
Satu fakta lagi mengejutkan Bumi, ia mulai berfikir apakah Nesa ada di balik menghilangnya Kanaya dan Leo? ia ingat betul jika wanita itu berteman dengan Leo di sosial media,mungkinkah?
"Kanaya hilang, apa ini ada hubungnnya dengan wanita itu?" tanya Bumi.
"Apa??? Kanaya menghilang?" tanya Dimas kaget.Bumi mengangguk.
Dimas terdiam sejenak, kemudian senyumnya sedikit mengembang.
"Bum, ikut aku sepertinya aku tahu dimana wanita itu berada."ujar Dimas.
Bumi tampak mengernyitkan dahi namun detik kemudian Dimas kembali bicara.
"Aku tidak ada niat apapun selain nolongin kamu untuk bertemu Naya kembali, dan memang kemunculanku untuk memperingatkanmu,Nesa jiwanya benar-benar sudah terganggu. Dia kabur dari rumah ibuku dengan membawa uang orang tuaku."
Mulut Bumi langsung melongo, segila itukah mantan kekasihnya dulu, bersyukur ia sudah lepas dari hubungan toxic ini.
"Dengar kita tidak punya banyak waktu lagi, kalau memang Nesa ada hubungannya dengan hilangnya Naya, kita harus segera menemukannya, istrimu dalam bahaya."
Bumi mengangguk,"Kau mau bawa aku kemana?"
"Ikut saja nanti kau akan tahu."
merasa tak ada alasan untuk menolak akhirnya Bumi mengikuti kemana Dimas membawanya,mereka menaiki mobil masing-masing sampe tiba di sebuah pelabuhan.
"Kenapa kita harus kesini?' ujar Bumi begitu mereka telah turun dari mobil masing-masing.
Dimas hanya tersenyum.
"Aku dan Nesa sedari kecil sudah terbiasa bersama, aku sangat tahu apa yang dilakukan wanita itu jika dirinya sedang dicari semua orang,dan itu sudah menjadi rahasia kami berdua."
"Kau sepertinya sangat tahu banyak tentang Nesa."
"Tentu, seperti yang ku bilang, kami dari kecil hidup bersama.Keadaan keluarganya yang berantakan menyebabkan dia mempunyai kepribadian yang tidak seperti biasanya.Saat SMA bahkan dia pernah memukuli teman satu sekelasnya hanya karena temannya itu mencuri pensil kesayangan dia.Kau bisa bayangkan bukan apa yang akan Nesa lakukan jika kekasih hatinya di rebut oleh orang lain, maka orang itu tidak akan selamat." ucap Dimas lagi.
__ADS_1
"Dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, dia yang meninggalkan aku lebih dulu."
Keduanya masuk kedalam perahu motor yang di kendarai oleh orang yang telah Dimas sewa sebelumnya saat di perjalanan tadi.
sementara itu,
Nesa kembali datang ke ruangan dimana Kanaya disekap, wanita itu semakin pucat , karena makanan yang Leo berikan tidak ia makan.
"Ternyata jika sedang seperti ini kau sangat menyedihkan sekalai,Naya."Ucap Nesa.
Kanaya membuka matanya, perlahan dan melihat wanita yang sedang hamil besar itu dengan sedikit tertawa.
Ya, meskipun dirinya sedang menjadi sandra, namun keberaniannya untuk melawan Nesa patut diacungi jempol.
"Menurutmu dengan aku yang disekap seperti in apa akan membuat suamiku berpaling padamu? kamu salah besar Nesa.Mas bumi sangat membencimu."
jantung Nesa kembang kempis,wanita yang berstatus istri dari mantan kekasihnya ini selalu membuatnya meradang.
"Kau boleh berbangga hati karena telah dinikahi oleh Bumi, tapi satu hal yang harus kau tahu yang akan menghabiskan hidup bersamanya hanya aku seorang."Nesa mengatakan itu dengan penuh percaya diri.
"Cepat tandatangani, setelah ini enyahlah kau dari hidup Bumiku!" sahut Nesa lagi.
Kanaya membuka isi map itu, disana terlihat dengan jelas surat cerai antara dirinya dan juga Bumi.
