Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 96 Rencana licik Bumi


__ADS_3

Pagi harinya Eza bangun dalam keadaan di kamar sendirian.Terang saja ayah dan bundanya sedang membuatkan adik baru untuknya.


Karena tak mendapati kedua orang tuanya di kamar,Eza berlari keluar dan mencari di kamar mereka,terlihat sang Bunda yang sedang merapikan tempat tidur dan sang ayah yang baru keluar dari kamar mandi,dengan memakai handuk sebatas perut saja.


"Eghhh anak bunda udah bangun." Kanaya merentangkan kedua tangannya menyambut Eza yang sepertinya masih setengah mengantuk.


Pria kecil dengan piayama iron man itu langsng menghambur kepelukan sang bunda,


"Eza kok tidur di kamar sebelah sih bund?apa semalam ada kecoa?" tanyanya dengan polos.


"Ia sayang, semalam ada kecoa di kamar ini banyak lagi, dan biasanya suka muncul kalau malam." Jawab Bumi dengan seringai tipisnya.


Sedang Kanaya hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Wah masa Ayah,ihhhhhh" Eza bergidik ngeri membayangkan bintang itu merayap di tubuhnya.


"Ia makanya sebelum kita pindah ke rumah baru, untuk sementara Eza bobo nya di kamar sebelah ya,biar ayah dan Bunda yang jagain kecoa biar gak ganggu." balas Bumi lagi sambil menatap Kanaya jangan lupakan alisnya yang naik turun.


"APa Mas rumah baru?"


"Wah kita punya rumah baru,Yah?"


"Ia, sebenarnya Ayah udah beli rumah baru untuk kita tinggali, gak jauh kok dari sini, tapi masih tahap renovasi,nanti kalau sudah beres kita lihat kesana ya nak." ucap Bumi.ia mengambil baju setelan baju yang sudah di siapkan sang istri sebelumnya dan akan membawanya kembali ke kamar mandi.Bumi tidak bisa memakai pakaian di tempat karena ada Eza di sana, ia takut Eza sedikit berkomentar.


"Hari ini kita ke sekolah baru Eza, ayah akan antar, sekarng Eza mandi gih!" lanjutnya.


"Hore... Eza mau sekolah, ayah?" teriakanya.


"IYa sayang."


"Asik.... Bunda ayo Eza mau mandi." Eza menarik lengan Bundanya membawa ke ke kamar mandi di kamar lain, karena disini kembali dipakai sang aya.


"Ia sabar nak." Ucap Kanaya yang mengikuti langkah eza.


satu jam kemudian.


Eza dan Bumi sudah duduk di kursi mereka masing-masing, sambil menunggu makanan yang dimasak Kanaya matang sempurna.Bau harum bumbu ayam goreng tercium di hidung keduanya, membuat dua lelaki beda generasi ini mengusap perut mereka yang sejak tadi minta diisi.


"Bunda... masih lama kah ayam ipin-upinnya?" tanya Eza dengan kepala bersandar di meja, dari suaranya terlihat dia sudah sangat bosan disana, ingin segera sarapan.


"Ini lagi Bunda angkat nak, tunggu ya." ucap Kanaya dengan lembut.


Tak berapa lama ,sepiring ayam goreng kesukaan Eza telah selesai di hidangkan, Kanaya juga memasak sayur soup dan sambel terasi lengkap dengan kerupuknya, di tambah perkedel jagung, semua menu kesukaan suaminya.

__ADS_1


"Wah ayo ayah kita makan, dari tadi udah lapar!" ucap Eza lagi.


Bumi tersenyum senang melihat sang putra yang sangat semangat memulai sarapan.


'Ayo nak, habiskan ya makanannya!"


"Siap."


Kanaya mengambilkan nasi untuk sang putra beserta lauk paukanya kemudian disodorkan kembali ke hadapan Eza, setelah itu ia mengambil piring kosong milik Bumi dan mengisinya dengan nasi.


"Segini cukup Mas?" tunjunya pada gundukan nasi yang telah ia pindahkan keatas piring.


"Cukup sayang."


"Baiklah, mau makan sama apa Mas?"


"Sama sayur soup sama daging ayamnya juga boleh, Mas gak pake sambel dulu ya masih pagi." ucapnya, sambil mengusap-usap perut ratanya.


"Siap Pak Bos."


