Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 39


__ADS_3

Bu Ningsih dan Pak Arif menunggu anak dan menantunya di depan rumah dengan harap-harap Cemas, semenjak Bumi mengabari jika Kanaya telah di temukan dan keadaanya baik-baik saja, membuat pasangan suami istri itu kelihatan sangat gembira, jika saja kesehatan Bu NIngsih baik, pasti wanita paruh baya itu sudah menyusul Kanaya ke Jogja,.


Begitu mobil yang membawa keduanya telah sampai di halaman rumah ,Kanaya turun dari dalam kendaraan roda empat itu , meski hanya dua bulan saja ia meninggalkan rumah itu namun Naya merasakan rindu dengan suasana rumah itu.


Kanaya yang melihat Bu Niingsih dan Pak Arif ,langsung berlari untuk menghampiri keduanya.


"Mama, Papa."Teriak Naya.


'Sayang..." Ucap Bu Ningsih yang dengan reflek juga ikut berlari mendekati sang menantu.


"Sayangnya Mama, kangen nak.: ucap Bu Ningsih lagi.


"Nay, jangan lari sayang.inget kandungan." teriak Bumi.


Kanaya seketika langsung berhenti dan mulai berjalan dengan pelan.Akhirnya Bumi menyamai langkahnya dengan Naya, agar wanita itu tak lagi berlari seperti tadi.


"Ma, Pah." ucap Naya begitu ia berada di depan kedua mertuanya.


Bu Ningsih langsung memeluk erat menantu yang sudah dianggap bagai putrinya sendiri itu.


"Akhirnya kamu pulang,Nak.Mama lega dan bersyukur kamu ketemu." ucap Bu Ningsih sambil menangis haru.


"Ia Mah, maaf pasti Naya sudah membuat repot semuanya dirumah ini."Ucap Naya juga tak kalah haru.


"Tidak nak,suamimu memang harus di perlakukan seperti itu dulu biar dia sadar." Bu Ningsih melirik Bumi yang hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nay." sapa Pak Arif Papa mertua Kanaya.


"Papa." sapa balik Naya. pria paruh baya itupun memeluk menantunya. Sama halnya dengan sang istri,pak Arif juga sangat menyayangi Naya seperti putri kandngnya sendiri.

__ADS_1


"Maafin Naya ya pah sudah bikin Papa susah."


'Tidak nak, ini hanya kenakalan kecil kamu saja, Papa dan Mama memaklumi itu semua sayang Tidak mudah untuk kamu menerima semua ini, malah kami yang minta maaf karena telah memaksa kamu waktu itu agar menikah dengan Bumi.''


"Tidak apa-apa Pah, Naya senang bisa berbakti pada Papa dan Mama."


"Sayang diluar panas, kita masuk yuk kamu cape kan.' Sahut Bumi sebelum semua orang kembali menegeluarkan obrolan lain.


"Eummm sayang, udah ada yang bucin kayanya sekarang ni." sindir Bu Ningsih.


semua orang tergelak sambil menatap Bumi dan Naya hanya bisa merah merona menahan malu.


Akhirnya semua orang masuk kedalam rumah, ART tampak membawa barang-barang milik Naya dan Bumi kedalam kamar mereka.


**


"Hari ini jadi periksa kandungan ke Dokter, Bum? tanya Bu Ningsih disela sarapan pagi mereka.


Kanaya yang sedang mengambilkan daging ayam untuk Bumi, tersenyum dan mengangguk.


"Jadi donK mah, udah gak sabar pengen lihat dedek, tapi Bumi mau ke kantor dulu sebentar.' jawab Bumi.


'' Lho nanti Naya berangkat sendiri?" tanya BU Ningsih lagi.


"Gak donk Mah, nanti Bumi pulang ko buat jemput Naya.ke kantor cuma mau tanda tangan berkas aja, nanti balik lagi.Kamu tunggu dulu dirumah sama Mama Ya sayang." ucap Bumi.


"Emang gak bisa di anter saja sama sekretarismu ke rumah Bum, kan kamu jadi cape harus bolak balik."protes Bu Ningsih lagi.


''Kasihan Mah, mereka udah terlalu kerja keras selama aku seminggu gak ada kemarin.Lagipula gak akan lama ko. Gak apa-apa kan Nay, mas pergi dulu bentar?" tanya Bumi pada sang istri.

__ADS_1


''Gak apa-apa Mas,kalaupun gak keburu aku bisa naik taksi Mas, nanti Mas langsung berangkat saja dari kantor." Jawab Naya.


"Owh... tidak, kamu harus tunggu Mas, gak boleh berangkat sendiri.Mas gak izinin ya."ucap Bumi lagi.


'Ia deh gimana Pak Bos aja, Naya nurut." jawab Naya.


"Nah gitu donk."


Kedua orang tua Bumi saling melempar senyum melihat sang putra yang sudah kembali ceria itu.


**


Di dalam mobil menuju kantor Bumi terkadang senyum-senyum sendiri, memikirkan sang istri yang baru ia sadari ternyata sangat menggemaskan. Ia tidak pernah menyangka takdirnya ternyata akan menikah dengan Kanaya, seseorang yang selama ini ia cintai diam-diam. Ia sudah sangat lama menyembunyikan cinta itu di balik topeng kaka angkat.


Bumipun tak menyangka cintanya ternyata bersambut,bahkan kini ia akan memiliki anak dengan Kanaya nya, sesuatu yang tak pernah ia duga sama sekali.


Bumi sampai kantor sepuluh menit kemudian, ia langsung di samubut sang sekretaris dengan setumpuk berkas yang harus ia tanda tangani.


"Pisahin dulu yang urgent ya An, siang ini saya mau ke rumah sakit dulu."


"Baik Pak, kalau boleh saya tau siapa yang sakit Pak?" tanya Ana.


"Cuma mau periksa kandungan istri saya, alhamdlilah Kanaya hamil .'ucap Bumi dengan riang.Memang setiap kali meumbicarakan wanita itu bawaannnya selalu semangat.


"Owh..saya ucapkan selamat Pak." ucap Ana lagi.


"Terimakasih An.' jawab Bumi, lagi,,.


Wajah Ana tiba-tiba menjadi berubah setelah Bumi mengatakan jika istrinya tengah hamil. Ia langsung pamitan kembali ke ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2