Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 100 Harap-harap cemas


__ADS_3

Bumi membeku di tempat saat mendengar Kanaya menyebutkan kata Dokter kandungan.Apa yang ada dalam pikirannya saat ini tepat?


"Sayang, kenapa harus ke dokter kandungan?"Tanya nya dengan gugup.tentu saja Kanaya hanya bisa tersenyum tipis, ia mendekati sang suami kemudian berbisik di telinga suaminya itu.


tentu saja Bumi bersorak senang, ia dengan sangat semangat segera menghabiskan makanan yang Kanaya bawa.


"Habis makan,Mas sholat dulu,setelah itu baru berangkat ya."


"Ok sayang,terus ALteza gimana?"


"Naya udah kirim pesan sama Mama, katanya Eza biar ikut mama aja."


"Ya udah kalau begitu,Mas habiskan dulu makanannya ya."


Kanaya mengangguk.


Setelah menyelesaikan makan siang dan sholat Dzuhur nya,Bumi dan Kanaya tidak jadi ke rumah sakit, karena kebetulan dokter yang praktek sudah penuh, ia sudah membooking dokter untuk keesokan hari saja.


"Besok pagi sebelum berangkat kerja,Mas temani kamu dulu sayang ke Dokter,ok."


"Baik Mas, ya udah Kanaya pulang saja kalau begitu ya, biar Mas lanjutin kerjanya!'


"Eh tunggu sayang, gak usah,Mas ikut pulang bentar lagi, tapi kamu mau nunggu sebentar.Mas beresin ini dulu."


Kanaya mulai mempertimbangkan keinginannya untuk pulang lebih dulu, akhirnya ia mengalah dan memutuskan untuk menunggu suaminya, Ia duduk di sofa depan meja kerja Bumi, sambil berkirim pesan dengan Zora membahas masalah konveksi topi yang bekerja sama dengan tokonya, Zora mengalami sedikit kendala karena kekurangan tenaga kerja, Toko belakangan ini sangat ramai dan Nurul kewalahan, belum lagi permintaan secara online dari berbagai provinsi.


"Sabtu ini aku akan minta Izin sama suamiku untuk bisa kesana,Ra.Ada yang kamu inginkan? biar akau bawa dari sini." ucap Naya di pesan yang ia kirim pada sang sahabat.


[" Tidak Nay, aku ingin kamu menyeleksi beberapa karyawan saja untuk membantu Nurul, kasihan dia tiap hari harus lembur dan berangkat lebih pagi dari biasanya, aku gak begitu pandai untuk menilai karyawan baru."]


"Baiklah, nanti juga aku akan minta tolong pada mas Bumi agar membantu memilihkan kriteria yang kita inginkan."


["Baiklah Nay, sampai jumpa di bandung."]


"Ok, kamu jaga diri dan hati-hati ya Zora."

__ADS_1


["Sip."]


Setelah berkirim pesan dengan ZOra, Naya merasakan dirinya sangat mengantuk, tanpa terasa ia memejamkan matanya dan tertidur di sofa dengan posisi kepala bersandar pada ujung sofa itu.


Satu setengah jam kemudian, Bumi telah selesai mengerjakan semua pekerjaan, bahkan mejanya kini telah bersih dari semua kertas dan peralatan menulisnya, ia sudah bersiap untuk pulang, namun ketika melihat sang istri yang tertidur dengan nyenyak, ia merasa sangat merasa bersalah, Kanaya tertidur di sana pasti karena kecapean dan bosan menunggunya terlalu lama, sepertinya besok ia akan membuat kamar kecil di ruangannya untuk tempatnya istirahat,, atau jika ada anak dan istrinya yang sedang main ke kantor dan lelah bisa beristirahat di kamar.


Dengan lembut, Bumi mengusap pipi Kanaya dan mengecup keningnya.


"Sayang, ayo bangun, katanya mau pulang."Ucapnya.


Kanaya membuka mata dan sedikit mengucek nya.


''oh Mas, udah selesai?" tanya nya sambil menahan kantuk, ia masih belum kenyang tidurnya.


''Sudah, masih ngantuk?" tanya Bumi lagi dengan lembut.


''sedikit Mas, gak apa-apa, ayo kalau sudah kita pulang saja."


"Ayo,mas juga udah siap."


