Jalan Cinta Aisha Khumairah

Jalan Cinta Aisha Khumairah
Episode 50


__ADS_3

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


ูƒุงู† ู…ู‚ุฏุฑุงู‹ ู„ู†ุง ุฃู† ู†ูƒูˆู† ู…ุนุงู‹.


Kฤna muqaddaran lanฤ สพan nakลซna maสฟan.


Artinya: Kita ditakdirkan untuk bersama.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Episode 50


"Cukup nak untuk tiga puluh lima hari di sana? Dan cukupkah kita membawa persediaan uang sekitar tiga ratus juta selama di sana?" tanya Ayah Ahmad Fatihurahman.


"Masya Allah Ayah, segitu apa gak kebanyakan? Dan kenapa kok milih tiga puluh lima hari di sana? Ada apa Ma?" tanya Aisha menoleh ke arah Mama Zahra Khumaira.


"Kalian di sana selain beribadah untuk umrah nanti Mama ingin kamu pulang sudah mengandung. Aisha tahu karena apa, Nak? Mama, Ayah, Umi dan Abi sudah berumur dan ingin sekali menggendong cucu." ucap Mama Zahra Khumaira.


Mendengar ucapan Mama Zahra Khumaira, Aisha merasakan panas di wajahnya hingga membuat wajahnya kembali merah merona.


"Ma, bukankah di sana itu di haramkan untuk berhubungan badan di sana? Kalau Fatih sih ingin bermunajat bersama Aisha dan bermunajat untuk Fatih sendiri Ma." balas Fatih karena melihat Aisha yang masih malu mendengar ucapan Mama Zahra Khumaira.


"Haiissshh, benar juga apa yang di katakan Fatih itu sayang tapi bentar bentar, coba kamu tanyakan ke Abi Hamzahmu Fatih dan jangan Aisha yang bertanya, paham? Atau mau Ayahmu ini yang bertanya keinginanmu untuk itu Fatih? hehehehehe." balas cepat Ayah Ahmad Fatihurahman.


Fatih menunduk mendengar permintaan Ayah nya tersebut akan tetapi Delon yang tiba tiba masuk dengan menyeret Ghea dan beberapa laki laki bertubuh gempal yang penuh dengan luka lebam.


"Aish pakai niqabmu." perintah Fatih cepat kearah Aisha dan Aisha segera memakai niqab nya.


Ayah Ahmad Fatihurahman yang tersentak melihat Ghea yang ternyata anak dari rekan bisnisnya itu tengah bersimpuh dengan luka lebam di wajahnya.


"Delon, Shinta, ada apa ini? Dan kamu kenapa Ghea?" suara Ayah Ahmad Fatihurahman mengeras.


"Hiks hiks hiks, Om Ahmad Fatihurahman, aku di pukuli mereka, padahal aku kesini untuk menjenguk istri Kak Fatih." ucap Ghea seraya terisak.


Mama Zahra Khumaira tersenyum kecut menatap Ghea tetapi berbeda dengan Ayah Ahmad Fatihurahman yang tengah menatap tajam Delon dan Shinta. Ayah Ahmad Fatihurahman yang tersentak melihat Ghea yang ternyata anak dari rekan bisnisnya itu tengah bersimpuh dengan luka lebam di wajahnya.


"Benar begitu Delon, Shinta!!!!." bentakan Ayah Ahmad Fatihurahman ke arah Delon dan Shinta.


Ghea yang tetap menunduk menyembunyikan senyuman smirknya karena kemenangannya.


"Yah, dengarkan. Mereka berdua aku suruh memukuli Ghea atau apakah Ayah takut dengan keluarga Ghea?" ucap Fatih menekan nada bicaranya.


"Mas, sudah, jangan begitu dengan Ayah dan silahkan Delon dan Kak Shinta menjelaskan bagaimana Nona Ghea babak belur seperti ini?." pinta Aisha menatap Delon dan Shinta bergantian.


Aisha mencoba mencairkan suasana tegang karena menurutnya Ghea tak sebaik itu ke dirinya saat ini. Delon pun menunduk memberikan hormat dan menyerahkan rekaman percakapan antara Shinta dengan Ghea. Ayah Ahmad Fatihurahman dan Mama Zahra Khumaira tersentak mendengar isi rekaman percakapan Ghea dengan Shinta yang berisikan merebut Fatih dari Aisha.


