Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 24


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


“Indama nuhibbu tartabitu masyairina bil khouf, nakhoful faqda, nakhoful firoq, wa nakhofu an Nashib aktsar”) Ketika kita mencintai, perasaan kita akan merasakan ketakutan, takut kehilangan, takut perpisahan dan takut berbagi)." Khibban NurCahyo.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Episode 24


Mama Zahra menyusul suaminya sambil berkata.....


"Fatih. Vina Renata telah membunuh seseorang yang di percaya oleh Ayahmu dan dulu kamu mengenalnya dekat akan tetapi Mama tak akan bercerita biarkan Aisha yang menceritakan semuanya karena berkas sudah di pegang Aisha dan keluarga besarnya terkait kejahatan Vina Renatasaat dulu." ucap Mama berlalu.


Fatih mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan Mama nya sementara Vina Renata berusaha menenangkan Fatih agar tidak terbongkar kedok nya "Aku harus melakukan cara terakhir untuk merebut perusahaan keluarga besar Al-Fatih meskipun nantinya aku kotor sekalipun." batin Renata.


Di lain tempat Aisha tengah termenung menatap langit biru, wajahnya menatap langit dan membatin.....


"Ya Allah ya Rasulullah apakah Aisha bisa bertahan setelah menikah nanti? Bukan hambamu yang hina ini menolak takdirmu akan tetapi Aisha ingin merasakan cinta dari pasangan hamba ya Allah." air mata Aisha mengalir di kedua pipinya.


Shinta yang tengah membereskan berkas pekerjaan Aisha yang telah di pelajari oleh Aisha memandang Aisha yang berbalut setelan gamis dan jilbab yang menampilkan kecantikan seorang wanita.


"Nona muda memikirkan apa?" Shinta membuyarkan lamunan Aisha.


"Eh anu Kak, lagi mikir setelah ini santriwati mau di kasih pembelajaran apa ya." ujar Aisha sambil menghapus air matanya.


"Nona Aisha kenapa menangis? Saya minta maaf jika saya memiliki kesalahan ke Nona Aisha." Shinta menundukkan mukanya di depan Aisha.


"Masya Allah Kak Shinta kenapa meminta maaf? Aisha tak apa apa kak, nanti ikut yuk mengajar santriwati." ajak Aisha.


"Mohon maaf Nona saya tak memiliki pakaian layak seperti Nona Aisha akan tetapi saya ingin belajar dengan Nona Aisha. Boleh?" tanya Shinta.


"Kak Shinta boleh memakai baju Aisha, baju Aisha juga pas untuk Kak Shinta kok karena dalam QS Al Ahzab ayat 59 berbunyi Yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika wa banātika wa nisā`il-mu`minīna yudnīna 'alaihinna min jalābībihinn\, żālika adnā ay yu'rafna fa lā yu`żaīn\, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā. Yang artinya: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu\, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin\, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali\, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun\, Maha Penyayang." ucap Aisha menjelaskan sebuah ayat dalam Al-Qur'an ke Shinta.


Shinta mengangguk dan tersenyum ke arah Aisha....


"Nona Aisha berhak memiliki suami yang bisa mendampingi dan membimbing Nona Aisha bukan seperti Tuan Fatih." ucap Shinta.


"Ssstttt, tak boleh bilang begitu ya Kak, semuanya sudah di tulis di Lauhul Mahfudz sana siapa jodoh kita, meskipun sifat dan sikap Mas Fatih seperti itu saat ini tapi Insya Allah Aisha akan berusaha hingga nafas terakhir Aisha." senyum Aisha.


"Shinta yakin jika Nona Aisha mampu menaklukkan hati Tuan Fatih setelah menikah nanti, baiklah Nona Aisha saya minta izin untuk meminjam baju gamis dan jilbabnya ya Nona Aisha." pinta Shinta.


"Aisha hanya bisa berdoa dan berusaha setelah itu biarkan Allah SWT yang menentukan Kak karena Aisha hanya manusia, nih Kak Shinta pakai ini ya." balas Aisha sambil meletakkan sepasang baju gamis lengkap dengan jilbabnya.


Shinta mengangguk dan tersenyum untuk berterimakasih ke arah Aisha.


Setelah beberapa lama Shinta yang sibuk membenahi setelah gamis dan jilbabnya beserta niqab nya yang di bantu Aisha hanya bisa tersenyum di balik cadarnya, Shinta menatap pantulan tubuhnya berbalut gamis beserta jilbab dan niqabnya menunduk "Masih adakah waktu untuk berbenah diri untuk menjadi lebih baik ya Tuhanku?." batin Shinta.

__ADS_1


"Alhamdulillah Kak Shinta cantik dan terlihat lebih menawan kalau seperti ini, Kak Shinta bisa kok untuk merubah ini semuanya Kak asal dari hatinya Kakak memiliki tekad kuat, apa ini membuat kepanasan Kakak?" tanya Aisha menunjuk niqab Shinta.


"Hehehehehehehe iya ternyata saya merasa panas Nona, bolehkah tanpa niqab?" tanya Aisha.


"Boleh Kak, yuk sudah di tunggu santriwati." ajak Aisha.