Bumi meraih tangan wanita cantik itu dan keluar ruangan bersama-sama, ia berpamitan pada sang sekretaris jika hari ini ia pulang lebih awal dari biasanya.Tak lupa Bumi juga mengirim pesan pada Doni, jika sudah selesai dengan pekerjaannya ia dan bawahannya juga boleh pulang, hari ini tidak ia lembur kan, kecuali pada bagian yang urgent.


Namun bagi karyawan lama, mereka semua tahu siapa wanita yang bersama atasannya itu, selain sebelumnya Kanaya pernah dibawa kek kantor yang dulunya di pimpin oleh Pak Arif itu, sebagian dari mereka juga ikut menghadiri akad nikah Bumi dan Kanaya, beberapa tahun yang lalu itu.


Sepanjang perjalanan Bumi terus memegang erat tangan Kanaya dan sesekali mengecupnya, membuat Kanaya tersipu dan merona.


"Apa sih Mas, lihat Naya kaya gitu?"


"Mas gemes sama gak sabar buat besok sayang."


"Nyesel aku, kasih tau sama kamu Mas, jadi gak suprise deh.' Ucap kanaya dengan malu, pasalnya dia tadi keceplosan, Beberapa minggu ini ia merasakan tidak enak badan dan mengalami telat mentruasi,ia memang belum melakukan tes mandiri, karena ia sangat yakin jika saat ini dirinya berbadan dua, Kanaya teringat saat awal kehamilan dulu, dan ia selalu mengalami hal yang sama.


"Kalau pake tes peck dulu mau gak sayang? mumpung kita lagi di jalan, Mas beli di apotek."


"oK deh Mas, tapi sama jajan sekalian ya, Naya mau es es boba sama baso aci ya.''

__ADS_1


Bumi hanya menggelengkan kepalanya,"Udah punya anak gede masih saja suka jajan,Yang.''


"Ihhhh biarin Mas, seger lo panas- panas gini."


"Baiklah istri cantikku."


Tak berapa lama, Bumi memarkirkan kendaraanya di depan sebuah apotek 24 jam, ia keluar sendiri dari mobil itu.


"Kamu tunggu dulu disini ya, Mas ke dalam gak lama."


"Ok Mas, jangan lupa es boba nya, tuh ada yang jualan dekat Mas.'Tunjuk Naya pada ruko yang ada si sebelah apotek.


"Siap sayang, mau rasa apa?"


"rasa susu campur gula aren Mas."


"Ok." Bumi mengangkat jempolnya keatas, kemudian ia melangkah menuju apotek untuk membeli alat tes kehamilan.


Sepuluh menit kemudian , Bumi telah kembali dengan dua kantong kresek berisi barang yang ia beli di apotek, beserta minuman yang Kanaya inginkan.Begitu sampai mobil, ia kembali menggelengkan kepalanya karena istri kecilnya ternyata kembali tertidur dengan mulut yang terbuka.


"Heran Mas sama kamu Nay, kok bisa tidur dalam keadaan begini sih, kalau ada orang jahat gimana?"


Bumi membetulkan seatbelt pada tubuh Kanaya, dan sedikit menurunkan jok yang di duduki oleh istrinya itu agar terlihat lebih nyaman,Sebelum menyalakan mesin mobilnya ia sedikit mencuri ciuman dia kening Kanaya.


Bumi dan Kanaya sampai di rumah besar ketika waktu menunjukan pukul setengah empat sore, kebetulan Eza belum pulang sedang pergi bersama Kakek dan Neneknya.


"Sayang,ayo bangun udah sampai." Ucap Bumi menepuk-nepuk pipi Kanaya dengan lembut.


"Eummm,Mas udah sampai?"


'Udah sayang, besok-besok kamu gak usah masak buat Mas ya, kayanya kamu kecapean deh sampai ketiduran dua kali gini."


"Gak tau deh mas, boba aku mana? kamu beli kan Mas?"


"Tuh." tunjuk Bumi pada Dasboard mobil,

__ADS_1


"ALhamdulilah,."Kanaya langsung membuka kresek putih yang berisi minuman kesukaannya, namun begitu melihat bentuk dari minuman itu ia menelan kecewa.


"Kok gini warnanya Mas?" ucapnya sambil cemberut.


__ADS_2