"Kan bener Yah, Fatih tak akan kembali mengulang kesalahan yang sama untuk menyakiti hati Aisha." ucap Fatih seraya mengusap pucuk kepala Aisha yang berbalut hijab.

__ADS_1


"Om jangan dengarkan isi percakapan itu, semuanya salah paham. ucap Ghea membela diri.


"Lantas siapa yang berbicara dalam rekaman ini? Setan kah? Atau manusia berhati setan Ghea?. Om menghormati mu karena orang tuamu bekerjasama dengan perusahaanku akan tetapi sebentar lagi Om putuskan kontrak kerjasamanya." nada penekanan Ayah Ahmad Fatihurahman ke arah Ghea.


"Tapi Om?? Aku hanya...." ucapan Ghea terputus karena hapenya berdering.


Ghea segera menekan tombol hijau untuk menerima panggilan dari ayahnya, hingga....


"Baik Pa, Ghea pulang sekarang. Ghea menutup panggilan dari ayahnya sepihak.


Ghea berpamitan undur diri ke Ayah Ahmad Fatihurahman, Mama Zahra Khumaira, Fatih dan tentunya ke Aisha Khumairah, akan tetapi Ghea membisikkan sesuatu...


"Jika dengan cara baik baik kamu tidak mundur maka aku yang memaksakan kehendak merebut Kak Fatih darimu, karena Kak Fatih hanya pantas untuk ku." bisik Ghea di telinga Aisha.


"Silahkan jika mampu Nona Ghea tapi ingat jangan lupakan ikhtiarku mempertahankan Mas Fatih." balas Aisha berbisik ke telinga Ghea.


Aisha tersenyum di balik niqabnya setelah berbisik ke Ghea, dalam hatinya merasa ingin mencabik wajah cantik Ghea untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Fatih. Ghea tersenyum smirk menandakan genderang perang tengah di tabuh ke arah Aisha akan tetapi Aisha hanya menatap Ghea dengan lembut.


"Yauda Ayah yuk kita pulang dan nanti tanya ke dokternya ya Fatih untuk menanyakan kapan Aisha bisa pulang." ucap Mama Zahra Khumaira membuyarkan lamunan Fatih menatap kepergian Ghea yang telah berbisik ke arah Aisha tadinya.


"Baik Ma, hati hati di jalan, salam ke Riko ya Ma, bilang saja jika tertarik dengan wanita suruh langsung menikah saja." ucap Fatih sembari terkekeh.


"Iya deh nanti Mama yang bilang soalnya Riko sering ke Panti Asuhan Al-Azhar juga tuh katanya ada yang di temuin terus, yauda Mama dan Ayah pulang, yuk Yah, baik baik ya Aisha, semoga perutnya segera isi dekbay imut ya sayang, assalamualaikum wr wb." ucap Mama Zahra Khumaira sembari mengelus perut Aisha berharap ada dedek bayi di perut Aisha.


"Waalaikumsalam wr wb, amin amin amin Ma, hati hati ya Ma Yah." ucap Fatih mengambil alih jawaban.


"Bae, jangan bersedih gitu, boleh aku buka niqabmu?" tanya Fatih menatap Aisha yang menunduk setelah mendengar ucapan Mama Zahra Khumaira.


Aisha mengangguk memberikan jawaban untuk Fatih yang membuka niqab nya. Kedua mata insan kembali bertemu sangat lama hingga.


"Maaf Mas, Aisha belum bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Fatih." lirih Aisha meneteskan air matanya.


Fatih merasakan hatinya tersayat mendengar ucapan Aisha yang merasa bersalah terhadap nya.


"Maaf belum memberikan hakmu dariku Mas." suara Aisha kembali lirih.


"Bae yang seharusnya meminta maaf itu aku bukan kamu Bae. Karena aku tidak memberikan kewajiban ku sebagai suamimu yaitu menjaga dan merawat keluarga kecil kita bahkan aku sudah berzinah bae dengan orang yang bukan muhrim ku. Aku menyesal Bae mensia-siakan kamu Bae." ucap Fatih memeluk Aisha erat sembari meneteskan air matanya.


