Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 85 kembali bersama


__ADS_3

Kanaya menangis tersedu-sedu menyesali semua perbuatan yang telah ia lakukan di masa lalu. apalagi menelantarkan Eyang Nur saudara satu-satunya dari almarhum kedua orang tuanya.


Betapa ia menyesal tindakannya yang sangat bodoh meninggalkan orang-orang yang ia cintai demi melindungi dirinya sendiri.


" Maafkan aku Mas bukan maksudku untuk meninggalkan kalian. Aku hanya takut, kejadian waktu itu benar-benar mengerikan dan aku tidak mau terulang kembali,.Apalagi setelah mengetahui ada janin dalam rahimku ketakutanku semakin besar,aku takut Nesa akan kembali mengulangi hal yang sama dan membuat janin ku kembali pergi.


Aku pergi bukan untuk melindungi diriku sendiri Mas tapi melindungi anak kita." Ucapkan Kanaya dengan penuh penyesalan.


" Mas tahu sayang, kamu melakukan itu demi Eza. Tapi percayalah, sekarang kamu dan Eza sudah aman tidak akan lagi ada orang yang menyakiti kita semua. Aku janji sama kamu tidak akan lagi ada orang yang seperti itu pada kita. Tolong percayalah Naya!"


Tak sanggup melihat sang istri yang terus menangis bumi segera merengkuh tubuh itu dan meraihnya ke dalam pelukan. Dihirupnya aroma Kanaya yang sudah lama sekali tak ia rasakan sungguh Bumi sangat mencintai wanita ini,


Bumi menangkup kedua pipi Kanaya dan mengangkat dagunya ke atas sehingga kedua mata mereka saling bertatapan.


" kamu mau kan kembali sama aku Nay kembali menjalin rumah tangga, karena kita masih suami istri yang sah tidak pernah ada kata perceraian yang keluar dari Mulutku Kanaya, kamu masih istri aku yang sah."


Kanaya mengangguk, ia semakin mempererat pelukannya pada sang suami. Sungguh iapun rindu dengan pelukan ini,pelukan Bumi yang sangat menenangkan jiwa dan raganya.


" Alhamdulillah ya Allah terima kasih Engkau telah membukakan pintu hati istriku agar menerima aku kembali." Bisik Bumi lirih Ia pun tak kuasa menahan air mata harunya.


" aku janji sama kamu Nay, aku akan lebih baik lagi dari sebelumnya menjagamu dan menjaga anak kita." Bisik Bumi lagi.


Akhirnya setelah drama saling memaafkan dan saling menerima kembali itu Bumi dan Kanaya memutuskan untuk tidur karena hari sudah sangat larut malam.


Bumi yang sangat merindukan sentuhan dari istrinya tentu saja harus bisa menahan diri, selain ini adalah hari pertama mereka berkumpul,ranjang mereka juga sempit ditambah ada Eza di antara mereka.


Bumi hanya bisa bersabar dan menahan untuk bisa bermesraan dengan sang istri.

__ADS_1


Keesokan harinya Kanaya telah bangun dan melaksanakan salat subuh setelah itu ia baru membangunkan Bumi dan juga Eza.


Setelah sang suami dan putranya bangun, Kanaya pergi ke dapur untuk memasak.Sedangkan ayah dan anak itu mandi bersama dan melaksanakan salat subuh.


Eza telah berpakaian sangat rapi dibantu oleh sang ayah sementara Kanaya menyiapkan sarapan pagi mereka.Setelah selesai Bumi mengajak Eza ke ruang makan untuk sarapan pagi.


Hari ini Bumi akan mengantarkan Eza ke sekolahnya, tentu saja pria kecil itu sangat senang karena akan diantar oleh ayahnya Ia juga akan memamerkan ayahnya kepada teman-temannya yang pernah mengejeknya tidak mempunyai ayah.


" Bunda langsung ke toko saja biar nanti Eza sama Ayah ke sekolahnya." Sahur Eza pada Kanaya yang saat ini tengah menciduk nasi ke dalam piring bumi.


" loh kan Ayah belum tahu sekolahnya Eza nanti kalau Ayah nyasar gimana?"Ucap Kanaya.


