
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*إذا قدر لي أن أعيش حياتي مرة أخرى لكنت وجدتك عاجلاً***.
ʾIḏā quddira lī ʾan ʾaʿīša ḥayātī marrah ʾuḫrā lakuntu waǧadtuka ʿāǧilan.**
Jika aku bisa menjalani (mengulangi) hidupku lagi, aku akan menemukanmu (mengenalmu) lebih cepat.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 72
ketika Ayah Ahmad Fatihurahman yang berniat ingin menghabisi Fatih dengan cepat Abi Hamzah menahan tangannya untuk meneruskan perlakuan terhadap Fatih. "Ahmad, sudah jangan terlalu keras, santai saja, memang benar dia seperti itu yauda kita selesaikan secara baik baik akan tetapi kita dengar kan dulu dari pihak Aisha Fatih dan Vina Renata, jika benar itu anaknya Fatih dengan Vina Renata maka biarkan Aisha memilih sesuai dengan keinginannya."
Semua tercengang mendengar ucapan Abi Hamzah tak terkecuali Aisha.
Aisha menatap Fatih yang tersungkur setelah menerima pukulan dari mertuanya kini berjalan ke arah Fatih. "Kamu jangan pergi Aisha, aku mencintaimu."
Aisha menggeleng ke arah mertuanya agar berhenti menghajar suaminya yang telah melukai hati nya saat ini. Fatih yang berusaha berdiri kini kembali menatap ke arah Vina Renata yang tengah ketakutan.
"Bilang semuanya di sini Vina Renata tentang semuanya, tentang keinginan mu dulu saat masih ingin menjebak ku untuk tidak menerima perjodohan pernikahan ku dengan Aisha dan cerita kan juga siapa yang merenggut kesucianmu pertama kalinya." suara Fatih terdengar menekan Vina Renata.
"Jangan kasih ampunan bagi wanita yang menjual dirinya ke Andre Kak Anas!!! Jika aku selidiki semakin dalam tentang Vina Renata begitu juga perusahaan yang Ayah berikan ke kamu kini berubah menjadi perusahaan yang menjual organ manusia secara ilegal!!!" Riko menatap Delon dengan tatapan matanya untuk memberikan semua informasi terkait Vina Renata.
Delon segera membuka dokumen yang telah berhasil di bobol nya semenjak Aisha di serang dengan bantuan anak buah Iqbal (Baca "Di Antara Rosario dan Tasbih).
Fatih menatap Vina Renata dengan penuh amarah, kini dia berjalan ke arah Vina Renata dengan tatapan membunuhnya.
"Kau!! Kau jual perusahaanku untuk menjual organ manusia secara ilegal Vina Renata!! Kau yang merenggut nyawa manusia sebegitu banyaknya hah!!!" Fatih mencekik leher Vina Renata sangat keras hingga mata Vina Renata melotot seakan menahan sakit akibat perlakuan dari Fatih.
Semua menatap Fatih yang mencekik leher Vina Renata sangat erat. Para polisi pun berusaha melepaskan tangan Fatih dari Vina Renata seakan sangat sulit. Aisha dengan sangat tenang memeluk Fatih dari belakang.
"Mas, Mas Fatih lepaskan, jangan membunuh, tolong dengar aku Mas." pinta Aisha.
__ADS_1
Fatih melepaskan tangannya dan menatap ke arah Aisha kemudian berganti menatap Ayah dan Mama nya, tatapan mata penuh penyesalan telah mensia-siakan nasihat mereka berdua.
Fatih berjalan ke arah Abi Hamzah dan Umi Fatimah kemudian berlutut di depan mereka untuk meminta maaf atas sikap dan sifatnya yang telah mensia-siakan Aisha putri semata wayang mereka berduaan.
Vina Renata yang menatap ke arah Aisha segera bangkit dan menghunus pisaunya ke arah leher Aisha dan melepas niqab Aisha dengan paksa. "Kau pikir dia cantik hah Fatih!!! Kau pikir aku mencintaimu dengan hatiku!!! Tak ada sedikitpun cinta di hatiku untukmu Fatih karena wanita inilah yang menjadi penghalang ku untuk menguasai keluarga Yance!!! Keluarga dari Shinta dan Shanti beserta adiknya bernama Diana!!!" (Baca "Di Antara Rosario dan Tasbih).
Semua bersiaga penuh ketika Aisha sedang dalam ancaman Vina Renata, sebuah pisau menempel tepat di pipi Aisha hingga ke gores mengeluarkan darah. "Dia tak secantik aku Fatih!!! Aku yang harusnya menjadi penguasa keluarga besar Al-Fatih dan aku buat hancur dia seperti keluarga Yance!!!."
Emosional Fatih memuncak melihat istrinya kini tergores dan menangis ketakutan di bawah ancaman Vina Renata. Fatih menatap Riko yang tengah memandanginya seakan-akan memberikan kode untuk menyelamatkan Aisha.
