Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 38


__ADS_3

Keesokan harinya Bumi bangun pagi-pagi sekali dengan tubuh yang segar, bagaimana tidak,semalam ia benar-benar menjalankan fantasinya selama ini untuk bisa unboxing Kanaya. gadis yang sesungguhnya sangat ia cintai. satu hal lagi ia unboxing sang istri dalam keadaan sadar sesadar sadarnya.


Laiya halnya dengan sang istri, ia terbaring tak berdaya karena merasakan badannya yang remuk,Bumi tidak hanya melakukan nya sekali, namu sampai tengah malam menjelang subuh ia terus melakukannya.


"Sayang bangun dulu yuk sholat subuh." ucap Bumi sambil mengusap kening Kanaya.


'Lemas Mas, sakit badan Naya." rengeknya.


"Nanti habis bobo tidur lagi," lanjut Bumi.


Ma tak mau Kanaya mengulurkan tangan agar tubuhnya di tari sang suami.Saat dia bangun Kanaya merasakan perih pada area selangkangannya, Ya karena semalam kali kedua Bumi memasuki tubuh Kanaya ,jadi rasanya masih seperti yang pertama, penuh perjuangan dan menguras tenaga.


"sssssssst." Rintih Kanaya saat ia benar-benar bangun.Membuat Bumi menjadi merasa sangat bersalah.


''Sakit banget ya sayang.Maaf ya. Nanti lama-kelamaan gak ko." ucap Bumi lagi.


''Ia Mas, perih banget ni, lebih perih dari yang pertama.' ucap Naya lagi.Bumi menyeringai tipis mendengar penuturan sang istri.Ia benar-benar bangga karena yang membobol gawang Naya adalah dirinya.


"Maafin Mas ya, karena memaksa kamu waktu itu."ucap Bumi.


"Gak ada yang perlu dimaafkan Mas, sejujurnya aku ikhlas karena itu untuk suamiku,Hanya saja waktu itu Mas menyebut nama Nesa dan itu membuatku sakit, Mas."


Bumi menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Maaf sudah membuatmu merasakan sakit beruang kali.pokoknya mulai sekarang kamu gak boleh diam lagi jika ada sesuatu yang mengganggu dan membuatmu tidak nyaman.satu hal lagi komunikasi kita harus lebih baik ya dari sebelumnya,Pokoknya Mas minta maaf dan Janji akan memperbaiki semuanya.Kamu mau kan dukung Mas?'

__ADS_1


Naya mengangguk.


''Terimakasih sayang." Bumi memeluk tubuh yang masih polos itu kedalam dekapannya.


"Nay...Mas mau lagi." ucap Bumi yang kembali menerjang Kanaya saat itu juga.


**


Tak terasa satu pekan sudah Bumi berada di jogjakarta bersama Kanaya, hari ini ia sedang melakukan zoom meeting bersama beberapa client penting.Kanaya datang membawa secangkir teh. saat ini Bumi melakukan meeting zoom di gasebo belakang rumah Eyang Nur sambil menunggui Padi yang sedang di jemur.


"Mas diminum dulu Tehnya mumpung masih hangat!" ucap Naya sambil melirik layar laptop. di sana ada beberapa wajah tampak sedang menghadap ke arah depan.Karena mereka teman kantor Bumi dan Naya juga belum pernah diajak kesana, ia tidak mengenali satu orangpun yang tertera dilayar.


"Mas sibuk banget ya?" ucap Naya pelan.


"KOk bisa lolos sich Mas, memang bagian QC gak teliti?" tanya Naya heran.


"Ya mungkin mereka terlalu enjoy sayang karena Mas tidak ada di sana."


"Ya udah kenapa Mas gak pulang, kasihan lo mereka nanti di pecat gara-gara Mas."


Bumi menoleh kearah sang istri." Kalau gitu ayo kita pulang ke jakarta!"


Kanaya diam saja saat mendengar ajakan sang suami.sebenarnya ia ingin ikut sang suami, namun ia bingung dan tidak tega meninggalkan Eyang Nur nya sendirian.


"Kenapa kamu gak mau ikut pulang?" tanya Bumi heran.

__ADS_1


"gak tahu Mas."jawab Naya singkat.


"Kok gak tahu?"


"Naya ingin ikut tapi berat rasanya ninggalin Eyang sendirian di sini,ia sudah tua dan kadang sakit-sakitan." ucap Naya lagi kelihatan murung.


'Kenapa gak diajak aja Eyang ke jakarta Nay, biar Eyang tinggal di rumah kita."


Wajah Naya sumringah mendengar kata-kata itu." emang Boleh Mas Eyang diajak pulang sama kita?" tanya Naya memastikan.


"Ya bolehlah sayang, beliau orang tua kita tentu boleh."


"Makasih Mas..." kata Naya lagi dengan senang.


Malam harinya pasangan suami istri itu menyampaikan keinginannya untuk membawa Eyang Nur ke jakarta, namun di luar dugaan ternyata sang Eyang menolak untuk ikut mereka.


"Eyang ingin menghabiskan masa tua Eyang disni dekat dengan mendiang suami Eyang, Nduk.jika kalian mau pulang ya sudah pulanglah."


Seketika air mata Kanaya lolos begitu saja, rasanya benar-benar berat meninggalkan orang terdekat satu -satunya yang masih hidup itu.


BERSAMBUNG.v



visual Kanaya

__ADS_1


__ADS_2