" nggak apa-apa Bunda ayah bisa tanya-tanya kok nanti di jalan atau enggak Bunda kasih petunjuk aja di mana sekolahannya Eza.Ayah yakin bisa kok." Sahut bumi Padahal di dalam hatinya ia tertawa keras Iya bahkan sudah sangat tahu di mana letak sekolahan Sang putra.


" Ayah yakin bisa nganter Eza sendirian kalau nyasar gimana yah? tanya Kanaya khawatir.


" Iya Bun pokoknya Eza mau diantar sama ayah!"


" Baiklah yang udah punya ayah bunda dilupain deh," Sahut Kanaya sambil menghela nafasnya.


Bumi mengantarkan Kanaya terlebih dahulu ke tokonya, setelah menurunkan sang istri di depan toko Bumi langsung melajukan motornya menuju sekolahan, banyak pasang Mata Yang Melihat Kanaya dibonceng seorang pria yang sangat tampan mereka berbondong-bondong mencari tahu siapa lelaki itu.


" Teh Naya yang tadi siapa yang nganter Teteh ke sini? meni Kasep." Sahut Bu Dewi pemilik toko kain sebelah toko Kanaya.


" Oh itu Papanya Eza Bu kebetulan baru datang dari Jakarta." Jawab Kanaya sedikit malu.


" Oh Papanya Eza berarti suaminya Teh Naya atuh ya,"

__ADS_1


" muhun Bu suami saya." Jawab Kanaya lagi.


"eleuh gening Sugan teh, teh Naya teu gaduh suami sing horengteh aya?"


Kanaya terkekeh pelan menanggapi omongan Bu Dewi memang selama ini ia tidak terlalu banyak bicara kepada siapapun perihal kehidupannya. Makanya ada ada seberapa orang yang menyangka bahwa Kanaya mempunyai anak diluar nikah.


Namun kanaya ia tidak pernah memperdulikan itu, Iya hanya fokus pada kehidupannya Eza dan masa depan mereka.


" Suami saya selama ini tinggal di Jakarta Bu dan baru sekarang ke sini, kami juga sudah menikah lama Bu. Hanya saja beberapa tahun terakhir ini kami memang sedikit renggang tapi sekarang sudah berbaikan." Akhirnya Hanya itu yang bisa Kanaya jelaskan ia tidak mau orang lain salah paham dengan hubungannya dengan bumi.


" Oh gitu atuh ya,nu penting mah sekarang udah kumpul lagi jeung suami teh Naya, kade ah punya suami tampan kayak gitu mah harus di talian bener-bener soalnya Teh banyak pelakor zaman sekarang mah,teh Naya."


" Iya Bu, maaf saya mau ke dalam dulu mau beres-beres toko." Lanjutkan Kanaya lagi.


" sok atuh mangga teh Naya Ibu ge bade kalebet ayena mah."


Setelah berpamitan Kanaya langsung memutuskan masuk ke dalam dan menemui Nurul yang sudah terlebih dulu masuk. Gadis muda itu hanya cengengesan mendengar ocehan dari Bu Dewi tetangga toko mereka. Nurul juga sebenarnya ingin meledek sang atasan terlebih Ia sekarang tahu bahwa pria tampan yang kemarin datang ke Toko mereka adalah suami atasannya sendiri.


" Teteh ih Nurul nggak nyangka kalau teh Naya Teh punya suami yang super duper duper ganteng Jiga pemain drama China, dari mana teteh dapat suami yang kayak gitu ajarin atuh sama Nurul?' ucap perempuan muda itu.


" Hus kamu masih kecil Jangan ngomongin dulu masalah laki-laki kerja sama sekolah yang bener biar masa depanmu lebih terjamin,Nurul." Sambil geleng-geleng kepala.


" Atuh da meni kabita lihat si Teteh punya suami ganteng."


Udah udah kerja jangan ngomongin lagi suamiku."


"Eh teh bentar, satu lagi nanti kalau teh Naya udah bosen sama suaminya jangan di buang ya kasih aja ke Nurul ok. hehehe."

__ADS_1


" Nurul kamu ya masih kecil udah belajar mau jadi pelakor di jewer gera kupingnya."


__ADS_2