Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 86 Karma


__ADS_3

Sepulangnya mengantar Eza sekolah Bumi langsung melajukan motornya ke toko sang istri, sangat menggelikan sebenarnya sebab kemarin Ia juga belanja kain di toko tersebut. Ternyata feeling-nya benar bahwa suara yang ia dengar kemarin di toko adalah suara Kanaya.


Setelah bumi memarkirkan motornya di tempat parkir ia langsung menuju toko, sebagian pemilik toko yang belum tahu siapa Bumi pasti menatap dengan heran kenapa pria itu berlama-lama di dalam toko Kanaya.


Terkecuali Ibu Dewi yang memang secara langsung menanyakan kepada Kanaya siapa sosok bumi itu.


Merasa banyak pasang mata yang menatapnya dengan aneh Bumi sedikit merasa tidak nyaman, ia menghampiri sang istri yang saat ini tengah duduk di depan meja kasir.


" Sayang kenapa ini para penjaga toko menatap aku kayak gimana gitu kurang nyaman,yang?'' Ucap Bumi seakan sedang mengadu.


Kanaya hanya melirik dengan ekor matanya ia sudah tahu kenapa para orang-orang itu menatap Bumi seperti itu , tentu karena ketampanan yang suaminya miliki.


" mereka jarang-jarang Mas lihat orang ganteng, Makanya Mas gak usah dandan biasa aja nggak usah ganteng-ganteng banget bikin cemburu aja.'' Ucap Naya dengan muka sedikit cemberut.


Bumi hanya terkekeh pelan mendengarkan istri mengatakan cemburu sudah sangat lama ia tidak mendengarkan hal itu.


" Oh jadi kamu mengakui Kalau suamimu itu sangat ganteng,sayang?" Tanya Bumi dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.


Kanaya hanya bisa memutar bola matanya malas." Capek deh."


" hahaha."


" udah deh Mas Bumi pulang aja ke rumah Jangan di sini bikin kerjaan ku nggak mood tahu,atau nggak Mas Bumi di dalam aja deh nggak usah keluar-keluar toko bikin pusing!"'


" Lah kenapa aku mau bantu kamu,sayang."


" Bukannya bantu Mas itu bikin rusuh tahu.!"


Kanaya yang semakin lama semakin tidak tahan melihat Para pemilik toko depan belakang dan sebelah menatap mesum pada suaminya lantas ia benar-benar menyuruh Bumi untuk masuk ke dalam dan tidak keluar-keluar lagi.


" Sini Mas duduk aja di sini Nggak usah keluar-keluar sampai nanti jam makan siang kalau gak Naya marah loh."


Sekali lagi Bumi hanya terkekeh pelan melihat sang istri yang benar-benar cemburu padanya.


" Alhamdulillah ya Allah akhirnya aku bisa bercanda dengan istriku kembali.''


Selama di toko Bumi benar-benar dikurung Kanaya di dalam tanpa boleh keluar sedetikpun beruntung perempuan itu membawa laptop, hingga ia tidak terlalu bosan.

__ADS_1


Bumi juga bisa memantau semua pekerjaannya di Jakarta dengan menyuruh asisten dan sekretarisnya mengirim semua laporan ke emailnya.


Pukul 10.00 siang ia menghampiri Kanaya yang masih asik dengan buku-buku penjualannya.


" Sayang ini sudah jam 10.00 pagi Mas mau jemput Eza dulu ya di sekolah." Kata Bumi sambil mengambil kunci motor yang tergantung di dinding.


" aku ikut Mas, takut kamu nyasar, Ntar nggak bisa pulang deh." Ucap Naya yang langsung mengambil tas dengan muka yang masih cemberut.


Bumi hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian ia melirik ke arah Nurul yang sedang menahan tawa.


Dia Kenapa?tanya Bumi pada Nurul.


" si Teteh lagi cemburu sama orang-orang yang ngeliatin Aa." Jawab Nurul dengan polosnya.


Bumi hanya tertawa mendengarnya.


Sepulangnya menjemput Eza,Kanaya tidak langsung membawa suami dan putranya kembali ke toko namun Ia memutuskan untuk pulang dulu ke rumah.


zora tadi menghubungi bahwa dirinya sudah ada di rumah. Begitu motor yang dikendarai Bumi, Kanaya dan Eza sampai di depan rumah muncullah Zora yang baru selesai mandi.


Perempuan itu mengerutkan dahi melihat pria yang waktu itu ditemuinya di restoran ada disini bersama mereka.


