
Selepasnya dari kantor Bumi benar-benar mengajak Kanaya untuk jalan-jalan ke Mall sesuai dengan janjinya tadi pagi.
Kini keduanya tengah berjalan-jalan di lorong Mal terbesar di Jakarta.Untuk pertama kalinya setelah statusnya berubah menjadi suami, Bumi memanjakan kanaya dengan barang-barang branded seperti baju, tas, sepatu, make-up dll. Meskipun ia kerja bukan di perusahaan sendiri tapi jangan diragukan jika isi rekening Bumi akan membuat kaget Kanaya jika tahu berapa digit yang mengendap disana.Karena tanpa orang lain tahu sebenarnya ia dan sahabatnya Devan sedang merintis usaha sendiri dan sekarang sudah mulai berkembang.
saat ini keduanya tengah berada di toko pakaian dalam, Kanaya ingin membeli beberapa celana khusus untuk ibu hamil, karena sizenya yang lebih besar dari yang biasa ia pakai.Mas tunggu saja di luar ya biar Naya yang masuk ke dalam." ucap Kanaya ketika suaminya akan mengikutinya dari belakang.
"Lho kenapa sayang, Mas juga mau nemenin kamu milih." Ucap Bumi lagi.
"Ighhh Mas, naya malu.Udah ya Mas tunggu,Naya gak lama ko."
"Ok, tapi Mas nitip beliin sesuatu ya."Bumi menyeringai tipis.
"Apa Mas?"
Lalu lalaki itu membisikan sesuatu di telinga sang istri, seketika kedua mata Naya membulat setelah tau apa yang diminta suaminya itu.
"Gak." jawabnya singkat.
"Ayola sayang, beli yang warna merah, hitam, cream tapi banyakin yang merah ya please.' ucap Bumi lagi seakan memohon.
__ADS_1
"Pokoknya gak mau." ucap Naya. Naya menolak karena sang suami meminta nya untuk membeli lingerie yang ia sendiri risih untuk memakai nya.
"ya sudah berarti Mas ikut ya sayang," ucap Bumi lagi sambil mengedipkan matanya.
'Ya ampun Mas, terserah kamu aja Mas." Kanaya langsung melangkah masuk tak peduli bila suaminya mengikutinya dari belakang.
kanaya memilih beberapa pakaian dalam yang dirasa pas untuknya,Setelah menikah memang pakain dalamnya menjadi sempit karena perubahan pada tubuh itu apalagi semenjak ia hamil.
Setelah selesai ia menyerahkan barang-barangnya pada kasir untuk di hitung, ketika Naya akan membayar Bumi segera mengeluarkan kartu sakti dari dalam dompetnya.
"Uangnya masukin lagi sayang, biar Mas yang bayar." ucap Bumi langsung memberikan kartu kreditnya pada kasir yang berjaga.
"Stttttt, kamu banyak bicara sayang.Udah ya.."
Mau tak mau Kanaya menurut dan membiarkan Bumi melakukan apapun semaunya. Setelah itu mereka memutuskan untuk makan.
Bumi dan Naya masuk ke sebuah retoran berkonsep masak di meja sendiri, Ya saat ini Bumil sedaang menginginkan hidangan ala-ala korea.
"pedesnya jangan banyak-banyak Nay, kasihan dedek nanti kepedesan." ucap Bumi yang melihat sang istri tengah menuangkan bubuk cabe pada kuah mengepul yang ada di mejanya.
__ADS_1
"Gak enak Mas kalau gak pedes, rasanya aneh." jawab Naya dengan manja.
"Ya udah tapi gak boleh banyak-banyak ya Nay, Mas ngeri liatnya."Ucap Bumi yang benar-benar khawatir.
"Ok Pak Bos." Kanaya langsung melahap daging sapi yang di iris dengan sangat tipis yang baru saja ia angkat dari mangkok dengan air yang mengepul karena panas,
"Emmmm enak banget Mas, cobain deh." ucap Naya, ia mengambil beberapa potong daging lagi dari piring lalu kembali di celupkan sebentar ke mangkok panas tadi, dengan menggunakan sumpit ia menyuapi sang suami yang terlihat enggan karena memang Bumi kurang suka makanan yang banyak di gandrungi para penikmat drakor dan kpopers itu.
"Buka mulutnya Mas, ini enak lo." rayu Naya lagi.
"Enggak Nay, kamu aja." tolak Bumi.
"Ayolah sayang, buka ya mulutnya..a...a..." Naya memegang dagu sang suami agar mulut itu terbuka lalu dia memasukan potongan daging itu. Bumi mulai mengunyah pelan-pelan makanan itu .
"Eummm rasanya lumayan." ucapnya Akhirnya Bumi mengambil sumpitnya sendiri dan kembali memakan menu yang ada di meja.
Dari kejauhan seseorang yang baru saja masuk ke dalam restoraan yang sama dengan Bumi, tampak mendekati pasangan suami istri itu.
''Maaf mengganggu, boleh saya bicara dengan Naya?"
__ADS_1