Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 47


__ADS_3

Bumi memegang lengan Kanaya dan langsung mengajaknya keluar,tapi sebelum itu ia menatap tajam pria yang baru saja menyatakan perasaanya pada sang istri.


"Apa seperti ini sifat seorang dosen teladan, berani menyatakan cinta pada seorang wanita yang sudah berstatus istri orang lain?" Bumi tersenyum mengejek ke arah Dimas yang terlihat terkejut karena pria itu tiba-tiba sudah ada di depannya.


"Maaf.' Ucapnya lirih.


"Waktu sepuluh menit anda sudah habis pak Dosen, saya akan membawa pergi istri saya, namun perlu anda ingat jangan pernah mempengaruhi Naya untuk meninggalkan saya, karena itu tidak akan terjadi. Naya memang masih sangat muda untuk menjadi istri dan ibu.Tapi saya yakin dia akan jadi perempuan yang luar biasa nantinya.Carilah wanita lain yang mau jadi pendamping anda, jangan ganggu kami. permisi."


Wajah Dimas menjadi merah padam mendengar perkataan Bumi, ya dia sangat tidak tahu malu karena berani menyatakan cinta pada istri orang, namun ini bukan salahnya.Salahkan saja pada perasaanya yang tak bisa ia kendalikan.


**


Bumi melajukan kendaraanya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.Ia sampai melupakan jika sedang membawa ibu hamil, rasa cemburu sudah memenuhi isi kepalanya saat ini. Ia hanya ingin cepat sampai rumah dan mengurung Naya dalam kamar untuk memeberikan hukuman karena wanita itu mau saja diajak ngobrol berdua dengan lawan jenis, meski sudah mendapat izin darinya.


Kanaya yang duduk di kursi sebelah, sesekali melirik Bumi dengan auranya yang sangat menyeramkan, ia sampai merinding melihatnya.Ini baru pertama kalinya Kanaya melihat Bumi yang seperti itu,bahkan saat hari dimana Nesa meninggalkan pernikahan saja Bumi tidak semarah ini.


"Mas.. jalannya pelan-pelan, kasihan Dedek tegang.' ucap Naya yang sudah sedikit ketakutan.


Seketika Bumi sadar akan kesalahannya, ia segera mengurangi kecepatan kendaraan nya ,dengan mata yang terus menatap jalanan tangan kirinya mengusap perut Kanaya.


"Maafkan Ayah ya Nak." ucapnya.


Setengah jam kemudian, pasangan suami istri itu telah sampai di rumah besar,Bumi langsung turun dari mobil dan meninggalkan Kanaya begitu saja.


Ibu Ningsih yang tidak sengaja melihat mereka pulang menjadi heran.


'apa mereka bertengkar?' pikirnya.


Karena penasaran ia segera memanggil Naya.


"Nay,kalian baru pulang? Ada apa dengan suamimu nak? tanya Bu Ningsih.


"Ia mah kami baru pulang. Mas Bumi ketemu dosen Naya yang ternyata sepupunya Nesa, terus dosen itu minta waktu buat ngobrol sama Naya dan..."Naya tak meneruskan ucapannya, karena ia takut sang mertua juga akan ikut marah jika ia jujur.


"Kenapa sama sepupunya Nesa, jujur sama Mamah. kalian disakiti, dia buat onar?" tanya Bu Ningsih bertubi-tubi.


"Bukan Mah, Gak ko dosen Naya gak ngapa-ngapain hanya saja tadi dia bilang cinta sama Naya mah, makanya mas Bumi marah besar sekarang." Jawab Naya sembari menundukan kepalanya takut bercampur malu.

__ADS_1


Bu NIngsih mencoba menahan tawanya, rupanya putranya itu sedang sangat cemburu.


"Ya sudah cepat susul suamimu, rayu dia biar gak marah lagi." perintah Bu Ningsih.


"Naya bingung Mah harus bagaimana dari tadi di rayu juga gak mempan."


"Masa Nay?"


"Ia Mah."


"Mamah punya ide, tapi kamu mau gak jalanin ide Mama ini?"


"Apa Mah?"


"Sini." Bu Ningsih menyuruh Kanaya untuk mendekatkan wajahnya karena ia akan membisikan sesuatu di telinga menantunya itu.


