
Bumi sampai di rumah ketika waktu telah menunjukan pukul setengah 11 malam, Ia langsung turun dari mobilnya begitu sampai di pekarangan rumah.
Ketika Doni akan menyerahkan kunci mobil buru-buru Bumi mencegahnya.
" Mobilnya kamu bawa pulang aja Don, tapi besok pagi kamu jemput aku ke sini ya daripada kamu pulang naik taksi." Ujar Bumi.
"Gak apa-apa Pak, kalau saya bawa pulang mobilnya?"
"Ya gak apa-apa. bawa aja gih, saya mau masuk dan istirahat, cape banget."
"Oh ya pak, mengenai kontrak itu bagaimana jadinya? Akan ada banyak penanam saham yang kecewa karena keputusan kita ini pak.''
"Ya saya tahu Don tidak papa biar saya menghadapi mereka, tidak masalah jika mereka kecewa namun satu hal saya tidak mau bermain secara kotor. Biar masalah ini saya saja yang hadapi Don."
" Semoga mereka bisa berpikir bijaksana ya pak, kalau begitu saya permisi dulu Selamat malam pak dan selamat istirahat."
Bumi mengangguk setelah itu ia benar-benar masuk ke dalam rumah.
Doni langsung masuk kembali ke dalam mobil dan keluar gerbang Ia buru-buru pulang ke rumah karena hari sudah larut malam.
Bumi menaiki anak tangga satu persatu, keadaan rumah sudah sepi mungkin para penghuninya sudah tidur terlihat dari lampu-lampu yang telah dipadamkan kecuali lampu ruang tamu.
Baru saja sampai di anak tangga ketiga Bumi seperti mencium bau masakan yang sangat khas. Bau masakan ini sudah tidak pernah ia temui selama 4 tahun terakhir terkecuali di Bandung beberapa hari yang lalu.
Karena penasaran Bumi akhirnya kembali ke lantai bawah dan menuju dapur. Ia terkejut ketika melihat seorang wanita memakai kerudung instan tengah mengipas-ngipas kuah cilok, senyumnya langsung mengembang, melihat sosok sang istri ada di depan matanya.
" kok kamu ada di sini? Kapan kamu datang Kenapa nggak bilang-bilang sama mas?' Tanya Bumi. Dia segera menghampiri sang istri dan mengecup keningnya.
" Eh Mas kok pulangnya malam banget sih? Mana nggak kasih kabar Lagi." Sahut Kanaya yang langsung mencium tangan Bumi.
" Ya Allah Sayang,Mas kangen banget.kamu ada di sini Kenapa nggak kasih tau? kalau bilang kan tadi Mas langsung pulang. Maaf ya Mas baru pulang pasti kamu nunggu lama banget tadi ada klien penting yang ngajak ketemu ini baru selesai."
" Oh kirain, Ya udah sih nggak apa-apa lagi pula memang Naya niatnya mau kasih kejutan buat Mas dan mama papa."
__ADS_1
" kamu ke sini berdua aja sama Eza atau diantar Zora?"
" Iya Mas aku dianterin sama Zora."
" Ya udah bawa ciloknya ke kamar yuk Mas mau mandi lengket banget nih badan mana bau ketek lagi. "
"Ighhh Mas jorok, jangan dekat-dekat deh. " kanaya langung membawa mangkok berisi kuah cilok kesukaannya itu, di susul Bumi di belakangnya.
"Habis ini Mas mandi deh, tapi kamu temani ya."
"Ihh gak mau udah malam rematik.'
"Kan pake air anget, please... di bandung kita gak bisa lo mandi bareng, sekarang mau ya.." Mata Bumi berkedip-kedip membuat Kanaya terkekeh.
"Mas matanya kelilipan?"
"Ighhh gak romantis si ayang mah."ucap Bumi sedikit cemberut. Sampai mereka ,masuk kedalam kamar,Bumi masih menampakan muka yang cemberut.
Kanaya menyimpan mangkok ciloknya di atas Nakas, kemudian mengambil handuk serta baju piayama sang suami.