"Jangan gegabah Fatih!!! Kau ingin istrimu selamat?? Tanda tangani ini semuanya!!! Dan asal kalian tahu Ahmad Fatihurahman dan Zahra Khumaira!!! Kalian harusnya terbunuh saat keluarga Yance menyelamatkan kalian semuanya!!! Cepat kau tanda tangani semuanya Fatih!!! Jika ingin istrimu selamat!!!" teriak Vina Renata sembari melemparkan sebuah surat penyerahan kekuasaan perusahaan keluarga besar Al-Fatih.
Aisha menggeleng untuk memberikan kode agar tidak melakukan yang di inginkan Vina Renata akan tetapi Fatih menoleh ke arah Ayah Ahmad Fatihurahman dan mendapatkan jawaban anggukan segera dia ambil surat pengalihan kepemilikan saham keluarga besar Al-Fatih untuk Vina Renata.
"Hahahahahahaha, bagus Fatih!!! bagus!!! Asal semua kalian tahu!! Ini adalah bayi dari Andre Villas Boas dan Andre lah yang merenggut kesucian ku pertama kalinya dan kau ...!!! Kau Fatih!!!! Bodoh sekali terperdaya dengan ajakan ku saat itu!!!! hahahahahahaha" Vina Renata berteriak seperti orang kehilangan kewarasan.
Semua tercengang mendengar ucapan Vina Renata tak terkecuali Shinta yang tiba tiba ambruk memegangi kepalanya karena mengingat sesuatu. Delon yang di samping Riko mengerti dengan keadaan Shinta segera memberi instruksi untuk membawa Shinta sedikit menjauh dari tempatnya saat ini.
"Kalian semua tahu?? jika aku lah yang merencanakan pembunuhan keluarga besar Al-Fatih saat Anas berada di kamp pelatihan militer!!!! Tapi ternyata aku salah!!! Keluarga Yance mengorbankan nyawanya dan ....." ucapan Vina Renata terputus karena sebuah tembakan peluru bius tepat di lehernya.
Fatih segera memeluk Aisha dan menggendong tubuh Aisha meskipun tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa akibat pukulan dari sang ayah kini menggendong Aisha ke atas kamar mereka.
"Kenapa datang terlambat Iqbal? Lihat menantu ku!!! Kau darimana saja hah!!!" bentak Ayah Ahmad Fatihurahman.
"Maaf Tuan Besar Ahmad, saya tadi sudah sampai tapi tidak boleh masuk oleh pasukan Delon dan Riko yang berjaga-jaga di depan jadi saya lumpuhkan mereka semuanya" ucap Iqbal melemparkan senjata milik bodyguard Delon dan Riko ke arah mereka berdua.
"Apakah dia mati?" tanya Umi Fatimah ke arah Iqbal.
"Assalamualaikum wr wb Nyonya Besar Fatimah, dia hanya tertidur dan ini keadaan Anas di sana sedang baik baik saja dan ini tentunya Tuan Besar Hamzah." Iqbal mencium tangan Abi Hamzah dengan penuh takzim.
"Anas menjadi pasukanmu nak?" tanya Umi Fatimah ke Iqbal.
Iqbal yang memberikan beberapa perintah ke kedua anak buahnya untuk meringkus keluarga besar Vina Renata kini duduk di bawah Umi Fatimah dan Abi Hamzah.
__ADS_1
"Anas saya bebaskan dari tugas Nyonya karena setelah ini tidak menutup kemungkinan Andre Villas Boas akan melancarkan teror yang tentunya untuk melemahkan pertahanan hati Fatih dan Aisha. D imanakah Shinta?" tanya Iqbal sambil mencari keberadaan Shinta.
"Dia di kamarnya Aisha dan benar jika Diana masih ada bersama Shanti di sana Iqbal?" balas Riko.
"Sudah tentu dan aku khawatir jika Shinta dan Shanti bertemu kelak karena ....... (Baca ya "Di Antara Rosario dan Tasbih).
kembali ke Aisha yang sedang di tenangkan oleh Fatih.....
Aisha yang sedang meringis kesakitan saat Fatih membersihkan luka gores akibat pisau milik Vina Renata kini menatap sendu ke arah Aisha.
"Mas?? Mas Fatih kenapa menangis?" tanya Aisha sembari menatap lekat manik mata Fatih mengalirkan air matanya.
"Aku telah zinah sebelum menikah denganmu Aisha, aku tak pantas menjadi suamimu, menjadi ayah untuk anak anak kita kelak bahkan aku tak pantas menjadi pendamping mu di surga kelak" Fatih menangis di pelukan Aisha.
Aisha menenangkan hati Fatih yang begitu sangat menyesal akan tetapi dengan sabar Aisha mencoba membuat Fatih tenang kembali, hingga .......
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum wr wb, terimakasih yang sudah membaca dan mencerna jalan cerita ini yang receh atau bahkan rumit ya?
Jangan lupa vote dan like serta komentar nya ya🙏🙏, untuk menambah semangat author juga😊😊.
Terimakasih semuanya.
__ADS_1
Wassalamu'alaikum wr wb.