Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 101 MAU TUTUT!


__ADS_3

Kanaya masih sesenggukan akibat minuman boba yang tidak sesuai ekpetasinya itu,sampai Bumi hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal,istri kecilnya tidak biasanya cengeng seperti itu, tapi hanya perkara minuman yang sudah tidak sedingin saat beli, Kanaya nya mengamuk.


"Sudah donk sayang, Mas minta maaf ya karena  minumannya udah gak terlalu dingin dan warnanya jadi berubah pudar karena es batunya udah mencair." ucap Bumi penuh sesal, sungguh tangisan istrinya itu begitu menyayat hati.


"Kenapa Mas gak bangunin Naya sih tadi, kan udah di tenggorokan pengen es bobanya."gerutu  Kanaya masih dengan suara isak tangisnya.


"Ya udah,Mas minta maaf ." Ucap Bumi lagi sambil mengusap-usap puncak kepala wanita itu dan sesekali mengecupnya.


"Naya udah bayangin rasanya minuman boba pake gula aren itu mas."


"Iya ...iya Mas minta maaf ya sayang. Mas beliin lagi mau?"


Kanaya menggeleng." Naya mau ganti yang lain."


"Apa itu?"


"Naya mau tutut!"


"Apa sayang tu..tut? jenis makanan apa itu?" tanya Bumi penasaran, ia sama sekali belum tahu jenis makanan apa yang diinginkan istrinya itu.


"Itu loh Mas, tutut masa gak tahu?"


Bumi hanya menggeleng sambil meringis menampilkan deretan giginya yang rapi,dengan muka bengongnya ia memikirkan jenis makanan yang terasa asing di telinganya itu.

__ADS_1


"Sejenis keong mas, tapi kulitnya hitam, kalau keongkan kuning keemasan. Ayo donk Mas,Naya pengen tutut." rengeknya.


Bumi hanya bisa ber oh ria meski pada kenyataaya ia belum paham betul, Akhirnya ia mengambil ponselnya untuk mencari di laman google, jenis makanan yang diinginkan sang istri saat ini.


"Ya ampun sayang, emang gak ada makanan lain yang kamu inginkan selain itu? kok Mas lihatnya gimana gitu."


Mata Kanaya tampak berkaca-kaca mendengar larangan dari sang suami, sungguh ia sangat menginginkan makanan itu.


"Ok...ok Mas turutin mau kamu sayang, Mas beliin ya." ucap Bumi lagi semakin tidak tega melihat istri cantiknya kembali berlinang air mata.


"Tapi belinya di Bandung Mas, naya mau beli tutut di bandung!"


"A-pa di Bandung?"


'Sabar Bumi, istrimu sedang dalam mode manja dan itu wajar,apalagi kalian sudah lama tidak seperti ini.' Begitulah isi hati Bumi.


"Ok sayang, lusa kita ke Bandung ya buat beli tutut yang kamu mau, sekalian nengok toko kamu gimana?"


Kanaya berbinar cerah mendengar ajakan sang suami, ia memang berencana akan ke Bandung,dan belum sempat minta izin pada Bumi, namun jika begini caranya ia tidak  perlu lagi mencari alasan bukan.


Akhirnya karena lelah juga, drama es boba itu berakhir dengan damai, lusa Bumi menjanjikan akan mengajak keluarga kecilnya untuk ke Bandung. liburan sekalian mengunjugi tempat usaha sang istri, Kanaya juga telah menceritakan masalah Zora dan nurul yang sedang keteteran karena orderan yang semakin banyak,sedang mereka hanya berdua.


"Mas mau ajak Dimas boleh gak sayang?"

__ADS_1


Naya tampak mengerutkan dahi,"Dimas?"


"Iya Dimas, mantan dosen kamu dulu."


"Mas masih berhubungan sama dia?" tanya Kanya heran.


"jangan takut sayang dia udah sangat baik.Malah dia salah satu teman yang membantu Mas buat nyari kamu lo.Dia gak jahat sayang."


"Benarkah?"


Bumi mengangguk.


***


keesokan harinya.


"Mas...Mas..."


Kanaya berteriak kencang di balik kamar mandi, sambil di tangannya memegang benda pipih yang baru saja ia masukan kedalam gelas kecil berisi air seni yang ia tampung.


Tangannya bergetar sambil memegang benda itu.


Kanaya masih terus mengulang memanggil nama suaminya karena pria itu tak kunjung muncul ke hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2