Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 53 Sepupu menyebalkan


__ADS_3

Hari yang di tunggu Bu Ningsih dan keluarga telah tiba, hari ini saudara sepupu Bumi yang bernama Leo akan datang ke rumah, mungkin ia akan lama disini karena berencana untuk kuliah di Jakarta.


keadaan Kanaya juga sudah jauh lebih baik dari sebelumunya.Ia sudah tak lagi terpuruk karena kehilangan bayi.


kedatangan Leo disambut dengan baik oleh Pak Arif dan keluarga, terkecuali Bumi. Dari dulu ia kurang suka dengan anaknya Bude Salimar itu.Entahlah iapun tak tahu kenapa bisa begitu, mungkin memang anaknya yang slengean.


"Hallo Tante, apa kabarnya? lama banget ya Leo gak kesini tante makin cantik aja." sapa Pemuda yang masih berumur sepantar dengan Kanaya itu.


"Kamu bisa aja Le, Tante baik, kamu bagaimana? bagaimana studimu di california, kenapa malah balik ke indo, udah bagus di sana." jawab Bu Ningsih sambil merangkul pinggang keponakanya itu dan mengajaknya untuk masuk.


"Bosen Tan,Leo kesepian. Setelah Nenek meninggal Leo benar-benar gak ada teman lagi. Tau sendiri kan dulu almarhum seperti apa?" jawab Leo.


Kini mereka sudah berada di ruang tamu dan duduk di sofa panjang,Seorang asisten rumah tangga datang dengan nampan berisi minuman dingin ,setelahnya meletakan gelas berisi cairan itu di atas meja.


"Jadi gimana rencananya kamu mau terusin kuliah disini? udah yakin gak akan berubah lagi?" tanya Pak Arif yang sedari tadi diam saja akhirnya membuka suaranya.


Leo yang mempuanyai lesung pipi itu tersenyum, dengan penuh semangat ia mengganggukan kepala.


"Yakinlah Om, setidaknya kalau disini Leo gak kesepian lagi." jawabnya.


"Oh ya. Tante belum ngenalin siapa gadis cantik yang ada di sebelah Mas Bumi dari tadi?" tanya Leo lagi sambil melirik Kanaya yang sedari tadi mengekori ibu mertuanya di belakang.


"Oh Ya, sampai lupa Tante belum ngenalin kamu. Itu Kanaya istrinya Bumi," jawab Bu NIngsih.


"Nay sini, kenalin ini Leo sepupunya Mas mu, umurnya hampir sepantar denganmu.Mungkin nanti kalian akan kuliah di kampus yang sama." lanjutnya.


Leo mengulurkan tangan hendak menyalami istri dari sepupunya itu, namun dengan cepat BUmi menangkisnya.


"Gak perlu. Sayang dia sepupuku dari Malang. dan pesanku kamu jangan dekat-dekat dengan dia ok." ucap Bumi yang langsung menggandeng tangan kanan Kanaya agar tak berjabat tangan dengan Leo.

__ADS_1


"Ighhh posesif." cibir Leo.


"Hallo Kanaya, aku Leo adik sepupu si Tuan Tanah, karena kita seumuran, aku yakin kita akan cepat akrab dan siapa tau kamu bakal jatuh cinta sama aku yang ebih muda dari si tua bangkotan inii." Ucap Leo lagi sambil melirik Bumi yang menatapnya dengan sinis.


"Apa kamu bilang bangkotan, mata kamu buta ya? gak bener ni anaknya bude Salimar.


"Eghhh jangan bawa-bawa nama ibu ya, Lagian kamu yang mulai ya Mas,aku hanya membalas." jawab Leo lagi.


"Wah bener-bener ni anak , aku kira setelah tinggal di california dia akan berubah, tap tetap sama aja.Inget ya sayang mas gak izinin kamu untuk deket deket sama dia. ngerti ya.' ucap Bumi lagi. Kanaya yang memang belum pernah bertemu dengan Leo dan tidak tahu karakternya seperti apa hanya mengangguk ragu.


'Eghhhh gak bisa gitu donk mas, aku ke jakarta kan mau cari temen, Mas Bumi gak berhak ya negelarang -larang Kanaya buat temenan sama aku. Lagian Mas ini takut banget kayanya Kanaya deket lelaki tampan dan penuh perhatian kaya aku ini." balas Leo.


