
Seorang wanita dengan perut buncitnya sudah berdiri di hadapan Leo dan juga Kanaya, dan betapa terkejutnya Naya saat melihat wanita yang sangat ia kenali itu.Bahkan matanya sampai ikut membulat.
"Mba Nesa????"
Kanaya menggelengkan kepalanya saat tahu kejutan ini, sungguh ia tidak menyangka bahwa wanita yang ia pikir sudah bisa damai dengan dirinya sendiri ternyata masih berambisi untuk mengganggu keluarganya.
"Apa yang Mba Nesa inginkan dariku sampai harus menculik ku segala? dan kalian?"Kanaya menatap dua orang yang pernah dekat dengan Bumi ini.
"Apa selama ini kamu memang sudah merencanakan ini Leo?" tanya Naya tajam.
"Menurutmu? awalnya aku hanya kasihan dan ingin menolong Nesa saja. Lelaki brengsek itu sudah menghamili Nesa namun tidak mau bertanggung jawab.Lelaki macam apa itu?" ucap Leo.
Kanaya hanya terkekeh pelan, wajar Leo mengatakan itu, umurnya saja hampir sama dengannya belum genap 20 tahun, ia masih bisa di bodohi oleh orang lain, dan Kanaya sangat yakin jika Nesa lah yang membodohi Leo.
"Kamu ternyata sangat polos,Leo." ucapnya, kemudian Kanaya menatap perut buncit itu, hatinya sebenarnya sangat sakit, kenapa wanita itu bisa mempertahankan kandungannya ,sementara dirinya harus keguguran.
"Kau yakin bayi yang di kandung wanita itu adalah anak Mas Bumi? kau tidak minta tes DNA?"
"Kau... berani-beraninya kau menuduhku sembarangan,Leo cepat hajar wanita ini!Dia meragukan ayah bayi yang sedang ku kandung." ucap Nesa dengan marah.
"Dasar playing victim.'
"Apa maksud kamu bicara playing victim seperti itu Naya, dia adalah wanita yang menjadi tunangan suamimu dan kau yang merebutnya.Tidakkah kau kasihan padanya?" tanya Leo kali ini dengan nada sedikit tinggi.
Sementara Nesa yang sedang hamil besar itu mencoba menari perhatian Leo dengan cara menangis agar pria itu percaya jika selama ini dia si Zholim.
__ADS_1
"Aku tidak akan membela apa-apa padamu,leo.Ya benar dia adalah tunangan suamiku kala itu, namun dia meninggalkan Mas Bumi disaat akad nikah akan berlangsung, tidak perlu ku ceritakan detail kau pasti sudah tau kan apa yang terjadi dengan mereka.Jika aku yang kini menjadi istrinya bukan sepenuhnya salahku ,Dia yang pergi.' ucap Naya menjelaskan.
"Rupanya kau terlalu percaya diri Kanaya, aku pastikan kamu tidak akan pernah kembali ke suamimu lagi, karena aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi."Lanjut Nesa.
kemudian wanita hamil itu pergi meninggalkan kanaya dan juga Leo di ruangan itu.
Nesa berjalan menuju kamarnya sepeninggalnya ia menemui Kanaya, wanita yang sangat ia benci saat ini. Dengan perut bulatnya ia merebahkan diri di kasur empuk hotel yang telah ia sewa bersama Leo.Ngomong-ngomong soal Leo, Nesa tersenyum licik ia berhasil memanfaatkan kepolosan anak itu dan memanfaatkan fasilitas yang Leo punya.
Beberapa hari di Jogjakarta, tak sengaja Nesa bertemu dengan Leo di sana.
Wanita itu sangat tahu kalau Leo adalah sepupu dari Bumi, maka dengan kemampuan aktingnya Nesa menghasut Leo agar mau menolongnya untuk mendapatkan bumi kembali.
"Kamu mesti tolong aku,Leo.Ini anak Mas Bumi, Kanaya merebutnya dariku,padahal Bumi sudah janji akan menungguku selama aku di luar negeri." Ucap Nesa kala itu.
