Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 104 TERPUKAU


__ADS_3

Tiga perempuan itu semakin mendekat,dan Bumi langsung mengambil alih posisi Nurul dengan dirinya, Ia memeluk pinggang Naya dan membawanya kehadapan Dimas yang sedang berdiri terpaku.


"Sayang sapa dulu pak dosennya!" ucap Bumi pada Kanaya.


"Assallamu'alaikum Pak." sapa Naya.


Namun yang disapa tidak menoleh sama sekali pada ibu hamil ini,


"Pak Dimas?" lagi-lagi Kanaya memanggilnya, namun Dimas seakan tuli, kemudian sepasang suami istri mengikuti arah pandangan pak dosen yang ternyata sedang tertuju pada Zora.Mereka tersenyum karena Dimas tak berkedip saat  memandang Zora seperti itu.


"Mas." ucap Kanaya lirih seakan memberi kode dengan lirikan mata.


Bumi pun berbisik.


"Biarin aja sayang, mungkin ini kode dari Allah." balas Bumi yang juga berbisik.


Lima menit sudah Dimas terus terpaku pada penampilan Zora yang saat ini memakai gamis berwarna cream di padu kerudung syar'i warna senada. Ya mungkin karena sekarang ini mau pengajian sehingga penampilan Zora memakai baju yang lebih tertutup.


"Ehemmm." Bumi sudah tak tahan melihat sahabatnya yang sejak tadi tak berkedip itu, kemudian berbisik di telinganya.

__ADS_1


"Cepat halallin, mumpung belum ada yang lamar."


Seketika Dimas tersentak dan langsung buyar begitu mendengar bisikan gaib itu.


"Maaf, Eghhh Naya sudah lama disini?"Tanya Dimas dengan gugup bahkan salah tingkah, sedang Zora sudah  merona karena sejak tadi di pandang terus oleh dosennya.


"Sudah dari beberapa menit yang lalu Pak." balas Kanaya.


"oh Maaf, saya kurang memperhatikan.Apa kabar,Nay? bagaimana kandunganmu dan jagoan kecilnya?"


Kanaya tersenyum manis," Alhamdulilah baik pak, Alteza juga baik dan semakin pintar."


"Terima kasih Pak Dimas sudah jauh-jauh datang ke rumah ini hanya untuk mengikuti pengajian."


"Sama -sama Nay, ini juga berhubung lagi Jakarta aja,karena habis nengok sepupu di rumah sakit."


"Sepupu?"


Dimas terdiam sebentar, ia sadar dirinya telah keceplosan, "Maaf." ucapnya dengan lirih.

__ADS_1


kanaya yang tadinya bertanya -tanya akhirnya sadar  siapa yang di maksud   Dimas dengan sepupunya itu.


"Bagaimana kabarnya sekarang,pak?"


Dimas menatap pasangan suami istri itu dan tersenyum."Dia semakin membaik, keluarga sudah mulai menerima keadaanya, dan saat ini Nando juga sudah mulai berbesar hati memaafkan Nesa.kemungkinan setelah Nesa benar-benar pulih Nando akan membawanya ke luar negeri.Kabar baiknya pria itu sudah menikahi Nesa kemarin."


"Alhamdulillahi rabbil'alamin." Serentak Kanaya dan bumi menangkupkan kedua tangan mereka di wajah, mengucap syukur pada Yang Maha kuasa,akhirnya Nesa bisa sembuh, doa mereka pun mengalir untuk wanita itu, agar Nesa dan Nando hidup bahagia selamanya seperti Bumi dan Kanaya saat ini.


"Naya seneng dengernya Pak, semoga setelah ini semua orang mendapatkan kebahagiannya,termasuk Pak Dimas."


"DEGGGH."


Dimas terdiam,entah ia harus bereaksi apa sekarang, mendapatkan kebahagiaan? entahlah iapun ragu dengan itu, apakah dirinya mampu meraihnya atau tidak.


Acara pengajian berlangsung pukul 18.30 wIB, mereka yang hadir tampak fokus mengikutinya, lantunan ayat-ayat Allah mengalun indah memenuhi ruang tamu dan halaman rumah itu.


Kanaya duduk bersama ibu mertua dan keluarga besar lainya , tak lupa Zora dan Nurul yang juga duduk di belakang wanita hamil itu, terlihat sangat cantik.


Disisi lain, Bumi, pak Arif dan pemuka agama terlihat kusy'u membaca Alquran, setelah itu di lanjut dengan doa untuk keselamatan ibu dan jabang bayi.

__ADS_1


Tak sengaja dua pasang mata kembali bertemu dengan jarak yang sedikit jauh, sedang dua pasang mata lainnya tampak terlihat sangat bahagia.


__ADS_2