BU Ningsih dan Pak arif hanya bisa menepuk jidat, memang seperti inilah mereka jika sudah bertemu.Padahal merek berpisah sudah lima tahun lamanya.


"Sudah-sudah, Kok mama jadi pusing ngelihatin kalian berdua, bukannya saling pelukan melepas rindu malah berantem kerjanya.AYo Nay, kita ke dapur saja , gak usah ladenin merek lagi.Bikin emosi jiwa kalau kaya gini." Bu Nngsih langsung berdiri dan membawa Kanaya ke dapur untuk membuat cemilan.


"Aku ikut Mama dulu ya Mas." pamit Naya dan Bumi langsung tersenyum,"oK."


Sesuai rencana, Kanaya telah pindah kampus dari yang semula di bandung sekarang ada di jakarta, Awalanya Kanaya menolak dan keberatan, karena kampus Bandung adalah impiannya,namun Bumi meyakinkan sang itri jika jurusan yang ia pilih sama dengan kampus lamanya, selain itu Bumi juga memberi pengertian bahwa ia tidak mau LDR kembali seperti awal mereka menikah.


Hari ini adalah hari pertama Kanaya kembali ke bangku pendidikan, Ya meskipun sudah memiliki suami yang mapan, mertua yang kaya raya, pendidikan juga penting untuknya, ditambah Bumi yang selalu mendukung dan mendorongnya membuat ia semakin semangat.


"Sayang tolong pasaangkan dasi Mas ya." Kata Bumi sambil mengancingkan lengan kemejanya.Kanaya yanag sedang menyisir rambutnya di depan cermin rias segera saja berbalik bada dan berhadapan dengan Bumi.


Dengan lembut ia mulai mengalungkan dasi yang bercorak garis-garis itu ke leher Bumi dan mulai menarik dasi itu dengan pelan. Aroma maskulin dari tubuh sang suami tercium dengan jelas oleh Naya,karena jarak mereka yang sangat dekat itu.


'Selesai Mas." kata Naya, sambil menepuk pelan bidang dada itu.Membuat Bumi tersenyum.


Bumi menarik pinggang Kanaya agar tubunya merapat dengannya, di kecup kening sang istri lalu pindah ke mata dan berakhir di bibir tebal itu.

__ADS_1


"Ighhh Mas, aku udah dandan ni,main cium aja nanti lispstiknya luntur." Protes Naya.


"Gak apa-apa sich luntur, Mas sebenarnya gak rela kamu kelar rumah dengan make-up cantik gini, nanti banyak pria yang matanya jelalatn sayang."kata Bumi denganwajah yang cemberut. membuat Kanaya gemas di buatnya.


"Naya baru sadar jika Mas ternyata seorang pencemburu dan posesif. Padahal dulu mas itu sangat dingin waktu awal-awal kita menikah.'


Bumi menaikan sebelah alisnya. "Dingin?"


"Ia, emang Mas gak sadar ya klo Mas itu sangat dingin?" tanya Naya.


BUmi menggeleng." Spertinya ada yang salah paham dengan sikap Mas dulu."


"Salah paham gimana sich Mas, udah jelas-jelas memang seperti itu, bahkan saat Naya pindah ke Bandung Pun Mas gak menghiraukan atau pantasnya mengantar Naya gitu." Jawab Kanaya Lagi.


"Ya ampun sayang, maafkan Mas ya, Mas belum bilang ya alasannya apa waktu itu?"


"Pasti Mas marah karena aku yang nikah sama Mas bukan Mba Nesa kan?" jawab Kanaya ambigu.


"Bumi memutar bola matanya ke atas." Bukan itu." jawab Bumi singkat.


"Lalu?"


" Mas bersikap dingin sama kamu waktu itu karena Mas sebenarnya sedang berusaha mengendalikan diri."


"Kali ini Kanaya yang mengernyitkan dahi.


"Mengendalikan diri dari apa sih?"


"Dari kamu." jawab Bumi lagi.

__ADS_1


"Kok dari aku?" tanya Naya penasaran.


"Ya pernikahan kita yang sangat menadak itu memang mebuat Syok, terutama untukku. Tapi dalam hati bersyukur karena ALLah yang memberi jalan doa doa mas.Hanya saja waktu itu Mas Bumi belum tahu perasaanmu seperti apa.Makanya mas bersikap dingin dan tegaan . selain itu saat malam pertama kita di dalam kamar Mas sebenarnya...


__ADS_2