
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
عندما أنظر إليك، أرى بقية حياتي أمام عيني.
ʿIndamā ʾanẓuru ʾiilayka, ʾarā baqiyyaẗa ḥayātī ʾamāma ʿaynī.
Artinya: Ketika aku melihatmu, aku melihat sisa hidupku di depan mataku.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Episode 53
"Baiklah akan tetapi nanti berikan pertanggungjawaban di depan Kakak iparmu." pinta Fatih.
"Baiklah, Pak Rian coba hubungi Ghea sudah sampai mana dan Delon sudah siap semuanya? Perekam dan kameranya sudah siap semuanya??" tanya Riko ke Delon.
"Sudah ready semuanya Tuan tinggal saya mencicipi tubuh sintal Nona Ghea." ucap Delon berbinar.
Rian segera menghubungi Ghea untuk bertemu di rumah sakit milik keluarga besar Al-Fatih, Rian dengan setelan pakaian perawat khusus laki laki sudah bersiap. Keempat lelaki itu melangkah mantap setelah Rian mengetahui anak dan istrinya sudah berhasil di temukan dan tinggal eksekusi untuk penyelematannya.
"Hubungi Ghea Pak, kita tunggu di kamar untuk bersembunyi." ucap Riko berlagak seperti sutradara adegan panas.
"Baik Tuan, terimakasih banyak atas bantuannya." ucap Rian membungkuk memberikan hormat.
Fatih kembali ke ruang inap Aisha yang tengah di temani Shinta dan tentunya bersiap melakukan aktingnya, sementara Riko dan Delon sudah memasuki kamar inap yang sudah di setting sedemikian rupa oleh Delon.
"Menarik Delon tapi setelah ini kau nikahi tuh Ghea!!!.Paham kau Delon??" suara Riko terdengar membunuh Delon.
"Dengan senang hati Tuan, berarti nanti boleh keluar di dalam??" pertanyaan Delon ambigu.
"Boleh tapi dengan syarat!! Nikahi Ghea!! Paham??" suara nada Riko kembali terdengar membunuh.
Kembali ke Fatih yang mengobrol dengan Shinta terkait penjebakan terhadap Ghea. Fatih menceritakan semuanya penjebakan terhadap Ghea karena keinginan untuk menjauhkan dia dengan Aisha.
"Lakukan Tuan asal tidak menyakiti Nona Aisha, meskipun ini dosa besar bagi Delon." ucap Shinta menunduk.
"Baiklah, doakan sukses juga meskipun ini dosa pastinya." balas Fatih.
Ruangan kamar inap terbuka dan terdapat dua perawat laki laki, ya! Pak Rian dan mata mata dari Ghea .
"Selamat malam Tuan Fatih, mohon untuk mengurus administrasi Nona Aisha, silahkan ikuti kita berdua." suara Pak Rian tegas.
"Baiklah, mungkin sudah waktunya untuk memperbarui administrasi meskipun ini rumah sakit keluarga besarku, titip Aisha istriku Shinta. Assalamualaikum wr wb." ucap Fatih berlalu mengikuti Pak Rian dan mata mata Ghea.
Delon dan Riko bersembunyi di balik lemari yang terletak di dalam ruang inap untuk eksekusi Ghea nantinya dan Ghea sudah memasuki perangkap nya, lebih tepatnya perangkap yang di buat dirinya sendiri.
"Kenapa harus gelap sih? Tapi tak apalah yang penting aku bisa bersatu dengan Kak Fatih nantinya." ucap Ghea percaya diri sambil melihat beberapa kamera untuk dokumentasi adegan panasnya nanti bersama Fatih upss salah yang benar bersama Delon.
Fatih berjalan memasuki kamar inap seolah-olah mengikuti alur cerita Rian, hingga.....
"Lho kok di sini? Mana petugas administrasinya??" ucap Fatih.
Tapi sayang mata mata Ghea menyuntikkan anestesi ke leher Fatih dan seketika Fatih terjatuh karena bius yang sudah menjalari tubuhnya.
"Bagus Rian!! Kali ini aku anggap lunas sebagian hutangmu, cepat!! Taruh Kak Fatih di atas ranjang ini, aku berganti pakaian ini terlebih dulu." ucap Ghea penuh percaya diri sembari berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah Ghea memasuki kamar mandi, segera Delon melumpuhkan mata mata Ghea dan menyeretnya ke dalam lemari. Delon pun segera menggantikan posisi Fatih yang tertidur karena bius yang di berikan tadi.
Ghea yang sudah memakai lingerie merah dan terlihat seksi di mata Delon yang berpura-pura tertidur hanya menahan gejolaknya.
"Duh Kak Fatih ternyata dalam keremangan pun tetap tampan,aku mulai pemanasan dululah." ucap Ghea mulai melancarkan aksinya.
__ADS_1
"Nona, maaf, apakah bisa di rekam." tanya Rian.
