
Kanaya begitu lega melihat ekspresi Bumi yang telah berubah
baik dari sebelumnya,beberapa detik yang lalu ia sempat takut karena melihat
wajah garang Bumi yang tiba-tiba,entah apa yang terjadi dengan suaminya itu.
“Hai.. Bunda, Alteza mana sayang?” tanya Bumi yang menoleh ke kanan
dan dan ke kiri mencari malaikat kecilnya.
“Udah duluan ke playground Mas, dia gak sabar,nunggu Ayahnya
lama katanya.”
“ ia sayang maaf, tadi ada sedikit kendala di jalan, makanya
sedikit telat, yau dah kita susul Eza yuk!”
Bumi langsung meraih pinggang Kanaya dan mereka berjalan beriringan.
“Mas aja ya yang masuk ke arena,buat jagain,aku pusing Mas.”
Ucap Naya begitu mereka sampai di tempat playground dan dari pintu masuk sudah terlihat Eza melompat-lompat di atas trampolin”
“Kalau ayah masuk, bunda sama siapa donk?”
“Bunda mau duduk di
kursi pijat ayah.” Kanaya menunjuk kursi pijat yang ada di antara banyak mainan
yang ada di tempat itu
“Ok, Bunda.Ayah masuk dulu ya. Kalau ada apa-apa telepon
saja.”
Kanaya mengangguk, setelah itu Bumi mendekati penjaga
playground untuk membukakan pintu, karena ia ingin masuk kedalam.
Setelah memastikan suaminya telah masuk, Kanaya segera duduk
di atas kursi pijat tadi dan mulai merilekskan badanya, perjalanan kemarin sebenarnya
sangat melelahkan, dan hari ini harus jalan-jalan.Kalau bukan suami dan
mengikuti keinginan Eza , Kanaya mana mau.
Tak terasa sudah dua jam Bumi dan Eza bermain di playground,
segala jenis mainan sudah Eza coba, dari mulai mandi bola, trampoline,
__ADS_1
mobil-mobilan, perosotan, jungkat -jungkit, bahkan bermain pasir. Dan dengan
setia Bumi menemani sang putra yang sangat aktif itu, sampai -sampai ia amat
sangat lelah, sepertinya nanti malam ia akan meminta pada Kanaya untuk memijitnya.
Bumi keluar dari dalam playground dan mendapati istri
cantiknya tengah tertidur di atas kursi, ada sedikit rasa bersalah, ia tidak
mengira Kanaya masih sangat Lelah rupanya, ia terlalu uforia saat mendapati
istri dan anaknya ada di rumah kemarin.
“Sayang, bangun!” Bumi menepuk pelan pipi Kanaya, seketika
wanita itu mengerjap.
“Oh sudah selesai mainnya, kok cepat?” Ucapnya ,sambil
mengucek-ucek matanya yang masih mengantuk.
“Cepat apa sih Bunda, dua jam lo ini.” Balas Bumi.
“Wah yang benar Mas? Aku ketiduran lama banget donk?”
“Pules malah,Kenapa gak bilang kalua kamu masih cape, tau
Bumi mengusap kepala sang istri dengan lembut.
“Gak Mas, cuman keenakan aja kayanya di kursi ini, makanya
ketiduran, ya udah yuk kita temui Papa dan Mama tadi mereka bilang sudah di toko
baju.”
“Ya udah ayo,” Bumi mengangkat sang jagoan keatas
pundaknya,membuat Eza cekikikan antara geli juga senang, sesuatu yang belum pernah
ia rasakan seumur hidupnya, ia sudah tidak iri lagi pada teman-temannya karena
ia pun kini melakukan hal yang sama dengan sang ayah.
“Jadi ke toko baju atau ke toko mainan dulu ni?” tanya Bumi
,ketika mereka sudah berada di antara dua toko, terjadi perdebatan kecil antara
istri dan putranya.
“Ke toko dulu Mas, kasihan Papa dan mama udah nunggu, mereka
__ADS_1
mau mengukur baju Eza, aku gak enak ni udah kelamaan.” Ucap Kanaya sedikit
memelas.
“Gak mau, Eza ma uke toko mainan dulu, gak usah beli bajau
,baju Eza udah banyak.” Tolak lelaki kecil itu membuat Bumi memijat pelipisnya,karena
harus mendengar perdebatan kecil ini.
“Gini aja deh sayang, kamu kasih tau Mama ukuran baju Eza, kan
gampang.”
Kanaya tampak berfikir,” Owh ia Mas benar. Kenapa gak
kepikiran olehku ya.”kanaya menepuk jidatnya sendiri sampai lupa memberitahu
mertuanya tentang hal itu.
Bumi hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum, “Ya sudah
kita ke toko mainan ya sekarang.”
Eza bersorak gembira . Ia berencana membeli mainan yang
sudah lama ia idamkan selama di bandung, karena ia tidak mendapat hal itu dari
sang Bunda , maka sekarang ia akan minta pada Ayahnya.
Sementara itu seorang wanita tampak sedang mengamuk di ruang
kerjanya, napasnya kembang kempis mengeluarkan semua amarah yang bergelora,
baru saja ia bertemu Bumi di kantornya, dan wanita itu mendapat penolakan tegas.
“Aku tidak akan memaafkan mu bocah ingusan, berani sekali kau
menolakku.Sialllll”
Merasa Lelah akhirnya akhirnya wanita itu kembali duduk di
kursi kebanggaannya, teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat pertemuan
dengan Bumi dan juga asistennya, ia langsung tertarik dengan pria itu, bukan ia
tidak membawa dokument yang di perlukan, hanya saja Lita ingin mengulur waktu
agar bisa lebih lama menikmati indahnya Bumi, namun siapa sangka itu berakibat
fatal, karena Bumi menolak kerjasama
__ADS_1
dengannya.bahkan didepan matanya sendiri lelaki itu merobek surat kontrak itu.