Apalagi setelah di perlihatkan foto Kanaya,Leo langsung menyetujui rencana Nesa karena ia jatuh cinta pada wanita itu. oleh karenanya Leo membujuk Ibu Salimar agar menitipkannya di rumah Bumi untuk kuliah di sana bersama Kanaya.
karena kecerobohannya sendiri, Bumi lebih mengetahuinya lebih dulu rencana dia untuk mendapatkan Kanaya sebelum ia melancarkan aksinya.
"Dengar Kanaya, aku mohon turuti perkataanku,jika kamu ingin selamat.Menjauhlah dari kehidupan Bumi.Kalau tidak,bukan hanya kamu saja yang akan jadi ancaman tapi , keluarga suamimu dan Bumi sendiri.Kau sangat tahu kan bagaimana kekuasaan keluargaku." Bujuk Leo dengan yakin.
"Ternyata hanya mengandalkan kekuasaan saja keberanianmu,seandainya aku pergi dari keluarga suamiku pun kau tidak akan pernah mendapatkan aku leo. Aku yakinkan itu."jawab Kanaya dengan tegas.
"Kau pikirkanlah Naya, aku memberimu waktu satu hari, besok aku akan datang lagi untuk meminta jawabanmu. Aku harap kamu bisa memberikan jawab yang terbaik. Aku janji aku tidak akan menyentuh mereka semua jika kamu mau menurutiku.Aku hanya ingin membuat Nesa bersatu kembali dengan Bumi dan bayi itu mendapatkan ayahnya, sudah aku katakan kau tidak berhak berada disampingnya,"
Lagi,Kanaya hanya terkekeh geli melihat Leo dengan segala kepolosannya,entah dia polos atau memang bodoh mau saja di tipu oleh Nesa.
__ADS_1
"Aku tidak akan meninggalkan Mas Bumi walau sedetikpun, jadi kamu tidak usah cape-cape membuang waktu dan tenagamu untuk membujukku,Leo. Kamu hanya harus yakin saja jika memang Bumi adalah jodohku, sekuat apa kalian memisahkan kami pada akhirnya kami akan bersatu juga,namun jika aku dan Mas Bumi bukan jodoh pasti akan ada caranya kita di pisahkan."
leo sudah tak ingin menanggapi, sama halnya dengan Nesa ia pun memilih meninggalkan Kanaya dalam keadaan terikat di ruangan itu.
"Aku pergi dulu Nay, aku tidak akan merubahnya, aku berharap kamu memikirnya,Perusahaan mertuamu ada di ujung tanduk sekarang jika kamu bersikeras mempertahankan hubunganmu dengan Bumi."
Kanaya tersentak dengan perkataan Leo,"Kau yakin akan melakukan itu,mereka keluargamu."
"Aku pikir semua sudah aku sampaikan Naya, semua tinggal menunggu keputusanmu, satu hal lagi yang harus kamu tahu saat ini Om Arif sedang mengalami kesulitan keuangan karena perusahaanya sedang collapse, kau pasti terkejut kan? karena mertuamu tidak pernah menceritakan kesulitan apapun padamu ataupun pada suamimu tapi, dengan power yang ku miliki aku bisa tahu ."
Leo meninggalkan Kanaya,membiarkan wanita itu berfikir matang untuk semua keputusannya.
**
Nesa terlihat mondar mandir di depan kamar hotel, saat Leo datang menghampirinya,wanita itu begitu senang setelah pria itu muncul.
"Bagaimana Leo, kau berhasil?" tanya nya.
"Kau begitu semangat sekali,Nesa." Aku yakin dia pasti mau aku bujuk kau tenang saja.Yang harus kamu siapkan sekarang adalah, kembali pada kekasihmu itu." Nesa benar-benar kegirangan saat ini karena Leo berhasil dengan rencananya , ia sudah membayangkan Bumi pria yang paling ia cintai akan kembali padanya.
***
Sementara itu Bumi sudah panik luar biasa istrinya tidak ada di Apartement dan juga kampus, ia sudah bertanya pada teman-teman Naya dan juga para dosen tapi tidak ada yang tahu kemana istrinya pergi.Terakhir ia memeriksa cctv di kampus hanya terlihat Kanaya yang keluar dari kelas, kemudian menerima telepon yang ia yakini adalah panggilan darinya dan terakhir wanita itu keluar dari area kampus.
"Ya Allah lindungi istri hamba dimanapun ia berada."
__ADS_1