Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
BAB 42


__ADS_3

Tak terasa kini kandungan Kanaya sudah berjalan 4 bulan, rasa mual dan pusing sudah tidak lagi dirasakan oleh Bumi, hanya sekarang Bumil nya yang berubah jadi sedikit manja dan maunya nempel terus kaya perangko.


Seperti sekarang, hari ini sebenarnya hari Sabtu, tapi Bumi ada sedikit pekerjaan dan ia harus ke kantor mengambil dokumen yang tertinggal disana. Kanaya langsung curiga dan menangis begitu melihat sang suami yang sudah rapi.


"Sayang, Mas cuma ke kantor ambil berkas yang ketinggalan. Kamu tunggu saja di rumah ya." Ucap Bumi saat sang istri sudah mulai berkaca-kaca dan ingin menangis.


"Mas Bumi pasti bohong, Mas mau ketemu Mba Nesa kan ngaku deh?"


"Sayang ko mikirnya kesana sich,Beneran Mas cuma mau ke kantor aja ngambil berkas yang ketinggalan kemarin. Itu penting banget,makanya Mas mau ambil." Jawab Bmi lagi.


"INi kan hari sabtu Mas, kantor tutup.Mas beneran mau bohong sama Naya kan, Mas gak sayang sama Naya." perempuan itu langsung menghentakan kakinya dan pergi dari hadapan Bumi.


kalau sudah seperti ini Bumi hanya bisa menghela napasnya, hormon ibu hamil memang membingungkan, emosinya selalu berubah-ubah dan Bumi sebagai seorang suami harus bisa memakluminya, ditambah usia Naya yang masih sangat muda,Yang seharusnya ia sedang asik menikmati masa kuliahnya , sekarang dipaksa menjadi seoarng istri dan tengah hamil.


Bumi menyimpan kembali kunci mobil yang sudah ia pegang,dan mengejar sang istri yang sduah lebih dulu masuk kedalam kamar.


"Sayang..."Panggil Bumi, saat akan masuk kedalam ternyata pintu kamar di kunci oleh Naya.

__ADS_1


"Buka pintunya donk sayang, Ini Mas gak jadi pergi kalau kamu gak kasih izin. Udah ya jangan marah lagi." ucap Bumi dari balik pintu.


"Tok...tok...tok,Naya sayang... Ayo donk buka pintu."


Namun hingga beberapa menit tak kunjung ada jawaban juga, Bumi menjadi sangat khawatir. Ia langsung berlari ke bawah mencari kunci cadangan yang Mamahnya simpan didalam laci.


"Bum nyari apa di situ?" tanya Bu Ningsih kala melihat Bumi sedaang mengobarak semua laci yang ada di ruang tengah khusus keluarga.


"Ini mah, Bumi lagi nyari kunci cadangan." Jawab Bumi.


'kunci cadangan? Buat apa?" tanya Bu Ningsih lagi heran.


Bu Ningsih hanya bisa ber oh ria, karena hal ini sering kali terjadi pada anak dan menantunya itu.Bu Ningsih membantu mencari kunci cadangan dan saat ia menemukan ia langsung memberikan pada sang putra.


"Kamu yang sabar ya nak, wanita hamil itu memang mood nya sering berubah-ubah. Dulu juga Mama kaya gitu waktu sama Papa, malah lebih parah.Mama sampai gak mau tidur sama Papa kalau Papa pulang dari kantor.Soalnya orang-orang kantor pada genit-genit Bum, mama gak suka."terang Bu Ningsih.


'Wah masa sampai segitunya Mah?"

__ADS_1


'Ia , gih sana temui istrimu kasih dia pengertian atau gak kamu ajak saja dia jalan-jaan mungkin dia jenuh karena d rumah terus.' Ucap Bu Ningsih .


Seketika Bumi teringat jika istrinya pernah bilang ingin makan es cream yang outletnya sedang menjamur di seluruh indonesia itu. Ia tersenyum karena sekarang punya ide untuk meluluhkan wanita itu agar tak lagi marah.


Bumi membuka pintu kamar dan mendapati istrinya tengah menangis sesenggukan, ia lalu berjongkok dan meraih dua tangan sang istri.


"kenapa Bunda menangis, nanti dedek ikut sedih lo." tanya Bumi.


"Maaf Mas, Naya cengeng, gak tahu kenapa kalau Mas terlihat rapi gini ,Nay bawaanya curiga aja, Mas marah gak?


''Kenapa Mas harus marah, kamu gak bikin salah."


"Tapi Naya bikin Mas Bumi jadi ilfiel."


"ItU Bunda lo yang bilang bukan Ayah, udah sekrang siap-siap kita jalan -jalan yuk keluar."


Naya langsung tersenyum mendengar ajakan sang suami.

__ADS_1


"Beneran Mas?"


__ADS_2