" Iya Tante ternyata Om ini Ayah aku tau." Jawab Eza mendahului.


Zora sangat terkejut lalu ia menatap Kanaya juga.


" Benar Nay apa yang Eza bilang dia Papanya Eza?"


Kanaya hanya mengangguk.


" kamu yakin Nay,bukan orang jahat yang waktu itu nyulik kamu?"


" Bukan Zora, dia beneran suamiku ko.Panjang ceritanya Yuk kita masuk dulu kita bicara di dalam saja!"


Zora tampak manggut-manggut setelah mendengar penjelasan dari Kanaya dan juga Bumi.


Ia juga minta maaf telah Ikut andil menyembunyikan Kanaya dari Bumi, padahal waktu Bumi mencari Kanaya di kampus Ia juga tahu akan hal itu.Hanya saja ia tidak tahu wajah Bumi karena hanya mendengar dari pihak kampus saja.

__ADS_1


" lalu Bagaimana nasib Leo yang sudah menculik Kanaya Mas?" tanya Zora sangat penasaran begitupun dengan Kanaya, wanita itu tidak sempat menanyakan kondisi Leo dan keluarganya saat ini seperti apa.


"Apakah Bude salimar masih tetap angkuh seperti dulu?"


Bumi sedikit Murung mendengar nama Leo disebut entah ia harus senang atau sedih mengenai nasib sepupunya saat ini.


" Aku belum cerita padamu ya Nay, tentang Leo dan keluarganya. Kanaya mengangguk.


"Belum Mas."


Bumi menghela nafasnya berat sebelum ia mulai bercerita.


" Setelah aku memasukkan Leo ke dalam jeruji besi kedua orang tuanya sangat murka. Bahkan mereka mengancam keluarga kita agar segera membebaskan Leo dari sel. Namun aku tetap bersikeras menjebloskan pria itu Aku tidak rela dia mencelakai istriku."


Bumi menatap Kanaya dengan perasaan menyesal karena dulu tidak mampu melindungi wanita itu, hingga para orang-orang yang menginginkan mereka berpisah sangat mudah melancarkan aksinya.


" Leo ternyata ketergantungan obat-obatan Terlarang. ia sampai harus menjalani rehabilitasi. Dan satu hal lagi yang fatal adalah bisnis orang tuanya yang hancur karena kelicikan rekan mereka. Bude stress dan akhirnya bunuh diri karena tidak sanggup menghadapi semua kenyataan pahit. Pak de sekarang hidup di Malang bersama anak pertamanya. Menjalani kehidupan sederhana dan sesekali menengok Leodi dalam pusat rehabilitasi." lanjut Bumi lagi.


"Ya Allah Mas innalillahi wa inna ilaihi rojiun sampai seperti itu Mas?" ucap kanaya kaget dengan semua yang ia ketahui barusan.


"Ternyata apa yang mereka lakukan langsung mendapatkan balasan dari Yang Maha Kuasa ya Mas, sungguh Naya tidak dendam sama mereka hanya saja Naya takut mereka akan mengulangi lagi perbuatannya pada kita." lanjutnya.


Bumi mengangguk.


" Iya sayang pembalasan Allah itu nyata.Kita hanya perlu berserah diri dengan segala cobaan yang menimpa dan sabar. Saat Maas kehilangan kamu Mas juga bersabar selalu berdoa semoga segera dipertemukan meskipun itu sebenarnya sangat berat. Hari demi hari Mas lalui dengan selalu memikirkan kamu dan kamu, bagaimana keadaan kamu, bagaimana kamu makan, Bagaimana kamu menjalani hari-hari tanpa Mas."


Kanaya semakin berlinang air mata, ternyata begitu besar cinta Bumi untuknya, ia sudah tidak ragu lagi pada sang suami kali ini.


" Sekarang kamu mau kan pulang, menjalani rumah tangga kita lagi seperti dulu?"


Tanpa ada perasaan ragu lagi Kanaya mengangguk setuju.


" Alhamdulillah Terima kasih ya Allah." Ucap Bumi penuh syukur.Begitupun dengan Zora yang tengah memangku Eza.Gadis itu ikut terharu dengan sahabatnya yang kini telah kembali menemukan kebahagiaanya.


"Mas,Naya akan ikut pulang, tapi Naya mohon beri waktu sedikit lagi ya untuk mempersiapkan semuanya,terlebih mengurus kepindahan sekolah Eza dan kerjaan disini."


Bumi nampak berfikir sejenak, kemudian senyumnya melebar.

__ADS_1


"Tentu saja sayang."


__ADS_2