Ia juga menyiapkan air hangat ke dalam bathup dan tak lupa mengisinya juga dengan aroma terapi,Naya tahu suaminya pasti sedang sangat cape saat ini.
Kanaya mendekati sang suami yang kini sedang asik memandangi Eza.
"Dia tidur dari jam berapa?kelihatan sangat pulas sekali?" tanya Bumi, mode ngambeknya sekarang sedikit berkurang setelah melihat Eza yang tertidur dengan pulas.
" sejak tadi jam sembilan malam, seharian nungguin ayahnya pulang tapi tak kunjung datang juga. "
" Kenapa nggak bilang kalau kalian udah ada di sini?"
" sengaja kan biar kejutan buat Mas. Sekarang Mas senang kan kami udah ada di sini?"
Bumi tersenyum kemudian meraih pinggang Kanaya dan merapatkan tubuh mereka berdua sampai tak berjarak.
__ADS_1
" menurutmu?"
kanaya hanya Mengedip-ngedipkan matanya.
" dasar istri naksl pokoknya sekarang nggak mau tahu ikut Mas mandi."
Bumi langsung mengangkat tubuh ramping sang istri dan membawanya ke kamar mandi.
jangan di bayangkan ya mereka ngapain saja di kamar mandi. Setelah drama raba raba yang dilakukan oleh Bu Lita tadi, sejujurnya kepala bumi sudah pening tujuh keliling.
Maka dari itu saat melihat sang istri ada di rumahnya Bumi merasa mendapat durian runtuh ,akhirnya ia bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan lagi bersama Kanaya.
Tak Butuh waktu lama terdengar suara suara merdu bersahut-sahutan dari dalam kamar mandi, pertanda mereka sudah mulai menunaikan kewajibannya sebagai sepasang suami istri.
Setelah pelepasan entah untuk yang ke berapa kalinya Akhirnya bumi mengajak Kanaya untuk membersihkan diri di air shower, Iya juga membantu membilas tubuh Kanaya sampai bersih kemudian memasangkannya handuk.
" Kamu mau jalan sendiri keluar kamar mandi atau mau Mas gendong sayang?"
Iya menanyakan hal tersebut pada sang istri karena Bumi tahu permainannya tadi sedikit kasar dan karena ia juga mengeluh sakit di area sensitifnya.
" Maafin mas ya sayang beneran deh Mas nggak sengaja lakuin itu. Habis Mas semangat banget Pas lihat kamu ada di sini. Apalagi tadi pas lagi meeting ada insiden yang tidak menyenangkan."
" Nggak usah Mas, Naya jalan sendiri aja lagian nggak apa-apa Kok cuman agak kaget aja Biasanya Mas lembut tapi malam ini sedikit kasar. Memang ada insiden apa sih Mas sampai kamu jadi brutal gitu?' Tanyanya dengan penasaran.
" Oh nggak apa-apa kok tanya aja tadi si Doni ngeledekkin Mas katanya Mas ini pria yang kesepian gara-gara di tinggal istri 4 tahun jarang dibelai gitu Sayang." Ucap Bumi yang sebenarnya bukan karena itu dia menjadi sedikit semangat mengerjai istrinya.
Kanaya sedikit mengerutkan dahi karena di ledekin bawahan suaminya sampai seperti itu, tapi meski begitu Ia tetap memaklumi. Ada andil dari dirinya juga yang sudah meninggalkan Bumi selama 4 tahun.
Bumi yang sudah puas mendapatkan pelepasan dengan sang istri akhirnya mengajak kanaya keluar dari kamar mandi secara bersama-sama. Mereka saling membantu memakai pakaian tidur.
Setelah selesai mereka merebahkan dirinya di tempat tidur dengan Eza berada di tengah-tengah mereka.
"Terimakash sayang, sudah mau kembali sama Mas.Ini adalah kado terindah yang di berikan Allah. Mas juga mohon setelah ini jangan mengambil keputusan sendiri kalau ada sesuatu.mengerti?"
__ADS_1
"Mengerti Mas."
Mereka terus bercerita entah sampai jam berapa tanpa terasa mereka terlelap dengan tangan saling memeluk ke tubuh Eza.