"Nona tunggu, apakah Shinta boleh mengucap dua kalimat syahadat kembali? Dan merubah tampilan Shinta untuk lebih baik di Mata Tuhan dan manusia?." tanya Shinta.


"Masya Allah Kakak Shinta, sangat boleh Kak, Kakak harus bisa memiliki niat untuk merubah." Aisha memberikan semangat Shinta.


Aisha berjalan menggandeng Shinta, Shinta yang merasa tak enak karena di gandeng dengan Aisha yang seorang Nona Muda Calon menantu dari keluarga besar Al-Fatih hanya menurut. Anas yang sedang mengajar kitab santri menatap ke arah Aisha yang tengah berjalan dengan Shinta.


"Gus Anas itu siapa nggih dengan Ning Aisha?" tanya santri di depannya menunjuk seorang wanita di sebelah Aisha yang tak lain tak bukan adalah Shinta.


"Iya ya kok baru lihat santriwati baru mungkin tapi cantik ya." ucap teman di sampingnya.


"Hust hust bukan muhrim, tundukkan penglihatan kalian." ajak Anas.


Anas segera menghampiri Aisha untuk menanyakan siapa di samping Aisha....


"Assalamualaikum wr wb adikku Aisha, siapa nih? Santriwati baru ya? Sudah di bawa ke Umi Fatimah belum? Tapi kok sepertinya aku kenal, apakah dia Shinta?" tanya Anas ke arah Aisha sambil menatap Shinta yang menunduk tak melihat kan wajahnya.


"Kepo banget sih, idih ngapain liat liat? Hust hust sana sana bukan muhrimmu Kak." ucap Aisha.


Anas bergeming mengacuhkan ucapan Aisha, hingga dia......


"Waalaikumsalam wr wb Kak Anas, benar saya Shinta, permisi saya mau ikut Nona Aisha." pamit Shinta sambil menahan degup jantungnya bertemu Anas.


"Hei Kak Anas!! Tak bilang Abi Hamzah nanti lho biar mengkhitbah Kak Shinta untuk dirimu, dah dulu Aisha mau ngaji sama santriwati, assalamualaikum wr wb." Aisha pamit tanpa menghiraukan Anas yang masih menatap Shinta penuh kekaguman.


"Waalaikumsalam wr wb, ternyata cantik dirimu Shinta jika tertutup seperti ini." ucap Anas.


Shinta yang mendengar perkataan Anas semakin menunduk dan mengatur degup jantungnya.


"Uda jangan terkecoh gombalan Kak Anas, nanti biar Aisha yang bilang Abi Hamzah untuk mengkhitbah Kak Shinta untuk Kak Anas." ucap Aisha.


"Maaf Nona Aisha, saya belum siap dan sangat tidak pantas untuk Kak Anas, Kak Anas bisa mendapatkan lebih baik dari saya." ucap Shinta masih menunduk.


"Tidak ada kata terlambat untuk merubah Kak Shinta jadi lebih baik di hadapan Allah SWT dan manusia Kak, nanti jadi kan mengucap dua kalimat syahadat di depan Abi Hamzah dan Umi Fatimah?." tanya Aisha.


"Insya Allah dan bismillahirrahmanirrahim Shinta yakin Nona Aisha akan tetapi tolong bantu saya untuk merubah tabiat Shinta." pinta Shinta.


"Masya Allah Alhamdulillah Kak Shinta, pasti Aisha bantu, yuk santriwati sudah menunggu tuh." tunjuk Aisha ke arah santriwati yang berdiri menunduk menunggu kedatangan Aisha untuk memberikan ilmu pengetahuan agama.


Aisha membalas menunduk ke arah santriwati yang berjajar rapi.....

__ADS_1


"Assalamualaikum wr wb, maaf ya anak anak Kak Aisha sedikit terlambat, oh ya kenal kan ini Kak Shinta lho yang biasanya sama Kak Aisha." ucap Aisha memperkenalkan Shinta ke santriwati nya.


"Waalaikumsalam wr wb Ning Aisha, Masya Allah Kak Shinta semakin cantik dan terlihat lebih menawan memakai gamis dan jilbab." ucap salah satu santriwati.


"Iya ya, wah semakin sulit mendekati Gus Anas kalau begini nih, kalah jauh dengan Kak Shinta nih kita." balas santriwati di dekat Aisha.


Aisha menggeleng pelan dan membuka niqab nya kemudian......


"Kalian suka sama Kak Anas? Yauda nanti biar Kak Aisha bilang ke Abi Hamzah dan Umi Fatimah ya." Aisha tersenyum ke arah santriwati.


"Eh eh eh Ning Aisha bukan maksud kita gitu Ning, jangan Ning, waduh bisa di poligami kita nih kalau gitu." kelakar santriwati yang bernama Adilla.


Aisha tersenyum hingga terlihat deretan giginya menambah kesan cantik dan menawan di padukan wajah nya yang putih dan lesung di kedua pipinya.


Shinta hanya menggeleng dan tersenyum mendengar perkataan santriwati lainnya, Aisha memulai pembelajaran sebuah kitab tentang menjadi muslimah yang di cintai Allah SWT dan Rasulullah SAW.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Apakah Anas menjadikan Shinta untuk pelabuhan terkahirnya kelak? Seperti Aisha yang segera menikah dengan Fatih dalam waktu dekat ini?


__ADS_2