"Kita lupakan yang lalu ya Mas, jangan ada dusta di antara kita. Ingat kan dan marahlah jika Aisha memiliki salah dengan Mas Fatih, kita mulai dari awal ya Mas, insya Allah Aisha membuka hati untuk Mas Fatih." ucap Aisha menatap Fatih lekat.


Cklek (pintu kembali terbuka untuk membuyarkan kemesraan mereka berdua).


"Maaf Tuan, sudah waktunya Nona Aisha di visit oleh dokter." ucap suster membuyarkan pelukan Fatih dan Aisha.


"Mana dokternya? Laki laki atau perempuan?" tanya Fatih menelisik di belakang tubuh suster.


"Perempuan Tuan, mari Nona Aisha saya check dulu ya." ucap suster sembari menyiapkan alat ukur tekanan darah.

__ADS_1


"Wah tekanan darah sudah normal Nona, semoga lekas sembuh dan tentunya segera pulang." ucap suster sembari mengecek cairan infus Aisha yang sudah mulai habis.


Aisha tersenyum mendengar ucapan suster tersebut, seorang dokter berjilbab dan bergamis serta memakai niqab masuk ke ruang inap Aisha.


"Assalamualaikum wr wb, Aisha? Fatih? Ini kalian berdua?" tanya dokter muda itu.


"Waalaikumsalam wr wb, dokter siapa ya?" tanya Fatih menunduk ke lantai.


"Wah, ternyata kamu Aish yang menundukkan sang singa bernama Fatih, kamu lupa aku Fatih?" tanya dokter muda tersebut.


Aisha mengingat dokter muda yang tengah mengeluarkan stetoskop untuk memeriksanya.


"Waalaikumsalam wr wb. Kak Alena? Ini Kak Alena dulu yang mondok di Abi dan Umi kan?" tanya Aisha antusias.


Alena, seorang dokter muda yang dulu pernah mengejar Anas akan tetapi Anas telah memiliki Vina Renata dan Fatih pernah menaruh hati ke Alena akan tetapi karena Vina Renata lebih mempesona daripada Alena maka Fatih memutuskan untuk bersama Alena.


"Alhamdulillah kamu mengingatku Aisha, apa kabarnya Fatih?" ucap Alena memberikan salam ke arah Fatih.


"Baik. Kapan istriku bisa pulang?" pendek Fatih.


"Satu sampai dua hari lagi Fatih, bersabarlah, ternyata benar rumor yang beredar jika Aisha mampu menaklukkan hatimu dari Vina Renata. Alhamdulillah Aish sudah kering luka jahitannya." ucap Alena sembari mengecek jahitan luka Aisha.


"Alena, jangan sebut namanya lagi karena saat ini aku sudah memiliki Aisha dan aku minta informasi untuk dokter kandungan tapi dokternya harus perempuan." ucap Fatih mengeluarkan ponselnya.


"Kenapa harus dokter kandungan perempuan? Kamu takut dengan Aisha jika berpaling darimu kelak Fatih?" tanya Alena.


Aisha tersenyum mendengar permintaan Fatih yang begitu mulai posesif terhadapnya, akan tetapi Aisha senang dengan permulaan dari Fatih.


"Nih nomor dokternya dan besok aku tuliskan untuk rawat jalan untuk Aisha tetapi lihat kondisi satu dua hari lagi karena beruntung luka tembak tidak begitu dalam di tubuh Aisha, jaga dia Fatih jangan sia sia kan Aisha karena dulu dia tidak ada yang mengenal bahkan berkenalan dengannya dan beruntunglah kamu mendapatkan Aisha bukan Andre." ucap Alena dengan datar.


Aisha melotot mendengar nama Andre keluar dari Alena, begitu juga Fatih yang tengah mengingat kembali siapa Andre sebenarnya.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum wr wb gaes, sehat semua? jangan lupa like dan komentar nya ya gaes, saya tahu jika tulisan saya kurang bermutu ๐Ÿ™๐Ÿ™, maaf ya๐Ÿ™๐Ÿ™.

__ADS_1


__ADS_2