Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 76


__ADS_3

Di sudut kota lain,


seorang wanita  muda tengah menaiki sepeda motornya dengan sedikit terburu-buru.Waktu sudah menunjukan pukul setengah sebelas pagi, dan ia sudah terlambat. Setelah sampai di sebuah bangunan yang sedikit ramai ia segera memarkirkan motornya dan berlari dengan tergopoh-gopoh.


Seorang wanita paruh baya nampak sedang berdiri di depan pintu di sebelahnya seorang anak laki-laki juga  ikut berdiri dengan tas bergambar superhero melekat di punggungnya, anak laki-laki yang terlihat sangat imut dan tampan dengan seragam sekolah bertuliskan TK/ PAUD AN-NISA, BANDUNG.


"Bu kepala sekolah punten saya telat jemput."ucap wanita itu dengan napas tersengal-sengal karena berlari.


" Ia gak apa-apa Bu Naya, Altezza pintar dan tidak rewel, jadi  Ibu guru dan yang lainya tidak kerepotan saat menunggu Ibu datang menjemput."


"Oh, syukurlah. Sayang, maaf ya Bunda telat jemput Ezza karena harus mengantar pesanan dulu ke langganan."


"Tidak apa-apa Bunda." ucap pria kecil yang wajahnya merupakan duplikat dari sang ayah.


"Terimakasih, nak.Ya sudah kita pulang yuk."


"Ayo Bunda."


"Bu guru,kami permisi dulu kalau begitu.Asalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam ,Bu."


Empat tahun lalu,


setelah berhasil melarikan diri dari kejaran Leo, Kanaya berniat untuk kembali kepada keluarganya,namun terhalang oleh ingatan tentang tanda tangan yang di bubuhkan Bumi di surat cerai itu sebenarnya membuat hatinya sangat hancur.Meskipun dalam hati terus meyakinkan diri jika semua itu hanya tipuan Leo dan Nesa semata, namun tetap saja hatinya goyah.


Kanaya baru saja tiba di depan rumah ibu mertuanya, ia berdiri sejenak sebelum masuk, namun tiba-tiba ia teringat kembali perjanjiannya dengan Leo, Kanaya takut jika Leo akan mencabut semua aliran dana untuk perusahaan milik mertuanya,jika ia muncul lagi ditengah-tengah mereka.


'Maafkan Naya Mama dan Papa, kalian harus menderita karena mempertahankan aku, dan Mas Bumi maaf. aku tak bisa lagi ada disampingmu, jika hari ini saja perusahaan Papa yang jadi korban.Naya takut  di kemudian hari akan ada nyawa yang melayang jika dipaksakan kita terus bersama.Naya doakan Mama dan papa serta Mas Bumi selalu sehat dan bahagia.'


Hari itu juga Kanaya memutuskan untuk pergi dari jakarta.Ia tidak kembali ke Yogjakarta dimana Eyang Nur tinggal,namun Naya memutuskan untuk kesebuah pelosok dimana sahabatnya semasa kuliah tinggal.

__ADS_1


Maka disinilah sekarang Kanaya tinggal di sebuah kampung di sudut kota Bandung satu rumah dengan Sora, perempuan itu  juga tidak keberatan Kanaya tinggal bersamanya karena ia telah yatim piatu sama seperti dirinya.


Suatu hari Kanaya mengalami mual dan pusing bahkan Sora menemukan perempuan itu tergeletak pingsan di ruang tamu. Sora yang panik langsung minta bantuan tetangga untuk membawa Naya ke klinik terdekat.


Setelah di periksa ternyata kanaya dinyatakan hamil oleh dokter, antara terharu dan juga sedih karena saat tahu dirinya berbadan dua,sang suami tak ada disampingnya.Kehamilan Kanaya di jalani dengan kesibukannya bersama Sora  menjalani bisnis  baju juga topi yang mereka langsung ambil dari pengrajinnya,dengan mengandalkan toko online di berbagai macam platform,perlahan mereka mulai meraup keuntungan dari kecil hingga mampu menyewa sebuah toko untuk menjual kain  dan juga menampung topi dari para pengrajin  di sekitar rumah. Mereka tidak takut kalau topi-topinya tidak laku karena mereka telah memiliki pelanggan tetap dari berbagai daerah juga provinsi bahkan sampai liar negeri, meski masih dalam kapasitas kecil.


Kebahagiaan Kanaya bertambah saat ia melahirkan seorang bayi laki-laki,tangisnya pecah saat melihat wajah bayi itu sangat mirip dengan mantan suaminya,Bumi Mahesa Erlangga. Bayi itu ia beri nama Altezza Mahija yang artinya Anak laki laki yang mulia putra bumi.


