakukan Tuan Besar?” tanya Delon hati-hati.
“Vina Renata yang menyelamatkan semuanya dan tak mungkin tidak, karena dalam ceritamu tadi wanita itu berteriak untuk jangan menyakiti ayah dari anaknya bukan?” Fatih memegang dagunya sembari berfikir keras.
“Yakin dia Vina Renata? Jangan lupa juga kehidupan Andre yang begitu luas dan di kelilingi wanita wanita juga, Fatih.” Jelas Ayah Ahamd Fatikhurahman.
“Benar juga Tuan Besar tapi menurut Tuan Muda Anas, bahwa yang berteriak itu suaranya mirip Vina Renata dan Tuan Muda Anas sangat mengenal suaranya.” balas Delon sembari menghisap rokoknya dan duduk bawah di pinggri Fatih.
“Ngapain duduk bawah? Sini duduk sampingku Delon.” pinta Fatih.
“Pengen ngadem Tuan, daritadi di marahi Tuan Muda Riko saat menelfon.”
“Marah? Marah kenapa lagi tuh anak?” tanya Fatih.
“Biasa itu, Tuan Muda Riko telah bertemu Diana, anak dari keluarga besar Zevanya Yance dan itu cinta lama Tuan Muda Riko juga.” Delon menjelaskan sembari memberikan foto Diana yang tengah memeluk Riko.
“Cinta lama Riko? Maksudnya itu mantannya? Atau gimana sih?” tanya Fatih penasaran.
“Sudah sudah jangan di bahas. Delon bilang Riko untuk bersabar dan besok suruh bertemu kita di Madinah dan Makkah untuk umrah bersama.” ucap Ayah Ahmad Fatikhurahman memberikan pesan untuk Delon ke Riko.
“Nampaknya tidak bisa Tuan Besar karena Tuan Besar sendiri bagaimana Diana terhadap Tuan Muda Riko dan ….”
“Suruh berangkat saja atau nanti pulang aku mutilasi tubuhnya!!” tegas Ayah Ahmad Fatikhurahman menatap nyalang ke arah Delon.
“B…baik Tuan Besar, saya permisi dulu.” balas Delon sembari membungkuk memberikan hormat ke mereka berdua.
Aisha yang daritadi mendengarkan percakapan mereka bertiga dengan segera berlari ke arah kamarnya dan lekas membuka laptop miliknya kemudian mencari nama Zevanya Yance. Manik mata Aisha melihat semua berita yang menyangkup tragedi berdarah kurang lebih dua puluh sembilan tahun yang lalu.
“Zevanya Yance? Ada keterkaitan apa dengan Vina Renata yang selalu mengejar Mas Fatih? Tidak mungkin kalau hanya sekedar harta benda saja dan di sini tertulis tidak lengkap juga sih!!!” gerutu Aisha sembari membuka berita yang sama.
“Bentar bentar, kok pusing aku membaca ini semuanya. Setelah pulang umrah saja aku tanya kedua mertuaku.” ucap Aisha sembari menatap beberapa surat email yang belum sempat di bacanya.
Saat Aisha sedang asyik membaca beberapa surat email yang berisi tentang beberapa perusahaan besar yang ingin bekerjasama dengan Aisha, kini Fatih sudah dibelakang Aisha sembari menempelkan pipinya di sebelah pipi Aisha.
“Serius banget Bae? Sedang apa? Aku buatkan susu hamil dulu.” ucap Fatih sembari menggendong tubuh Aisha ke arah ranjang.
“Aisha yang minum susu atau Mas sendiri yang minta minum susu?”
“Besok saja di sana minum susunya lebih berpahala. Bentar ya Bae, aku buatkan susu dulu, mau rasa apa? Jeruk? Apel? Atau melon?” tanya Fatih sembari menempelan dahinya ke dahi Aisha.
__ADS_1
“Rasa seblak ada? Aku pingin seblak ya Mas, gak mau minum susu dulu, boleh?” rengek manja Aisha.
“Gak ada rasa seblak Bae, minum susu dulu ya nanti Mas janji belikan seblak deh.” rayu Fatih.
“Janji ya, aku yang pengen dari kemarin soalnya Mas. Melihat seblak yang merah merona di tambah dengan kerupuk serta daging ayam pasti lezat terus levelnya tuh level lima, wuiiiihhhhh pasti mantep tuh.” balas Aisha sembari membayangkan seblak level lima dengan beraneka toping.
“Levelnya di turunin bisa Bae? Bagaimana kalau level nol? Kan lebih nikmat makannya nanti kan?” balas Fatih sembari membuatkan segelas susu hamil untuk Aisha.
“Level nol? No no no, tak enak kalau level nol Mas, itu rasa apa?” tanya Aisha mentap Fatih mengaduk segelas susu.
“Rasa jeruk, kenapa?” tanya Fatih kemudian.
“Aku mau rasa melon Mas tapi yauda deh gak apa apa.” balas Aisha.
“Yauda aku buatkan lagi yang rasa melon. Bentar ya.” Fatih mengambil gelas untuk membuat susu yang di inginkan Aisha tanpa membuang susu yang sudah di buatnya.
“Lho terus itu buat siapa Mas?”
“Buat aku sendiri, gak apa apa. Aku juga suka semua jenis susu kok.” ucap Fatih sembari menyorotkan matanya ke milik Aisha.