"Lakukan cepat!! Dan dimana temanmu?!!" tanya Ghea tanpa curiga karena mulai bermain dengan benda pusaka milik Delon, ingat Delon bukan Fatih ya Ghea.
"Dia beli rokok Nona dan berjaga di luar kamar." ucap Rian berbohong.
"Jika wanita itu tak bisa menikmatimu maka aku kan memilikimu Kak Fatih, hemmm lezat sekali benda pusaka ini." ucap Ghea menaik turunkan kepalanya di atas benda pusaka Delon yang di anggapnya Fatih.
Detik detik penyatuan raga Delon dan Ghea pun semakin dekat, Ghea mengambil posisi di atas Delon dengan ganasnya, hingga.....
"Nikmat, nikmat dan sedikit sakit sayangku Kak Fatih, hemmmm nikmat." ucap Ghea menaik turunkan tubuhnya di atas tubuh Delon dengan ganasnya dengan mengira bahwa dia telah menyatukan tubuhnya dengan Fatih.
Setelah beberapa menit Delon tersadar dan mengikuti skenario yang di berikan Riko kepadanya.
"Aduh, Ghea, kenapa jadi begini??" suara Delon di buat sama dengan suara kepemilikan Fatih.
"Hemmm, Kak Fatih telah bangun? Ayo Kak, sebentar lagi Ghea nyampai, aaaakkkkkhhhhhh Ghea kepuncak Kak Fatih." Ghea terus meracau.
Riko yang bersembunyi di dalam lemari pun tersenyum puas mendengar rintihan suara Ghea yang mengalami penyatuan dengan Delon bukan Kakak nya si Fatih.
"Iya sayang, enak sekali milikmu, berbeda dengan dia huft huft." ucap Delon kembali mengikuti skenario Riko.
"Hemmmm enak kan sayang, isep dong sayang ini hemmmm." Ghea menyodorkan dua benda kenyal ke wajah Delon.
Delon pun menerima dengan senang hati, dia ******* habis benda kenyal tersebut hingga....
"Huft huft sayang nikmat, aku mau keluar!!! Aduh bentar lagi." Ghea meracau kesetanan.
"Tunggu sayang aaaakkkkkhhhhhh, aku mau keluar, dalam atau luar sayang? Hebat dan nikmat sayang." Delon merasakan penyatuan dengan Ghea.
"Dalam saja sayang, aku ingin mendapatkan mu dan memiliki anak darimu." racau Ghea sudah persis cacing kepanasan.
Akhirnya mereka berdua sampai puncak dan tiba-tiba......
Prok
.
.
Prok
.
.
Prok
(Aplause dari Riko menyadarkan Ghea.).
"Kamu!!!! Sial!!! Kamu menjebakku Rian!!!" umpat Ghea yang masih duduk di atas Delon.
"Halo Nona Ghea, enak sekali servis darimu, wuih banyak sekali nih, pasti jadi adik bayi nih." ucap Delon menatap ke arah milik Ghea.
Ghea segera melompat turun akan tetapi....
Click click click (Rian mengambil foto Ghea yang masih bertelanjang di atas Delon).
"Kurang ajar kau Rian!! Awas kau!!" Ghea mengambil telfon genggamnya tapi naas Riko sudah mengambilnya terlebih dahulu .
"Bagaimana Nona Ghea? nikmat kan? Jangan pernah mendekati bahkan menyentuh Kakakku Fatih dan Kakak iparku yaitu Kak Aisha. Atau mau viral kamu??" ancam Riko sembari menyimpan video yang di rekamnya adegan panas Ghea dan Delon.
__ADS_1
"Apa yang kalian inginkan hah!!! Sial!!" umpat Ghea.
"Apa yang kita inginkan Ghea? Telfon pasukanmu yang menyandera istri dan anak Pak Rian dan jika sudah tidak di angkat berarti sudah hilang nyawa semuanya, kenapa harus pakai cara kotor untuk menjatuhkan ke-dua Kakakku??" tanya Riko sangat santai sembari melemparkan baju untuk Ghea agar secepatnya di pakai olehnya.
Fatih yang sudah tersadar akhirnya keluar dengan bersamaan Ghea sudah memakai bajunya kembali.
"Wuih, mantap Delon? Keluar dalan atau luar???" tanya Fatih tanpa dosa.
"Dalam bos, nikmat, menggigit dan legit." ucap Delon sembari mengenakan pakaiannya kembali.
"Halo Ghea, licik ya kamu, hahahahahahaha, sudah aku katakan jangan pernah menggangguku dengan istriku Aisha, mana dik rekamannya nanti aku share." ancam Fatih.
Riko melempar kan kamera yang berisikan adegan panas Ghea dengan Delon, Ghea pucat pasi mengingat kehormatannya beserta keluarga besarnya sedang sangat di pertaruhkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Assalamualaikum wr wb gaes, sehat semua? jangan lupa like dan komentar nya ya gaes, saya tahu jika tulisan saya kurang bermutu 🙏🙏, maaf ya🙏🙏.