Disaat tengah malam, Kanaya akan selalu merasa merindukan Bumi, namun saat siang dan melihat putranya sangat aktif rindu itu akan terobati.


***


"Bunda, besok kan Ezza di undang Kevin di acala ulang tahun, kita datang kan Bun?" tanya Ezza di sela-sela kesibukan sang ibu yang sedang berbalas chat dengan pelanggannya.


"Ulang tahunya dimana sayang?" tanya Kanaya,dengan mata yang masih menatap layar tablet.


"Bunda, lihat Ezza donk, jangan di cuekin,Ezza jadi sebel." pria kecil itu bersedekap dada dengan wajah yang cemberut  tanda ia mulai merajuk, memang jam-jam siang seperti ini Kanaya selalu di sibukkan dengan chat-chat yang masuk dari para pelanggan dari aplikasi hijau ataupun dari aplikasi marketplace nya.


"Ok,Bunda akan dengar omongan Ezza.Sekarang Bunda tanya acara ulang tahun Kevin dimana?"


"Nah gitu donk."


"ACalanya di lestolan ayam chicken Bunda, yang di Mall XXX." Jawab Ezza lagi dengan kata -kata yang memang belum terlalu jelas.


Kanaya manggut-manggut."Baiklah,Ezza mau datang kesana?"


"Mau donk Bunda, Ezza kan mau ke timezone juga, bocen di lumah liat paketan mulu."


Kanaya tertawa mendengar gaya protes sang anak jika sedang merajuk,memang selalu seperti ini, setiap harinya Kanaya akan membawa putra semata wayannya ke toko kain dan topi, untuk mem packing semua barang dan melayani pelanggan yang datang langsung.


"Sayang bagaimana jika Ezza datangnya sama Tante Sora, soalnya Bunda mau packing barang banyak kalau telat nanti Bunda dimarahi customer." ucap Kanaya.

__ADS_1


"Enggak mau, Ezza mau pelginya cama Bunda, gak mau cama Tante SOla." ucap Ezza dengan kesal, bahkan saat ini ia sudah melempar mainan Kapal-kapalanya.


jika sudah begini Kanaya hanya bisa menghela napasnya.Ia pun sadar belakangan ini dirinya terlalu disibukan dengan pekerjaannya sampai tidak ada waktu untuk membuat Ezza happy.


Sora yang baru saja live streaming di toko onlinenya melihat Ezza yang sedang duduk depan toko dan tampak murung.Ia mendekati anak kecil yang sudah bagaikan keponakan untuknya.


"Lho kok duduk didepan sich sayang, panas lo ini." Ucapnya, ia pun ikut duduk di samping anak kecil yang tengah merajuk itu.


"Ezza sebel sama Bunda, gak pelnah mau diajak main ke Mall."


Sora hanya ber oh ria mendengar curhatan anak kecil yang menggemaskan itu.


"Eummm bagaimana jika Ezza pergi sama Tante, soalnya Tante juga bosen ni kerja mulu, pengen main sama beli es cream."


Mendengar kata Es cream membuat Ezza berbinar, selain coklat dengan kemasan seperti telur yang selalu terpajang di depan kasir minimarket,anak lelaki ini juga paling gemar dengan es cream  berlogo boneka salju lengkap dengan mahkota dan juga tongkat emasnya.


"Tante mau jalan-jalan juga?"


"Pengennya, tapi kayanya gak jadi, soalnya keponakan imut Tante pengennya sama Bunda."


merasa takut tidak jadi beli es cream viral nya itu Ezza segera bangkit.


"No, Ezza mau pergi sama Tante, tapi kita ke ulang tahun Kevin dulu Tante."


"Ok sayang."


Dari balik pintu, Kanaya tersenyum masam,  bukan ia tidak mau pergi ke tempat ramai atau karena sibuk,meski itu benar adanya,Ia hanya takut bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya, walaupun mereka tinggal di jakarta tetap saja ada kemungkinan mereka berada di bandung bukan.


Sementara itu,


Bumi baru saja melakukan chek in di hotel Mewah yang menyatu dengan mall terbesar di kota Bandung,ia akan menghadiri peresmian usaha fashion milik salah satu rekannya.Berhubung acaranya akan di jadwalkan besok,malam ini Bumi akan pakai untuk jalan-jalan di sekitar Langlangbuana, tempat dimana Kanaya memulai kuliah dan saat LDR dulu

__ADS_1


__ADS_2