Mata Kanaya membulat saat melihat kolom yang harus suaminya isi ternyata sudah terisi oleh tanda tangan Bumi.Tiba-tiba saja tangan dan kakinya gemetar, berulang kali ia melihat kolom itu dan hasilnya sama.Tak terasa air matanya berjatuhan membasahi pipi.
Kanaya sangat tahu seperti apa gaya tanda tangan suaminya.Apakah itu artinya Bumi memang ingin menceraikannya? lalu apa artinya hubungn mereka selama ini.
"Kau sudah lihat bukan? Bumi membuangmu.Dia sudah tidak menginginkanmu ada dalam hidupnya, karena dia akan kembali padaku.Jadi cepatlah kau tandatangan jangan mengulur lagi waktu!"
Kanaya masih saja menangis, masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.
'Tidak, ini hanya tipuan, Mas Bumi tidak akan melakukan ini padaku, Mas Bumi sayang padaku,jika ia ingin bercerai pasti Mas Bumi tidak akan menerimaku, bukan?Tapi guratan pulpen itu sama persis seperti Mas bumi.'
__ADS_1
Di tengah tekanan yang Nesa lakukan padanya, Naya masih tetap berpositif tinking bahwa ini hanya akal-akalan Nesa saja.Kanaya akan selalu percaya pada Bumi-nya.
"Aku memberimu waktu sampai nanti malam kau harus tanda tangani atau kau akan menyesal nantinya."
Setelah mengatakan itu Nesa keluar dari ruangan dengan cara membanting pintu. Leo yang baru saja pulang berbelanja sayur menjadi kaget,ia hanya bisa menggelengkan kepalanya,Nesa memang selalu seperti itu, padahal dulu saat masih berpacaran dengan Bumi,Nesa adalah perempuan yang lemah lembut dan baik budi.Apakah dulu itu hanya sekedar akting untuk menarik perhatian semua orang.
"ni perempuan benar-benar arogan." bisiknya lirih.
Daripada memikirkan wanita hamil yang tidak punya akhlak itu, Leo lebih memilih untuk menemui Kanaya dan mencari tahu kondisi wanita itu.
Belum juga Kanaya kembali memejamkan matanya, ia sudah harus berhadapan dengan manusia playing victim lainya. Sungguh ia berharap bisa segera terlepas dari ini semua.
"Bagaimana keadaan kamu Nay?" tanya Leo penasaran. Ia menghampiri ranjang Kanya dan menyentuh dahi perempuan itu, namun segera di tepisnya.
"Jangan menyentuhku sembarangan,aku istri kaka sepupumu." ucap Naya tajam .
Leo menghembuskan napasnya kasar, sampai detik ini , Kanaya begitu teguh dengan pendirianya, meskipun ia sudah mengancam dan menipu agar wanita itu dapat terpedaya.
"Mungkin saat ini kamu gak bisa aku sentuh Nay, namun lambat laun kamu akan jadi milikku, aku akan menunggu hari itu tiba."
Kemudian Leo melirik map yang warna biru ,sudut bibirnya terangakt, Nesa sudah menjalankan rencananya.Ia hanya tinggal menambahi bumbu ,agar Kanaya percaya dengan apa yang dikatakan Nesa.
"Aku berharap kau mebuat keputusan yang terbaik untuk hidupmu dan orang-orang disekitarmu,Naya.Nesa sebenarnya bukan perempuan yang buruk,ia hanya sedang berjuang untuk mendapatkan cintanya kembali.Seperti aku yang juga sedang berjuang untuk mendapatkanmu.Apa yang tertulisa disana benar adanya." ucap Leo.
Kanaya memalingkan mukanya, tak ingin menatap laki-laki itu sama sekali.
"Kamu boleh membenciku sekarang,Nay, namun aku yakin suatu saat kamu akan berterima kasih untuk itu.Bumi tak sebaik yang kamu pikirkan, Dia sendiri yang telah menandatangani surat perceraian kalian, aku berharap kamu memikirkan orang-orang di sekitar kamu, janga egois Nay.
Leo memandang Kanaya berharap perempuan itu akan goyah dengan perkataanya.
"Kapan Mas Bumi menandatangani surat itu?" tanya Naya akhirnya.
"Setelah kamu kehilangan bayimu, dia langsung mengajukan perpisahan kalian ke pengadillan." jawab Leo.
__ADS_1
"Deghhhhh."