Kanaya membulatkan kedua matanya setelah Bu Ningsih memberitahu cara ampuh untuk membujuk Bumi agar tak lagi marah.


"Enggak ah Ma, gak ada cara lain apa?' tanya Naya dengan muka yang memerah.


"Tapi Mah.." Kata Naya yang masih ragu.


"Coba dulu." Lanjut Bu NIngsih.


Akhirnya Kanaya menyerah ia segera menyusul suaminya ke dalam kamar.


"Ceklek"


Kanaya membuka pintu kamar di lihat wajah masam Bumi yang sedang menatap laptopnya.Suaminya itu sudah berganti baju santai. Kanaya mencoba duduk di hadapannya.


"Mas marah sama Naya?" tanyanya.


"Enggak." jawab Bumi singkat.


"Kok Naya di cuekin?" Tanya Naya lagi.


"Gak apa-apa .Lagi gak mood aja."

__ADS_1


Kanaya menghembuskan napas, sepertinya ia memang harus menjalankan ide dari sang ibu mertua agar tak lagi melihat muka masam si gunung es itu.


Maka, Kanaya buru-buru masuk ke kamr mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa ia membawa sesuatu yang akan ia gunakan nanti untuk merayu suaminya.


Bumi melirik tubuh sang istri yang sedang masuk kedalam kamar mandi dengan ekor mata. Sungguh sebenarnya ia tidak ingin marah pada Naya, hanya saja perasaannya hari ini sedang kacau sekali.


Setengah jam berlalu tidak ada tanda-tanda Naya keluar dari kamar mandi itu, hal ini membuat Bumi cemas, takut sang istri kenapa -napa di dalam. Maka ia segera menutup Laptopnya dan mendekati pintu.


"Nay, kamu belum selesai?" tanya Bumi. Namun tak ada jawaban dari dalam.


"Sayang, kamu lagi apa? jangan bikin mas Bumi cemas,Nay." kata Bumi lagi bahkan kini dengan suara yang sedikit keras. Tetap saja tak ada jawaban dari dalam, Bumi benar benar panik di buatnya ,ia segera mencoba membuka pintu kamar mandi itu.


Alangkah leganya ternyata pintu itu tak Kanaya kunci, maka Bumi langsung masuk ke dalam.


"Naya..." Teriak Bumi saat melihat istrinya.


Tubuh Bumi bergetar dengan hebat, jakunya naik turun, ia tidak mampu berkata-kata saat melihat sang istri tengah berdiri di hadapanya dengan pakaian yang selalu Naya tolak ketika dia menginginkannya.


Namun kali ini, Kanaya memakainya dan hal ini benar-benar menjadi kejutan untuknya.


"Nay.. kamu" ucap Bumi dengan jakun yang naik turun mencoba menahan sesuatu. Bahkan bagian tubuh yang lainnya juga ikut merasakan, terbukti dengan makin tegangnya bagian itu.


Naya semakin melangkah dan mendekat, Ia begitu cantik dengan tubuh yang indah meski hanya dengn memakai baju yang sangat tipis, di tambah dengan perut besarnya makin menambah aura kecantikan perempuan itu.


Bumi mencekal tangan Naya yang sedang


meraba-raba bidang dadanya,sungguh ia sudah tidak tahan hanya dengan sentuhan itu.Perempuan yang sedari kecil selalu bersamanya,dan pernah ia anggap adik


sendiri, nayatanya mampu membuat dunianya saat ini jungkir balik.


"Kamu mau merayuku dengan lingeri ini?' tanya Bumi.


"Tidak, aku hanya ingin mencobanya, Bukanya Mas Bumi pengen aku memakai ini, sudah kulakukan ya." Ucap Naya sambil melengos meninggalkan kamar mandi.Bumi segera menyusul sang istri, dan buru-buru mengunci pintu kamar agar tak ada orang yang bisa masuk atau sengaja melihat tubuh sang istri yang benar-benar membuatnya pusing kepala itu.


"Sini Mas.."panggil Naya, sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya. Bumi menyeringai tipis,istrinya sedang membangunkn macan yang sedang tidur .


"Baiklah istriku, suamimu datang. Jangan salahkan aku atau minta berhenti nanti ya karena aku tidak akan melepskanmu begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2