Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 103 acara tujuh bulanan


__ADS_3

Tak terasa kandungan Kanaya saat ini sudah memasuki usia tujuh bulan, Bumi menjadi  suami yang super siaga saat ini.Ia selalu pulang kantor tepat waktu dan juga dalam satu jam sekali menghubungi istri cantiknya, menanyakan kabar dirinya dan sang baby.


Eza  putra sulungnya pun tak luput mendapat perhatian darinya, Pagi-pagi sebelum ke kantor ia akan membantu memandikan Eza dan memakaikan baju, mengantar sekolah sekalian ia berangkat kerja,  dan saat pulang sekolah Bumi juga akan menjemputnya, ia sama sekali tak mengizinkan Kanaya keluar rumah hanya sekedar untuk ke sekolah Eza.


Malam hari di kamar,


"Ayah, dedek tujuh hari lagi tujuh bulan ni, kita mau adain syukuran gak?" tanya Naya sambil mengusap-usap perutnya yang sudah semakin membulat.Bumi yang sedang memeriksa laporan seketika menghentikan kegiatannya.


"Syukuran dong sayang, udah Ayah siapin sama Mama kok. Kamu tinggal duduk manis aja nanti."


"Ya Allah kok Ayah gak libatin aku sih? Malu dong sama Mama?"


"ngapain malu sih Bunda, emang ini rencana kami kok,oh ya jangan lupa undang Zora sama para pegawainya di bandung, nanti Ayah suruh orang buat jemput mereka.!"


"Wuihhh Ayah baik banget sih, ia nanti bunda hubungi mereka."


Bumi telah mematikan laptopnya, kemudian mengulurkan  tangan agar kanaya mendekat padanya, mengerti apa yang sedang diinginkan sang suami, Kanaya pun merapat.Bumi mencium perut bulat itu dan mengusapnya.

__ADS_1


"Asallamua'alaikum anak Ayah, bentar lagi ayah nengok kamu, bobo ya sayang."


Kanaya segera mencubit lengan sang suami,membuat lelaki itu meringis kesakitan.


"Bunda ih.. nyubitin Ayah mulu, sakit tahu."


"Habis Ayah mesum sih, jadi Bunda cubit."


"Tapi suka kan?" Bumi kembali mencium perut bulat itu lalu mencium bibir Kanaya.


"I Love you Bunda."


**


Hari ini kediaman pak Arif di padati oleh para tamu undangan yang akan mengikuti acara tujuh bulanan, sedari pagi sebenarnya acara itu di selenggarakn , dimulai acara sungkeman kepada kedua orang tua, di acara ini berjalan dengan penuh air mata, karena Kanaya yang yatim piatu, saudara satu-satunyapun Eyang Nur telah tiada, ia hanya di wakili oleh paman terjauhnya yang sangat jarang ia temui.


Setelah acara sungkeman di lanjut acara siraman dan serangkaian acara lainnya, yang paling seru adalah saat bu Ningsih, mertua Kanaya ikut menjual cendol dan rujak.Semuanya tertawa dengan gembira.

__ADS_1


Zora, Nurul dan beberapa teman laiinya dari bandung juga ikut memeriahkan acara ini.


Sore harinya, Acara akan berlanjut dengan pengajian, sebenarnya acara ini akan di mulai setelah isya, namun sudah banyak yang datang, yaitu para sahabat dan saudara.seperti halnya Dimas, ia pun jauh-jauh datang dari Bandung hanya untuk menghadiri pengajian ini.


Bumi melambaikan tangan begitu melihat Dimas turun dari mobilnya, pria mapan itu begitu tampan dengan baju koko berwarna abu,serta celana kain warna hitam.


Mereka langsung bersalaman dan saling memeluk satu sama lain.


"Selamat ya,  udah mau jadi Ayah lagi nih, aku ketinggalan jauh." ucap Dimas.


"Makanya cepat nyusul, jangan betah nge jomblo terus."Sahut Bumi lagi.


Pria itu hanya terkekeh.


"Istrimu mana? aku belum lihat,Pasti perutnya bulet banget ya?" tanya Dimas lagsi sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"banget dia banyak banget makan sekarang, lagi di belakang sam zora dan anak-anak lain, bentar aku panggil."

__ADS_1


Belum juga Bumi masuk kedalam untuk memanggil istrinya, wanita itu sudah muncul dengan beberapa perempuan yang berada di sisi dan kiri, mengapitnya seakan takut Kanaya terjatuh.


Dimas melihat seorang perempuan yang berpenampilan berbeda kali ini, lebih cantik dan anggun dari sebelumnya.


__ADS_2