Kanaya menyodorkan piring yang telah berisi nasi dan lauk pauknya ke hadapan sang suami, ia juga menuangkan air minum pada keduanya.


"Kesayangan-kesayangan Bunda makan duluan ya, Bunda mau ke kamar nenek dulu nganter bubur."


"Papa sama Mama kemana?"


"Itulah Mas, makanya Naya mau antar bubur dulu ke atas, Papa lagi sakit gigi jadi gak bisa makan nasi, kata Mama gusinya bengkak.Naya coba bikin bubur tadi, siapa tahu Papa mau."


"Oh. so sweet.menantu yang baik.Ya udah nanti habis selesai nemenin Eza sarapan Mas kesana buat lihat Papa juga."


Kanaya tersenyum.Bumi memperhatikan wanita yang sedari kecil tinggal bersamanya itu aura dewasanya makin terlihat, ditambah memakai kerudung instan, benar-benar menggambarkan istri soleha.


Bumi juga bersyukur karena wanita itu adalah istri dan ibu dari anaknya.


"Ayah... kenapa lihatin Bunda terus?" tanya Eza sambil menggigit paha ayam yang baru ia ambil lagi.


"Bunda cantik ya nak?" ucapnya.


"Jelas, bundanya siapa dulu donk."


"Istri ayah itu."


"Tapi Bundanya Eza itu."

__ADS_1


"Iya -iya Ayah ngalah deh, oh ya AYah mau tanya Eza mau gak punya seorang adik?"


"Adik? "


"Ia adik, biar Eza ada temannya bermain d rumah."


Eza menengadahkakan kepalanya,mencoba memikirkan sesuatu, selama ini belum pernah terlintas sedikitpun di benaknya jika ia akan mempunyai seorang adik, karena selama ini tak pernah ada yang menanyainya.


"Aku mau adik perempuan, Ayah." jawabnya, membuat Bumi tersenyum lega, sebab ia memang menginginkan anak lagi dari Kanaya agar rumah mereka makin rame.


"Siap, tapi ada syaratnya nak."


"Apa?"


Bumi membisikan sesuatu di telinga sang putra membuat Eza langsung cemberut setelahnya.


***


Bumi dan Kanaya serta Eza tengah mendatangai sekolah terbaik di jakarta, dan ini adalah lokasi ke empat yang mereka kunjungi, Bumi dan Eza sebenarnya sedikit lelah,tapi Naya masih juga belum cocok.alasanya tentu saja karena biayanya dua kali lipat dari sekolah Eza di bandung.


"Sayang, udah yang tadi aja gek apa-apa ko.Mas masih sanggup bayar." Bujuk Bumi sambil menggendong Eza yang tertidur, kini mereka sudah di gerbang sekolah, seorang security tampak membukakan pagar untuk mereka.


"Ada yang bisa di bantu Pak, Bu?" sapanya.


"Kami mau mencari info pendaftaran siswa pindahan untuk Tk A Pak." Jawab Kanaya dengan mantap.


"Owh, mari saya antar ke ruang TU, barangkali masih ada admin yang belum pulang, Ibu dan Bapak bisa tanya langsung!"


Bumi dan Kanaya serta Eza yang tertidur dalam pelukan sang ayah akhirnya mengikuti kemana satpam itu membawa mereka, hingga tiba di sebuah ruangan.


Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan mereka, mari silakan masuk Papa dan Mama. Perenalkan saya Bu Bety yang akan menerangkan seputar Tk A DAN TK B." Ucapnya ramah.


"Saya kanaya, dan ini suami saya Bumi." Kanaya memperkenalkan diri dan sang suami.Bu Bety menerangkan tentang sekolah yang saat ini mereka tempati, di mulai dari visi dan misi mereka, guru dan pengajar,serta fasiltas yang di dapat.Bumi dan Kanaya tampak manggut-manggut.


Dilihat dari raut wajah kanaya, sepertinya perempuan itu puas dengan penjelasan petugas tersebut.Setelah menimang- nimang akhirnya mereka sepakat untuk memasukan Eza sekolah disana,


Beberapa saat kemudian ,Eza terbangun dari tidurnya, ia melihat dirinya kini seperti berada di ruang guru.


"Bunda ,Eza sekolah disini?" tanya nya polos dengan wajah yang masih mengantuk.


"Ia sayang, Eza suka gak? "


Sebelum Eza menjawab tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan yang sama.

__ADS_1


__ADS_2