Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 87


__ADS_3

Malam ini adalah malam terakhir bumi berada di rumah Kanaya tak terasa satu minggu sudah mereka menghabiskan waktu bersama.


Besok ia harus kembali ke Jakarta menyelesaikan tugas-tugasnya yang terbengkalai. Ia mau menyiapkan rumah yang nantinya akan ditinggali keluarga kecilnya di Jakarta.


Bu Ningsih dan Pak Arif sudah mengetahui kabar tentang Kanaya terlebih kehadiran Eza, mereka sangat senang mendengar kabar itu. Dalam beberapa hari ini setiap malam mereka selalu video call bersama dengan Eza.


Orang tua Bumi tidak bisa menemui Kanaya di Bandung karena saat ini kesehatan Pak Arif yang sedang kurang baik namun mereka berjanji akan segera ke Bandung jika Kanaya tidak keburu datang ke Jakarta.


Bumi memberitahu orang tuanya agar tidak usah ke Bandung karena Kanaya dan istri akan segera pindah ke Jakarta mereka hanya tinggal menunggu surat pindah dari sekolah Eza.


Pukul sepuluh malam,Eza telah terlelap di dalam kamarnya, Zora malam ini tidak menginap di rumah ia lebih memilih menemani Ani di rumah sakit.


Bumi sedang duduk di lantai beralaskan karpet permadani sambil memangku laptop Kanaya yang ia pinjam. Ia sedang memeriksa email yang asistennya kirimkan.


Kanaya sedikit heran, belakangan ini suaminya sering sekali memeriksa pekerjaan via email Apakah Sesibuk itu pekerjaan suaminya sekarang.


" Mas boleh nanya tanya sesuatu?" Ucapnya sambil meletakkan secangkir teh di sebelah Bumi,


" Boleh apa sayang tanyakan saja," jawab Bumi tanpa menoleh pada sang istri.


" Atasan Mas nggak marah beberapa hari ini Mas Bolos kerja,dari yang aku lihat Kayaknya Mas sibuk banget loh?" tanya kanaya.


Bumi tersenyum lalu melambaikan tangan agar Kanaya duduk di sebelahnya.


"Empat tahun kita berpisah banyak hal yang berubah sayang. Contohnya suami tampan mu ini. "

__ADS_1


"Maksud Mas? "


"Mas bukan lagi karyawan yang kerja di tempat orang, sekarang Mas udah pegang perusahaan Papah."


Kanaya menutup mulutnya tak menyangka jika suaminya sudah memimpin perusahaan.


"Dan kau tau gak sayang, usaha Papa itu sekarang bertambah pesat semenjak di pimpin oleh suami tampan mu ini. "


"Ughh sombong. "


"Harus donk. '


" Alhamdulillah, Mas udah jadi orang besar, jangan lupa berbagi ya, biar berkah. " Ucap Kanaya mengingatkan.


"InsyaAllah. Itu salah satu kewajiban Mas sayang, oh ya ada satu lagi kewajiban yang belum Mas tuntaskan, kamu mau bantu gak? "


Bumi menyeringai licik, kemudian alisnya naik turun membuat Kanaya mengernyitkan dahi tak mengerti.


"Eza udah bobo kan sayang? "


"Udah dari tadi Mas. "


"Bagus kalau begitu. " Bumi langsung mengangkat tubuh Kanaya dan membawa nya ke tempat tidur.


"Ehhh Mas mau ngapain? " Tanya Naya terkejut.

__ADS_1


"Menunaikan kewajiban yang sudah Empat tahun tertunda. "


"Tapi Mas nanti Eza bangun? "


"Kita main pelan sayang. "


"Tapi Mas. "


"Nolak suami dosa lo. "


Jika sudah begini, Kanaya sudah tak bisa lagi berbicara banyak.


***


Eza tampak berkaca-kaca melihat Bmi yang sedang berkemas akan kembali ke jakarta, padahal yang ia tahu kemarin bahwa sang ayah akan tetap bersama mereka.


Bumi melihat sang putra yang terlihat murung kemudian mendekati pria kecil itu.


"Ayah tidak akan lama sayang, dua minggu lagi ayah akan kesini untuk menjemput Eza dan juga bunda, kita kembali ke rumah kita di Jakarta.'' ucap Bumi,ia mengangkat sang putra dan menggendongnya. Eza memeluk erat ayahnya seakan tak ingin berpisah.


" Ayah pasti balik lagi ke sini kan?"


Bumi tersenyum mengangguk," tentu saja sayang Ayah pasti balik lagi ke sini. Kamu jaga Bunda baik-baik ya sayang, tunggu kedatangan ayah. "


Meski terlihat baik-baik saja tapi Bumi tahu bahwa Sang putra benar-benar sedang menahan agar tidak menangis, Iya kembali memeluk eza dan menenangkannya.

__ADS_1


"Setelah ini kita akan terus bersama selamanya ayah, Bunda dan Eza."


__ADS_2