Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 102 Garis dua


__ADS_3

Bumi berlari kencang dari bawah anak tangga begitu mendegar suara teriakan Kanaya, tentu saja pria itu khawatir istrinya terjatuh di kamar mandi atau drama para wanita pada umumnya yaitu takut kecoa atau tikus.Tapi kalau di pikir-pikir tidak ada binatang itu di  dalam rumahnya, karena pembantu di kediamannya sangat rajin membersihkan setiap sudut ruangan.


"Brakkk"


Pintu kamar mandi di buka dengan baegitu keras,Bumi baru saja tiba dengan napas yang tersengal-sengal karena berlari.


"Ada apa sayang?" tanya Bumi kahwatir melihat istrinya tengah berdiri di depan cermin dengan mata yang berkaca-kaca.Bumi semakin khawatir ia segera meraih tubuh mungil itu,Hari masih sangat pagi, bahkan waktu baru menunjukan pukul setengah lima subuh.Mereka baru saja bangun tidur,dan Bumi merasa haus makanya ia kebawah dulu untuk minum.


"Mas ini..." Kanaya menyodorkan benda yang sedari tadi  di pegangnya itu dengan tangan yang gemetar.Meski sebenarnya ia sudah bisa menebak jika saat ini dirinya sedang berbadan dua, namun saat Kanaya melakukan tes pagi ini dan hasilnya garis dua tetap membuatnya terkejut dan antusias.


Bumi mengambil benda pipih dan melihat hasilnya ia tersenyum senang dan langsung bersujud saat itu juga.


"Alhamdulilah Ya Allah, engkau memberi kami anugerah yang tak henti."

__ADS_1


Kemudian Bumi mendekati perut Kanaya dan menciumnya.


"Sayang, ini Ayah. Sehat-sehat di rahim bunda ya, sampai saatnya nanti adek lahir ke dunia.Ayah sama Bunda menantikan itu nak."


Bumi kemudian berdiri setelah mencium perut rata istrinya itu kemudian memeluk sang istri , mengecup kening itu bertubi-tubi.


"Terimakasih istriku sudah bersedia hamil lagi,Ayah janji akan selalu menjaga kalian semua,tidak ada yang boleh menyakiti kalian, siapapun itu.Ayah janji."


"Iya Ayah, kami tahu kalau ayah akan selalu menjaga kami." Balas kanaya dengan menirukan suara bayi.Membuat Bumi menjadi gemas, tak tahan ia langsung menarik ujung hidung Kanaya.


Kanaya menggeleng."Naya mau mandi besar Mas, kita juga belum sholat subuh lo."


Bumi menepuk jidadnya ia sampai lupa, jika semalam mereka bekerja keras untuk membuat adik untuk Alteza.Dan bersyukur ternya janin itu sudah hadir sekarang.

__ADS_1


"Ya udah kita mandi bareng saja, habis itu sholat subuh,Ok!'


"Ighhh Gak ah, Mas Bumi kalau ikutan mandi bareng Naya nanti yang ada bukan mandi, tapi..."


Belum sempat Kanaya meneruskan ucapannya, lelaki itu telah lebih dulu menutup kamar mandi dan membuka semua bajunya.


Benar saja dugaan Kanaya, suami mesumnya memang tidak bisa melihat Kanaya dalam keadaan tubuh polos, pasti akan langsung di hajar habis-habisan,Namun kali ini Bumi melakukannya dengan sangat lembut karena sekarang ia sadar jika di dalam perut sang istri ada janin yang sedang tumbuh.


Bumi langsung mencabut miliknya begitu merasakan sesuatu akan berkedut, dan melepaskannya di luar.


Keduanya kini berpelukan di bawah guyuran sower dengan napas yang terengah-engah, setelah meraih puncaknya.


"Terimakasih sayangku.Mas bersyukur banget kamu ada untuk melengkapi hidup mas ini."

__ADS_1


Naya yang bersyukur Mas, karena Jodoh untuk Kanaya itu adalah kaka angkat sendiri, orang yang selalu melindungiku sedari kecil."


Mereka saling menyatukan kening mereka  dan berakhir saling berciuman.


__ADS_2