Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 77 Bertemu Altezza


__ADS_3

Suara riuh nyanyian selamat ulang tahun memenuhi tempat makan cepat saji yang berlogo ayam, restoran ini memiliki dua lantai untuk para pelanggan yang ingin makan di tempat,dan lantai atas ini di sewa oleh orang tua Kevin teman sekolah Ezza untuk merayakannya, pantas saja suara ramai anak-anak terdengar sampai ke lantai bawah di mana seorang Bumi tengah mengantri untuk memesan disert yang terkenal lezat di restoran ini.


Mendengar lagu selamat ulang tahun, ia teringat dengan seseorang yang sedari kecil telah hidup bersamanya dan selalu menyanyikan lagu itu disaat mereka merayakan ulang tahun bersama.


"Total semuanya enampuluh lima ribu ka, apa ada tambahan lain?" tanya seorang pelayan  setelah menghitung jumlah harga makanan  yang Bumi pesan.


"Tidak hanya itu saja." jawab sang pria sambil menyodorkan uang chas berwarna merah.


"simpan saja kembaliannya." lanjutnya.


"Oh terimakasih kaka,semoga rezekinya lancar selalu.di tunggu pesananan ya ka." Pelayan  tersebut terlihat sangat senang mendapatkan tips dari seorang pria yang sangat tampan juga baik hati.


Setelah mendapatkan pesanannya Bumi mencari meja yang kosong dan kebetulan ia mendapatkannya  di dekat pintu  keluar. ia memang sengaja memilih tempat disitu agar temannya  bisa mencarinya dengan mudah.


Beberapa menit kemudian,


"Eghhh Ezza mau kemana sayang?" teriak Sora yang sedang menunggu anak laki-laki itu di kerumunan para orang tua yang juga ikut serta di perayaan ulang tahun Kevin.


"Mau pipis,Tante.Kebelet." jawab Ezza sambil berlari-lari kecil.


"Ok, Tante antar."


Sora dan Ezza masuk kedalam toilet di lantai atas yang ternyata antri,


"Tante, gak tahan." lirih Ezza yang memang sudah menahan ingin buang air kecil sejak acara di mulai tadi.


"Kita cari di lantai bawah saja yuk ,siapa tahu kosong."


Ezza kecil pun mengangguk.Agar bisa jalan lebih cepat Sora sengaja menggendong pria kecil itu,lalu dengan hati-hati ia pun mulai menuruni anak tangga sampai akhirnya mereka tiba disana.Sora langsung mencari toilet dan akhirnya menemukan tempat itu.


Sora tanpa risih juga membantu Ezza untuk membersihkan sisa  air kencingnya dan memakaikan celananya kembali.


"Nah sudah selesai, siap pesta lagi?" tanyanya.


"Siap donk." Jawab Ezza dengan semangat.


"Ok,tapi tunggu dulu disini,Ezza jangan kemana-mana.Soalnya Tante juga pengen pipis."


"Ok Tante." jawab Ezza mengangkat jari  tangannya  membentuk hurf O.

__ADS_1


Sora segera masuk kedalam ruang sempit itu meninggalkan Ezza di luar pintu.


Karena bosan dan ingin segera kembali naik keatas,Ezza kecil memutuskan untuk keluar, namun ia sedikit bingung karena tempat itu terlalu  ramai dan tidak ada dekorasi ulang tahun seperti sebelumnya.


Ezza mulai panik karena dia sudah tersesat.Berusaha kembali ke dalam toilet mencari tante Soranya dia pun tidak ingat jalan.Akhirnya dia menangis di sudut ruangan sendiri, di hapadan orang berlalu lalang yang tidak menyadari keberadaanya.


Bumi yang sedang menikmati kopi late nya mendengar suara anak kecil di belakang kursi nya, kebetulan ia memang duduk tidak begitu jauh.Ia lalu menghampiri anak kecil itu.


"Hai nak, kenapa menangis?" tanya Bumi.


Merasa ada orang dewasa yang sedang bertanya padanya, Ezza mengangkat kepalanya yang sejak tadi menunduk menutupi wajahnya yang penuh dengan air mata.


