Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 99 BERKUNJUNG KE KANTOR


__ADS_3

"Mas, kita duduk di sebelah sana saja ya, jangan disitu." Ucap Kanya yang langsung mendorong tubuh Bumi menghadap kearah lain.tanpa sengaja Ana melihat kearah wanita yang memakai kemeja kebesaran di padu rok plikset panjang, serta kerudung warna hitam itu,ia mengerutkan dahi melihat kearah wanita itu.


"Lho Pak Bumi." panggil Ana, membuat kanaya menghentikan langkahnya bersama Bumi, niat ingin menghindari wanita itu malah berakhir memanggilnya.


Ana segera berlari menghampiri keduanya,


"Bapak disini juga? mau nunggu siapa pak?" tanyanya dengan ramah, sedangkan kanaya hanya memutar bola matanya malas,sejak mendengar semalam tentang wanita itu, ia semakin harus waspada, dan dua kali bertemu dengan Ana di tempat yang sama sepertinya wanita itu ada kaitanya denga sekolah ini.


"Mba Ana Kok disini juga? apa ada yang di tunggu?" tanya Kanaya penasaran.


"Owhh saya?" Tunjuk Ana pada dirinya sendiri.


Dan Kanaya mengangguk.


"Saya sedang menunggu anak saya sekolah lah, dia ada di kelas A." jawab Ana dengan senyum yang terus merekah, tentu saja senyum itu di tujukan pada Bumi.


"Terus kamu sama pak Bumi juga ngapain disini Nay?' tanya Ana.


Bumi hanya mendengus kesal, karena Ana masih memanggil Naya dengan sebutan nama saja atau kamu tanpa embel embel bu, Mba atau apapun.


"Kami sedang menunggu putra kami yang saat ini baru masuk sekolah."ucap Bumi singkat,Ia kemudian mengajak Kanaya pergi dari hadapan Ana, yang terlihat kaget, ternyata mantan atasanya telah punya seorang putra.


Bumi sungguh tidak peduli dengan ekpresi wanita itu, ia hanya fokus pada Kanaya seorang, istri kecilnya yang sudah bertahun-tahun berpisah dengannya itu.


"Sayang, kita duduk di sini saja ya." ucap Bumi begitu menunjukan  kursi kosong dan panjang, sepertinya  tidak banyak wali murid yang menunggui anak-anak belajar di sekolahan itu, mungkin kedepannya Kanaya juga akan seperti itu, hanya mengantar dan menjemput saja, namun karena ini adalah hari pertama Eza sekolah, mau tidak mau,Naya harus melihat situasi  Eza selama di sekolah.


 Dari kejauhan Ana terus mencuri-curi pandang pada Bumi, beruntung lelaki itu sibuk dengan ipadnya, dan sesekali mengobrol dengan Kanaya, sampai akhirnya para murid satu persatu keluar dari kelas.


"Ayah...bunda!!!" teriak Eza, pria kecil itu berlari mendekati kedua orang tuanya yang sedang munggu sedikit lebih jauh dari kelasnya, Bumi langsung mengangkat tubuh sang putra dan menggendongnya, sedangkan Kanaya mengambil tas  yang melekat di punggung Eza.


"Bagaimana sekolahnya hari ini nak,seru?" tanya Bumi, kini ketiganya telah berjalan meninggalkan sekolah dan menuju parkiran.


"Seru yah, Bu Anyelir baik dan ramah, teman-teman juga.Tadi ada yang ngasih Eza cokelat, katanya sebagai salam perkenalan." ucap Eza menceritakan situasi di sekolahnya tadi.

__ADS_1


"Wah, Eza udah bilang terima kasih  belum udah di aksih cokelat gitu?"


"Udah donk Bunda."


"Bagus anak bunda."


"Ayah lapar, sebelum pulang makan dulu yuk."


Memang anak ayah mau makan apa?


Eza nampak berfikir, namun beberapa detik kemudian, ia kembali berkata.


"MC donald ,Ayah."


"Ok, lets'go kita makan MC donald."


Mereka langsung masuk ke dalam mobil,dari kejauhan Ana memperhatikan keluarga kecil bahagia itu, lalu tatapannya kini berpindah pada seorang anak kecil yang ia tuntun, ada tatapan sendu disana,melihat EZa dengan orang tua lengkap membuat dirinya  merasa kasihan, putrinya tidak mendapat kasih sayang dari ayah kandungnya , dan semua itu karena kesalahanya di masa lalu.