Aisha mengikuti pandangan mata Fatih, “Ini? Mas Fatih mau? Sini sini kalau mau.”
“Dosakah kalau aku menolak Bae? Nih minum dulu, mumpung masih hangat.” balas Fatih memberikan segelas susu hamil rasa melon ke arah Aisha.
“Terimakasih Suamiku tersayang dan tercinta, cup cup cup” Aisha memberikan kecupan di bibir Fatih.
Fatih melongo mendapatkan kecupan dari Aisha yang entah ke berapa, “Mau lagi Aisha cium?” lanjut Aisha sembari menatap manik mata Fatih.
“Kamu begitu sangat indah Aisha. Aku benar benar takut kehilanganmu Aish.” batin Fatih menatap netra Aisha.
Fatih yang mendengar pertanyaan Aisha hanya bisa mengerenyitkan dahinya dan menatap laptop yang tadi di pakai Aisha.
“Aku juga bingung mau jelasin darimana Bae. Karena semuanya masih abu abu dan tidak bisa di prediksi kebenarannya.”
“Apakah masih ada keterkaitannya dengan Vina Renata selama ini? Dan jujur Mas, Aisha masih kepikiran semuanya. Kepikiran jika dia, Vina Renata datang kembali untuk merebut Mas Fatih dari Aisha dan anak anak kita nanti. Karena, Vina Renata saat ini juga tengah hamil dan….”
Fatih mengecup bibir Aisha, “Tak ada yang bisa memisahkan aku dan kamu, Aisha Khumairah binti Hamzah. Aku tak akan kelain hati dan aku juga akan menjagamu dari Andre Villa Boaz yang dulu pernah hadir untuk melamarmu. Aku mohon Bae, percayalah padaku. Percayalah aku hanya untukmu dan kamu hanya untukku, Aku cinta kamu Aisha.”
“Mas, Aisha tidak bisa berjanji tetapi, Aisha akan selalu ada untuk Mas Fatih melalui doa doa Aisha saat ini dan nanti untuk keluarga kecil kita, untuk kedua keluarga besar kita dan juga untuk orang orang di sekitarv kita.”
“Aish, kamu dan hatimu yang membuat hijrah cintaku semakin kuat untuk menjadi lebih baik. Aku akan selalu ada untukmu dan tak akan bisa menyentuhmu secara batin dan bimbing aku lebih baik lagi Bae.”
“Sebuah kisah cinta mungkin terbaik, jika melihat kita berdua kini menjadi sangat romantis. Akan tetapi setiap jalan cinta setiap pasangan setiap insan pasti banyak ujian, baik yang sudah menikah sekalipun. Mas Fatih harus ingat ini ya, Kisah cinta mana yang bisa mengalahkan keromantisan manusia dengan sang Allah SWT. Aisha sangat berterimakasih ke Mas Fatih sudah mencintai karena aku mencintai engkau begitu tak terbagi Mas. Namun bila saat aku harus pergi juga, tinggalkan engaku dan tinggalkan semuanya. Aku berjanji untuk menunggumu di surga kelak Mas Fatih.” ucap Aisha tersenyum ke arah Fatih yang air matanya mulai menetes.
Aisha menghapus air mata Fatih dan kemudian memeluknya, “Hati istri itu di rumah Mas, jantung rumah tangga itu istri tetapi saat ini kita harus mulai merubah menjadi lebih baik lagi di mata Allah SWT dan manusia juga. Jadi suami dan ayah untuk Aisha juga ya Mas Fatih.”
Kedua insan itu kembali saling menatap netra lawan bicaranya, Fatih yang masih meneteskan air matanya kini mendapatkan senyum yang paling indah yang pernah dia lihat.
“Mas? Sudah yuk Aisha pengen seblak nih, Aisha lapar pingin makan seblak, boleh ya? Sekali ini saja, please.” Aisha mengecup bibir Fatih.
“Yauda yuk beli seblak tapi levelnya satu saja ya.” balas Fatih sembari membalas kecupan Aisha.
“Level empat deh ya Mas, please…..” Aisha mengerlingkan matanya di depan Fatih.
“Level satu, Bae. Nanti perutmu kenapa kenapa gimana? Besok juga kita berangkat lho Bae.” balas Fatih sembari memasang niqab untuk Aisha.
__ADS_1
“Yaudah, yuk berangkat. Berdua saja ya Mas.” pinta Aisha.
“Iya berdua, yuk berangkat.” Fatih menggenggam erat tangan Aisha dan berjalan berdampingan di samping Aisha.
Mama Zahra dan ayah Ahmad Fatikhurahman yang menatap ke arah Fatih yang tengah berbincang kecil dengan Aisha.
“Mau di ajak kemana menantu Mama, Fatih?” ucap Mama Zahra sembari menghadang Fatih dan Aisha.
“Beli seblak Ma, Fatih berangkat dulu ya, Assalamualaiku wr wb.” Fatih mencium tangan Mama Zahra dan Ayah Ahmad Fatikhurahman bergantian dengan di ikuti Aisha.
“Waalaikummussalam wr wb, Delon dan Shinta. Tolong ikuti menantuku dan anakku itu.” pinta Ayah Ahmad Fatikhurahman.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
Terimakasih semuanya.
__ADS_1
Wassalamu'alaikum wr wb.