"Aku terlsesat,OM." jawabnya dengan terisak-isak.


"Kok bisa tersesat, memang ade mau kemana?terus kesini sama siapa?" tanya Bumi lagi.


"Mau ke ulang tahun Kevin, tadi habis pipis terus tungguin Tante."karena suaranya yang belum begitu jelas membuat Bumi diam sejenak mencerna kata-kata Ezza, sesaat kemudian dia bereaksi oh saja.


"Terus tantenya dimana?"


"Di toilet."


"Ya sudah sambil nunggu Tante nya keluar, kita tunggu di meja Om yuk. Om punya brownis cokelat kismis mau?"


Ezza berbinar-binar dia pun mengangguk setuju.


Bumi menggendong anak lelaki itu dan mendudukannya di kursi kosong sebelahnya.Ia kemudian menyodorkan disert yang belum sempat ia sentuh, karena sibuk dengan berbalas pesan dengan temannya.


Tiba-tiba saja perasaan Bumi menghangat, ia baru menyadari paras anak kecil yang sedang duduk sambil menikmati kue brownis itu terlihat begitu mirip dengannya.Apakah ini sebuah kebetulan, ingin menepis namun ini realita.


Cara Ezza makan pun membuat Bumi terkeukeuh karena sama persis dengan dirinya.


"Ade namanya siapa?"


"Ezza Om." jawabnya singkat.


"Nama panjangnya?"tanya Bumi penasasran


"Altezza Mahija."

__ADS_1


"Mahija?"tanya Bumi lagi memastikan.


Ezza mengangguk.


"Nama yang bagus sayang, berarti Ezza putranya Om donk?" guraunya.


Ezza menatap pria asing yang sedang duduk disampingnya ini dengan lekat.


"memangnya nama Om siapa?"


"Bumi."


Ezza hanya diam saja lalu kembali dengan kue nya, tak berapa lama terdengar teriakan dari seorang perempuan yang memanggil nama Ezza.


"Ezza, Tante cari kamu kemana-mana,ya ALLah cemas Tante." ucap Sora dengan tergopoh-gopoh menghampiri meja Bumi dan juga Ezza.


"He...he,maaf Tante tadi Ezza bosen, jadi keluar dari toilet."


Sora hanya bisa menghembuskan napas leganya karena telah menemukan anak kecil itu, apa jadinya kalau Ezza benar-benar hilang pasti Kanaya akan histeris.


Sora lalu melirik pria tampan yang duduk bersama keponakannya itu,ia tersenyum kaku karena baru kali ini melihat seorang pria yang sangat-sangat sempurna dimatanya.


"Maaf,keponakan saya merepotkan ya?" ucap Sora.


"Tidak apa-apa Mba,lain kali tolong di jaga baik-baik ya, anak sekecil ini lebih banyak rasa penasaran, ia tidak bisa di tinggalkan  di dalam toilet begitu saja." jawab Bumi mencoba memperingatkan.


"Ia Pak, saya juga menyesal, dan terimaksaih sudah menjaga Ezza."


"Tidak masalah, dia anak baik dan menyenangkan."


"Nah Ezza yuk kita kembali keatas untuk pamitan pada Kevin, kasihan Bunda Nay udah kelamaan nunggu di rumah." bujuk Sora yang melihat Ezza tampaknya masih betah berlama-lama dengan Bumi.


"Bunda Nay?" tanya Bumi penasaran.


"Owhhh, Bundanya Ezza  kaka saya." jawab Sora.


"Kalau begitu kami permisi, terima kasih sekali lagi sudah menjaga Ezza." Sora segera menggendong anak lelaki itu dan membawanya keatas, bergabung kembali denga teman-teman yang lainnya.


Bumi ikut berpartisipasi dalam pengguntingan pita dimana sahabat lamanya membuka toko baju yang ada di dalam mall.Banyak pasang mata yang melihat tampan dan gagahnya pria itu dalam balutan kemeja berwarna biru muda  dan kacamata bening yang bertengger diatas hidungnya.Sungguh membuat para kaum hawa memandang tak berkedip,termasuk Sora yang sudah selesai mengantar Ezza,dan mereka hendak pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2