
Bu NIngsih menggeleng pelan mendengar Salimar yang keceplosan, akhirnya ada jawaban juga dari segala pertanyaan yang terpendam di hati, maka wanita paruh baya itu buru-buru menghubungi Bumi untuk menceritakan fakta yang baru ia dapat.
"Bum, cari dimana Leo dia yang bawa Kanaya pergi!" kata Bu Ningsih,setelah itu ia menatap wanita yang jadi kaka kandungnya itu dengan tatapan penuh amarah.
" Aku gak nyangka mba akan berbuat sejauh ini demi putramu yang kekanan-kanankan itu,sebenarnya selain untuk Leo ada maksud apa lagi Mba mencampuri urusan keluarga kami,Mba sama sekali tidak berhak."
"Jaga bicaramu Ningsih, kau tidak pantas mengatakan itu padaku,setelah apa yang keluargaku lakukan untukmu dan keluargamu.Ingat kau pernah jadi pengemis dan suamiku yang menolongmu hingga sekarang kau dan Arif bisa merasakan kemewahan ini."
Bu Ningsih semakin menyesli kenapa dirinya bisa bertekuk lutut di hadapn keluarga Salimar seperti ini.
"Mulai sekarang aku tidak akan mau lagi harga diriku di injak-injak seperti ini,Bumi benar aku harus melawanmu Mba,Sekarang lebih baik kau pergi dari rumahku!!! aku tidak sudi lagi menampung wanita jahat sepertimu."
Bu Ningsih langsung mengusir Salimar, baginya sudah cukup segala hinaan dan caci maki yang terlontar dari mulut wanita egois itu.
"Kau mengusirku hanya karena perempuan sialan itu Ning? kau akan menyesal!!!"
__ADS_1
"Kau yang akan menyesal Salimar, karena telah dengan berani ikut campur urusan keluargaku, dan ingat jangan sekali-kali kau menghina menantuku yang baik hati dan penyayang itu, daripada aku haru kehilangan Kanaya lebih baik aku kehilangan dirimu!!"
Teriak Bu Ningsih lagi meski dengan hati yang sangat perih ia sudah tidak bisa menahan lagi.
"Kau akan menyesal Ningsih, camkan itu baik-baik.karena setelah ini aku tidak akan membuka pintu maafku untukmu ataupun putramu."Salimar langsung pergi dari hadapan Ningsih untuk berkemas meninggalkan rumah itu.
Bumi mencari Leo di setiap tempat yang selalu ia kunjungi.Bahkan pria itu sampai mendatangi teman-teman Leo untuk menanayakan dimana pria itu.
"Kami tidak tahu Mas, teriakhir kami bertemu dengannya saat sedang menunggu seseorang di depan kampus," ucap salah seorang teman Leo.
"mungkin kau tahu biasanya Leo suka kemana dan sama siapa, atau ada tempat khusus yang suka ia kunjungi?'' tanya Bumi lagi.
"Tidak ada Mas."jawab mereka kompak.
Bumi tertunduk lesu, jalannya seperti buntu sekarang , untuk mencari keberadaan istrinya terasa sangat sulit sekali.
__ADS_1
''Baiklah terimakasih, aku permisi dulu." Bumi melangkah keluar dari tempat kost teman-eman Leo dimana pria itu selalu berkumpul.
Ketika Bumi akan masuk kedalam mobilnya tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya,Dan alangkah terkejutnya Bumi saat tahu bahwa orang itu adalah Dimas.
"Kau?apa yang kau lakukan disini?" tanya Bumi dengan mimik kurang suka pada laki-laki yang pernah menjadi dosen Kanaya itu.
"Aku tadi sedang lewat dan tidak sengaja melihatmu disni jadi aku putuskan untuk menemuimu." jawab Dimas santai.
"Ada apa? aku sedang sangat sibuk tidak ada waktu untuk menanggapimu." sahut Bumi.
"Kau nampak tergesa-gesa sekali Bum, apa ada sesuatu?"Tanya Dimas lagi,namun Bumi tak menyahut.Ia lebih memilih masuk kedalam mobilnya.
"Tunggu Bu, apa ini ada hubungannya dengan Kanaya? Jawab!!" tanya Dimas kali ini ia lebih tegas dari sebelumnya.
"Apapun yang terjadi dengan Naya , tidak ada hubungannya denganmu, jadi sebaiknya kamu menyingkir aku memang sedang terburu-buru."
__ADS_1
"Tunggu Bumi Mahesa ada yang ingin aku sampaikan padamu.Nesa telah kabur, Entah ini ada hubungannya atau tidak tapi firasatku mengatakan bahwa Naya dalam bahaya karena Nesa.
"Apa!!!!!!!!"