Hari-hari berlalu,


Seperti biasa jika siang hari Bumi akan sangat sibuk dengan segala urusan pekerjaanya di kantor, dan terkadang ia melupakan jam makan siangnya, oleh karenanya hari ini Kanaya berniat untuk membawakan makan siang untuk Bumi, tentu dengan ia yang memasak sendiri di rumah.


Ibu mertuanya hanya bisa menggelengkan kepala melihat sang menantu yang begitu giat membuatkan makanan untuk sang putra,


"Kamu mau buat apa lagi kali ini Nay?' tanya Bu ningsih, setelah melihat kanaya yang tengan mencuci daging ayam.


"mau buat ayam goreng Serundeng Sama tumis bunga Pepaya, Mas Bumi paling suka kalau Naya masak itu." jawabnya dengan berseri -seri.


"Lama-kelamaan  suamimu makin gemuk lo Nay, sama kamu dikasih makan enak terus,Tapi Mama suka." ucapnya Bu Ningsih lagi dengan terkekeh.


"Perut buncitnya makin seksi ya Mah.Hi...hi..."


"benar itu, kaya Papahnya deh sebelas dua belas, dia juga dulu paling suka kalau mama masakin terus bawa ke kantor, katanya jadi semangat kerja.Ya udah kamu ke kantor aja nanti habis selesai masak, Eza biar mama jemput habis itu nyusul kalian."

__ADS_1


"Emang Mama gak sibuk?'


"gak sayang, nanti selepas Eza pulang sekolah Mama memang ada rencana buat datang ke kantor.Papa ada pertemuan penting dengan Client dan Mama di ajak ikut serta."


"Wah,Papa pengen di dampingi sama Mama tu.Bucin ya Mah.''goda Naya.


'' ya namannya juga saling cinta."


Menantu dan mertua itu saling melempar tawa, bercanda dengan membicarakan suami mereka masing-masing.


Kanaya menyusuri lobby kantor dengan muka berseri-seri, ia langsung di sambut oleh Securty dan  langsung membawakan paperbag yang di pegang oleh Kanaya. Dua orang resepsionis tampak menyalami Kanaya, mereka tahu bahwa wanita itu adalah istri direktur mereka.


''Mari Bu, saya antar keruangan Bapak." Ucap novi salah satu resepsionis yang tadi berjaga.


"Apa tidak merepotkan?" Tanya balik Naya."


"Tidak sama sekali Bu." balas Novi,Kini Kanaya, Novi dan juga security tampak sedang naik lift menuju lantai atas, dimana ruangan Bumi berada.


Doni, menunggu di depan ruangan bumi, begitu melihat istri dari atasanya telah tiba, ia segera membukakan pintu untuk Kanaya, sebelum naik lift tadi Novi memang sudah mengkonfirmasi kedatangan Kanaya.


Bumi yang sedang bekerja nampak begitu senang dengan kunjungan sang istri ia langsung berdiri dan menyambut istri cantiknya.


''Ko gak bilang-bilang sih kalau mau kesini, Mas bisa nyiapin dulu ruangan biar lebih rapi." ucapnya basa basi.


"Apaan sih Mas, Naya cuma bosan di rumah,gak ada kerjaan, makanya Naya masak dan bawain masakanya kesini." ucapnya, kebetulan waktu sudah menunjukan pukul dua belas siang. Ia langsung membuka paperbag yang didalamnya berisi kotak-kotak makanan.


"Mas cuci tangan dulu ya!" ucap Naya lagi dan Bumi mengangguk.


Eza mana sayang, kok gak ikut?" tanya Bumi setelah ia mencuci tangan di wastafel, ia menggulung lengan kemejanya, matanya berbinar cerah melihat menu makanan yang istrinya bawa,Bumi menggosok-gosok tangannya,pertanda tak sabar ingin segera menyantap makanan itu.


"Tadi pulang sekolah di jemput neneknya sekarang ikut Mama mau nyusulin Papa katanya."


"Ayo Mas, setelah makan siang, anter Naya ke dokter kandungan Ya." ucapnya dengan senyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2