
Kanaya menatap nanar pada jendela kamarnya, sudah hampir dua minggu dia pulang dari rumah sakit. Sampa detik ini yang dilakukannya hanya meratapi kesedihan karena kehilang bayi yang di kandungnya.
Siapa yang harus di salahkan dalam hal ini. Nesa yang sudah memberinya kekerasan? atau Bumi yang sampai detik ini menyalahkan dirinya sendiri karena telah lalai manjaga dirinya dan janinnya.
Tidak adil rasanya jika harus menyalahkan mereka, terutama Bumi suaminya. yang bersalah adalah dirinya sebagai seorang ibu tidak mampu menjaga bayinya sendiri.
Kanaya masih ingat perkataan dokter kandungan saat di jogja dulu, dia pernah mengalami flek hebat, dan hampir saja ia kehilangan janin itu, beruntung kanaya langsung ke rumah sakit dan mendapat pertolongan dengan cepat.Janinnya selamat, namun dokter berpesan agar Kanaya jangan banyak pikiran karena faktor pemicunya itu.
Perkataan Nesa kala itu memang benar-benar membuat darahnya naik ditambah tindak kekerasan yang di lakukan wanita itu sungguh membuat Kanaya syok.
Sepulangnya dari taman Kanaya langsung masuk ke kamarnya , ia menangis tersedu-sedu, hormon kehamilan memang mebuat dirinya gampang menangis di tambah emosi. Apalagi sebutan Nesa untuk dirinya dan sang jabang bayi benar-benar mempengaruhinya.
Kanaya pun sampai tidak menyadari ada darah yang keluar dari jalan lahir, beberapa menit kemudian ia meraskan perutnya yang sakit seperti di aduk-aduk dan sialnya ia telah mengunci pintu kamar dan tidak sempat minta tolong pada Bumi saat merasakan ddirinya akan pingsan.
*
Bumi menghampiri Kanaya, di balikan tubuh yang beberapa hari ini makin kurus dan wajahnya masih terlihat pucat saja.Ia raih tubuh mungil itu dalam pelukan Sungguh bukan hanya Kanaya yang terpukul kehilangan janin itu. Tapi juga dirinya dan seluruh keluarga juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
"Sayang sampai kapan kamu akan seperti ini? berhenti menghukum dirimu sendiri.Mas yang salah karena tidak becus menjagamu." Kata Bumi sambil mengusap rambut Kanaya dengan lembut.
Kanaya semakin terisak-isak dalam pelukan sang suami.
"Kamu gak salah Mas, aku yang gak becus menjaganya.Dokter sudah mengatakan agar aku tidak banyak pikiran namun malah diriku sendiri yang melanggar itu.Maaf Mas, gara-gara aku anak kita pergi."
"Stttttt, ini bukan salah kamu sayang, ini sudah takdir, kamu harus terima itu."
Bukanya lebih tenang , Kanaya malah semakin terisak. dia makin menenggelamkan wajahnya pada dada suaminya itu.
"Maafkan Naya Mas." ucap kanya lirih.
Kanaya mengangguk. Bumi mengecup puncak kepala sang istri kemudian menggendong tubuh mungil itu agar berbaring di atas tempat tidur.
"Tunggu disini sebentar ya, Mas ambilkan makanan untuk kamu." kata Bumi lagi.
'Naya gak lapar Mas.' tolak Wanita itu.
__ADS_1
Bumi menggeleng,"kamu tetap harus makan Nay, gak ada bantahan. Lihat tubuhmu makin kurus."
Kanaya tak mampu berkata apa-apa lagi. benar apa yang dikatakan suaminya, beberapa hari ini memang dia tidak memperhatikan dirinya sendiri. Sampai-sampai pola makannya pun tak ia jaga.
Sepeninggalnya Bumi ke dapur, Bu Ningsih datang dengan seikat bunga mawar segar. Ibu mertua yang sudah seperti ibu kandung baginya ini memang sangat pengertian dan tahu kesukaanya.
Bahkan beliau punya rencana untuk membuat taman kecil berisi semua bunga bunga kesukaan Kanaya. Bisa di bayangkan bukan betapa beruntungnya gadis itu punya suami dan mertua yang sangat sayang padanya.
"Bagaimana kabarmu hari ini kak? Sudah lebih baik kan. Jangan lagi larut dalam sedih, mama tau apa yang kamu rasakan, tapi ingat kalian masih sangat muda banyak kesempatan untuk punya anak kembali. Jadi jangan putus harapan ya. " Ucap Bu Ningsih mencoba menghibur sang menantu.
" Mama benar, aku dan Mas Bumi masih banyak harapan. Maaf ya mah sudah buat kalian khawatir. "
"Tak apa sayang, kami maklum. Oh ya minggu depan sepupu Bumi dari malang akan datang, Mama harap kalian bisa jadi teman, kalian seumuran. "
Kanaya mengernyitkan dahi, "sepupu? Yang mana Mah? "
" Itu loh anaknya Bude Salimar, dia baru pulang dari California."
__ADS_1
"Owh pantas." Jawab Naya singkat.
Ia sebenarnya sangat penasaran dengan sepupu dari suaminya itu