Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 94


__ADS_3

Kanaya begitu lega melihat ekspresi Bumi yang telah berubah


baik dari sebelumnya,beberapa detik yang lalu ia sempat takut karena melihat


wajah garang Bumi yang tiba-tiba,entah apa yang terjadi dengan suaminya itu.


“Hai.. Bunda, Alteza mana sayang?” tanya Bumi yang menoleh ke kanan


dan dan ke kiri mencari malaikat kecilnya.


“Udah duluan ke playground Mas, dia gak sabar,nunggu Ayahnya


lama katanya.”


“ ia sayang maaf, tadi ada sedikit kendala di jalan, makanya


sedikit telat, yau dah kita susul Eza yuk!”


Bumi langsung meraih pinggang Kanaya dan mereka berjalan beriringan.


“Mas aja ya yang masuk ke arena,buat jagain,aku pusing Mas.”


Ucap Naya begitu mereka sampai di tempat playground dan dari pintu masuk  sudah terlihat Eza  melompat-lompat di atas trampolin”


“Kalau ayah masuk, bunda sama siapa donk?”


 “Bunda mau duduk di


kursi pijat ayah.” Kanaya menunjuk kursi pijat yang ada di antara banyak mainan


yang ada di  tempat itu


“Ok, Bunda.Ayah masuk dulu ya. Kalau ada apa-apa telepon


saja.”


Kanaya mengangguk, setelah itu Bumi mendekati penjaga


playground untuk membukakan pintu, karena ia ingin masuk kedalam.


Setelah memastikan suaminya telah masuk, Kanaya segera duduk


di atas kursi pijat tadi dan mulai merilekskan badanya, perjalanan kemarin sebenarnya


sangat melelahkan, dan hari ini harus jalan-jalan.Kalau bukan suami dan


mengikuti keinginan Eza , Kanaya mana mau.


Tak terasa sudah dua jam Bumi dan Eza bermain di playground,


segala jenis mainan sudah Eza coba, dari mulai mandi bola, trampoline,

__ADS_1


mobil-mobilan, perosotan, jungkat -jungkit, bahkan bermain pasir. Dan dengan


setia Bumi menemani sang putra yang sangat aktif itu, sampai -sampai ia amat


sangat lelah, sepertinya nanti malam ia akan meminta pada Kanaya untuk memijitnya.


Bumi keluar dari dalam playground dan mendapati istri


cantiknya tengah tertidur di atas kursi, ada sedikit rasa bersalah, ia tidak


mengira Kanaya masih sangat Lelah rupanya, ia terlalu uforia saat mendapati


istri dan anaknya ada di rumah kemarin.


“Sayang, bangun!” Bumi menepuk pelan pipi Kanaya, seketika


wanita itu mengerjap.


“Oh sudah selesai mainnya, kok cepat?” Ucapnya ,sambil


mengucek-ucek matanya yang masih mengantuk.


“Cepat apa sih Bunda, dua jam lo ini.” Balas Bumi.


“Wah yang benar Mas? Aku ketiduran lama banget donk?”


“Pules malah,Kenapa gak bilang kalua kamu masih cape, tau


Bumi mengusap kepala sang istri dengan lembut.


“Gak Mas, cuman keenakan aja kayanya di kursi ini, makanya


ketiduran, ya udah yuk kita temui Papa dan Mama tadi mereka bilang sudah di toko


baju.”


“Ya udah ayo,” Bumi mengangkat sang jagoan keatas


pundaknya,membuat Eza cekikikan antara geli juga senang, sesuatu yang belum pernah


ia rasakan seumur hidupnya, ia sudah tidak iri lagi pada teman-temannya karena


ia pun kini melakukan hal yang sama dengan sang ayah.


“Jadi ke toko baju atau ke toko mainan dulu ni?” tanya Bumi


,ketika mereka sudah berada di antara dua toko, terjadi perdebatan kecil antara


istri dan putranya.


“Ke toko dulu Mas, kasihan Papa dan mama udah nunggu, mereka

__ADS_1


mau mengukur baju Eza, aku gak enak ni udah kelamaan.” Ucap Kanaya sedikit


memelas.


“Gak mau, Eza ma uke toko mainan dulu, gak usah beli bajau


,baju Eza udah banyak.” Tolak lelaki kecil itu membuat Bumi memijat pelipisnya,karena


harus mendengar perdebatan kecil ini.


“Gini aja deh sayang, kamu kasih tau Mama ukuran baju Eza, kan


gampang.”


Kanaya tampak berfikir,” Owh ia Mas benar. Kenapa gak


kepikiran olehku ya.”kanaya menepuk jidatnya sendiri sampai lupa memberitahu


mertuanya tentang hal itu.


Bumi hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum, “Ya sudah


kita ke toko mainan ya sekarang.”


Eza bersorak gembira . Ia berencana membeli mainan yang


sudah lama ia idamkan selama di bandung, karena ia tidak mendapat hal itu dari


sang Bunda , maka sekarang ia akan minta pada Ayahnya.


Sementara itu seorang wanita tampak sedang mengamuk di ruang


kerjanya, napasnya kembang kempis mengeluarkan semua amarah yang bergelora,


baru saja ia bertemu Bumi di kantornya, dan wanita itu mendapat penolakan tegas.


“Aku tidak akan memaafkan mu bocah ingusan, berani sekali kau


menolakku.Sialllll”


Merasa Lelah akhirnya akhirnya wanita itu kembali duduk di


kursi kebanggaannya, teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat pertemuan


dengan Bumi dan juga asistennya, ia langsung tertarik dengan pria itu, bukan ia


tidak membawa dokument yang di perlukan, hanya saja Lita ingin mengulur waktu


agar bisa lebih lama menikmati indahnya Bumi, namun siapa sangka itu berakibat


fatal, karena  Bumi  menolak kerjasama

__ADS_1


dengannya.bahkan didepan matanya sendiri lelaki itu merobek surat kontrak itu.


__ADS_2