
Bumi menyandarkan kepalanya di pangkuan Naya, tak terasa air matanya menetes, masih tidak menyangka ia akan menemukan keberadaan sang istri.
"Tau gak Nay, pas Mas gak bisa hubungi kamu kemarin.pikiranku kacau, tidak pernah aku se khawatir ini dan takut kehilangan.Dulu saat bersama Nesa bahkan saat dia ninggalin Mas saat pernikahan,Mas gak sampai stress di buatnya.tapi saat sama kamu ada yang berbeda."
"Mas boleh Naya tanya sesuatu?" ucap Naya sedikit ragu.
"Apa sayang?"
"Apa selama ini Mas punya rasa sama Naya?"
Bumi menatap Kanaya. "Kenapa kamu tanyain ini?"
"Maaf Mas, Naya hanya ingin tahu saja, dari kecil kita selalu barengan,bagi Naya Mas Bumi itu sudah seperti kaka selalu melindungiku dari hal apapun,Bahkan saat aku di buli teman -teman Mas selalu ada.Saat sudah dewasa dan Mas punya pacar, aku merasa kehilangan dan takut Mas tinggalin." ucap Naya sambil menunduk. ia tidak sanggup lagi bercerita. Ada sesutu yang ia pendam selama ini untuk suaminya.
"Mas minta maaf Nay, mungkin kebersamaan Mas dan Nesa sudah membuatmu terluka,.Sebenarnya Mas tahu diam-diam kamu suka sama Mas kan?"
Kanaya mengangkat wajahnya dan melihat kearah Bumi.
"Mas..kamu?"
"Mas juga punya perasaan yang sama,Nay.
"Maksud Mas Bumi?"
__ADS_1
"Mas juga sebenarnya cinta sama kamu, jauh sebelum Mas kenal sama Nesa ataupun wanita lain.Mas Bumi hanya cinta Kanaya seorang." ucap Bumi lagi mulai membuka sesuatu yang ia simpan selama ini.
"Jadi...?"
"Ia Nay, Mas cinta sama kamu sejak dulu, sejak kamu tumbuh jadi gadis cantik.Saat Mama nyuruh kamu buat gantiin Nesa sebenarnya Mas bersyukur Nay,kamu orangnya." ucap Bumi lagi.
Mata Kanaya berkaca-kaca,selama ini ia memendam perasaan untuk lelaki itu sedari dulu.Ia takut untuk mengungkap karena tidak enak dengan Bu Ningsih dan Pak Arif yang telah menganggapnya sebagai anak.
"Naya juga cinta sama Mas Bumi." Ucap Naya lirih.
"Coba ulangi lagi Nay, Mas gak dengar!" ucap Bumi.
''Gak ada siaran ulang."
"Apa yang akan Mas lakukan?' tanya Naya gugup.
Bumi mencondongkan wajahnya mendekati wajah Kanaya, bahkan jaraknya kini sudah sangat dekat membuat wanita itu mampu mendengar deru napas sang suami.
"Mas menjauh sedikit, aku bisa kehilangan napas kalau dekaat-dekat gini."
Bumi tak menggubris, dia malah semakin jahil. "Ulangi dulu kata-kat tadi Nay," bisiknya tepat di telinga istrinya.
"Naya..juga cinta sama Mas Bumi." Ucap Naya gugup.
__ADS_1
"Benarkah? sejak kapan?" tanya Bumi.
"Sejak Naya beranjak gede dan punya rasa itu, sialnya rasa itu ternyata tertuju pada orang yang satu rumah denganku."
"Nakal.' Bumi langsung ******* bibir ranum milik sang istri. ia sudah tidak bisa menahan lagi.Sudah sangat lama ia memendam rindu pada wanita itu, wanita yang sangat ia cintai.
"Nay, Mas uah gak bisa tahan lagi. Dulu Mas pikir rasa buat kamu itu hanya perasaan kaka pada adiknya, ternyata salah, perasaan Mas buat kamu itu perasan cinta dan ingin memiliki."
"Mas Bumi cinta sama Naya.' ucap Bumi sambil menempelkan kening mereka.
"Naya juag cinta sama Mas.
Keduanya sama -sama tersenyum dan kembali menyatukan bibir mereka. Bumi ******* bibir Kanaya dengan gemas, karena sang istri yang tidak ada pengalaman ciuman sama sekali membuat Bumi harus extra kerja keras.Tanpa melepas ciuman itu Bumi mengambil dua lengan kanaya agar melingkar di lehernya , sementara tubuhnya makin ia pererat.
Dengan pelan ia baringkan tubuh mungil milik istrinya di kasur, tanpa melepas pangutan itu.
"Sayang.." ucap Bumi dengan suara parau.
"Mas mau tengok Baby ya."
Kanaya membulatkan kedua matanya, menengok baby itu artinya ia dan Bumi akan...
BERSAMBUNG
__ADS_1