Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 41


__ADS_3

Pertemuan dengan Nesa tadi sudah tak di ingat Bumi, ia terlalu sibuk merayu sang istri yang sepulang dari rumah sakit tampak cemberut. Ya Kanaya tengah cemburu pada wanita yang jadi masa lalu suaminya ini.Salahkan saja karena paras tampan yang di miliki Bumi hingga semua wanita berlomba-lomba untuk menarik perhatian lelaki itu.


"Udah dong sayang, jangan cemberut lagi.Toh dia udah gak ada disini juga." bujuk Bumi saat ini mereka tengah di kamar.Bumi


memutuskan tidak kembali ke kantor,meskipun sebenarnya ia sangat sibuk.Hanya demi merayu sang istri agar tidak lagi marah.


"Ia , tapi dia masih mau sama Mas, aku sebel tau." ucap Kanaya lagi.


"Eummm Mas BUmi baru tahu ternyata istriku selain imut dia juga menggemaskan.Percaya sama Mas ya, Nesa hanya masa laluku, kamu masa depanku sayang."


"Mas Bumi gomballl." Kanya langsung melempar suaminya dengan menggunakan bantal, setelah itu ia memilih turun ke ruang tamu untuk bergabung dengan Ibu mertuanya.


BUmi hanya bisa geleng-geleng kepala,melihat istri cantiknya itu, Ia memaklumi sikap kekanak-kanakan Kanaya karena wanita itu yang menikah di usia yang masih muda.


sementara itu di lain tempat.

__ADS_1


Dimas masih menatap tajam pada sepupunya, Nesa. karena wanita itu berani membohonginya selama ini.


"Aku gak nyangka kamu bisa jadi wanita yang sangat rendah seperti ini,Nes. Aku sampai bela-belain kamu dihadapan Bumi dan istrinya hanya demi kamu yang ternyata playing victim.Apa harus seperti itu kamu mengemis cinta pada seorang Bumi Mahesa." ucap Dimas dengan nada kesal.


Saat perjalanan puang tadi,Nesa menceritakan hal yang sebenarnya terjadi jika selama ini memang yang berbohong tentang kehamilannya.


"Aku minta maaf sama Mas Dimas karena sudah berbohong. Aku tidak punya pilihan lain selain ini. Aku menyesal saat lari dari pernikahan itu dan saat aku kembali semuanya sudah terlambat, Bumi sudah menikah dengan wanita itu, dan Aldo telah merenggut apa yang ku punya ,Mas."


"Aku tidak membenarkan alasanmu, karena memang kamu sangat salah dalam hal ini. kamu yang ninggalin Bumi dan pergi dengan Aldo, jangan salahin pria itu jika kegadisanmu pun diambil karena kamu yang mngundang Aldo untuk itu." ucap Dimas lagi.


"Dia bohong sama aku Mas, Aldo bilang akan menjadikanku bintang makanya aku terbujuk rayuannya saat ia bilang aku harus ke paris untuk mengikuti ajang pemilihan model disana. Aku ngambil keputusan itu juga sudah cukup lama Mas." ucap Nesa lagi.


***


Pagi ini di rumah Bu Ningsih di ributkan dengan sang putra yang mengalami morning sicnes, Kanaya dengan telaten memijit tengkuk Bumi dan Bu Ningsih yang sibuk di dapur mengupas mangga muda, karena putranya sedang menginginkan itu.

__ADS_1


"Aduh sayang, kayanya Mas gak bisa masuk kerja ni lemes banget." ucap Bumi selepas dia mengeluarkan cairan bening di wastafel.


" Ia Mas, kamu kelihatan lemes, gak enak ya Mas perutnya?" tanya Naya dengan wajah yang merasa bersalah.


"Ya gitu deh, padahal udah minum obat anti mual lo, tapi masih saja gitu."


'Maafin Naya ya Mas gara-gara Naya , Mas Bumi jadi sakit seperti ini." ucapa Naya lagi yang masih merasa sangat bersalah.


"Gak apa-apa sayang, justru Mas merasa sangat bersyukur, Mas yang ngalami ini, jadi kamu tetap fokus sama dede di perut tanpa harus ngalamin mual dan pusing." jawb Bumi sambil mengusap perut Naya yang sudah terasa keras, namun belum kelihatan menyembul.


"Eumm... Ayah sepertinya sayang banget sama dedek ni.' kata Naya yang kini ikut mengusap perut rata miliknya.


"Tentu donk, Bunda sama dedek sekarang jadi kesayangan Ayah makanya kalian harus selalu sehat ya."


"Ia Ayah." Naya menjawab dengan menirukan suara seperti bayi.

__ADS_1


Visual Bumi Mahesa Erlangga.



__ADS_2