Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 54


__ADS_3

Bumi dan Kanaya datang ke ruang makan paling akhir, ketika semua orang di sana sudah memulai sarapannya,termasuk Leo si sepupu yang sejak tadi tak berkediap memandang istri dari sepupunya itu. Bumi menggeser kursi agar sang istri duduk terlebih dulu, setelahnya ia duduk di sebelah kanaya.


Wanita cantik itu mengambilkan nasi untuk Bumi beserta lauk pauknya.


"Terimakasih sayang.' ucap Bumi di balas oleh Kanaya dengan senyuman. Bu Ningsih dan Pak arif juga tersenyum melihat pasangan muda ini, namun hal berbeda di tujukan oleh Leo, pria itu merasa dirinya menjadi obat nyamuk saat ini karena hanya dia saja tanpa pasangan.


"Oh ya Bum, kamu jadi antar Naya ke kampus barunya?' tanya Bu NIngsih.


"Jadilah Mah, ini kami sudah siap. Habis ini langsung berangkat." jawab Bumi sambil menyendokan nasi dan memasukannya ke mulut. Kanaya hanya menyantap roti tawar dnegan susu coklat. ia belum ingin makan yang berat-berat pagi ini.


"Kalau begitu bareng Leo ya, kan dia juga sekampus dengan Naya." ujar Bu ningsih.


"Uhuk...uhuk.." Bumi terbatuk kala sang ibu mengatakan sepupunya satu kampus bersama istrinya, ia melirik Leo seketika, Pemuda itu hanya menatapnya dengan sinis.


"Pelan-pelan donk mas." Kanaya menyodorkan air putih pada sang suami yang langsung di terima oleh Bumi.


"Makasih sayang." ucapnya.Bumi langsung meneguk air putih itu hingga tersisa hanya setengahnya.


"Kok aku gak tahu dia satu kampus bareng Naya, Mah?" tanya Bumi penassaran.


"Mama belum ngasih tahu ya, tempo hari Mama dan Leo keliling kampus yang ada di jakarta,lalu pilihan jatuh di kampus XXX yang ternyata tempat kamu mendaftarkan istrimu di sana, malah mereka satu jurusan lagi. jadi kamu bisa tenang Naya disana ada yang jaga Bum." Jawab Bu Ningsih panjang lebar.


Bumi makin membulatkan matanya, satu jurusan akan ada kemungian mereka ada dalam kelas yang sama. 'Aghhh sungguh meyebalkan, pria ini benar-benar membuatku ketar-ketir.' bisik Bumi dalam hati.


"Aku banyak kesempatan buat mendekati Kanaya ya Tante." ucap Leo yang mebuat darah Bumi makin naik..


"Awas saja kau mencoba mendekati istriku, ku congkel matamu!"


"Mas jangan mulai ini meja makan, cepat habiskan sarapannya, Naya gak mau terlambat masuk kampus ni." ucap Kanaya.


sedang di depan sana Leo cekikian berhasil membuat sepupunya itu kelabakan.


Bumi, Naya, dan Leo masuk kedalam mobil setelah berpamitan kepada orang tua mereka,. mereka langsung menuju kampus baru tempat Naya mengenyam pendidikan.


Gedung tinggi menjulang kini sudah di depan mata, Bumi mengantar istri dan sepupunya ke ruang DEKAN. Setelah itu ia berpamitan untuk berangkat ke kantor.


Sebelumnya Bumi telah berpesan agar Naya berhati-hati selama di kampus dan jika ada kesempatan harus selalu mengirimnya pesan. ia juga mengucapkan hal yang sama pada Leo.


"Sebenarnya aku kurang suka padamu anak kecil, namun karena Bude menitipkan mu pada kami, kamu jangan macam-macam selama kuliah dan jangan bikin ulah, serta jaga istri cantikku dari mata para buaya penghuni kampus!"


Leo mencibir." kalau buaya nya aku gimana Mas?" goda Leo lagi.

__ADS_1


"Kamu mau mati!" Ucap Bumi dengan mata tajamnya.


"IGHHH serem.Ayo Nay, kita masuk kelas saja, disini sangat angker." Ucap Leo lagi.


"Apa maksud kamu aku ini hantu??" ucap Bumi lagi,


"Dan satu lagi jangan panggil istriku dengan nama saja, panggil dia Kaka atau Mba Nay, karena dia kaka iparmu!" lanjutnya.


"Terserah aku donk Mas, lagipula Naya dan aku seumuran gak enak kalau manggil Naya dengan embel embel, berasa tua dia . kan kasihan mukanya masih imut gitu udah di panggil mba. kecuali kalu Om dan Tante punya adik lagi,baru deh adiknya Mas Bumi manggil Naya Mba." jawab Leo.


"Kamu ya... !"


"Mas udah ya jangan berantem lagi malu ini kampus bukan di rumah."Kanaya sudah sangat pusing dengan tingkah laku kedua saudara sepupu itu.


"Mending Mas cepat ke kantor sekarang ya, ini sudah siang.kasihan para anak buah." lanjutnya.Bumi tak bisa lagi membantah, karena memang benar adanya, saat ini para ank buahnya pasti sedang menunggunya.


'Ya sudah, Mas berangkat dulu ya sayang. kamu hati-hati selama belajar dan ingat pesan Mas. Jangan dekat-dekat dengan anak kurang ajar itu, Mas sangat cemburu sayang." ucapnya sambil berbisik.


Kanaya cekikkan ,"Ia Mas,ia udah sana berangkat."


Kanaya segera emncium punggung tangan Bumi, dan pria itu giliran mengecup keningnya, setelah itu Bumi benar-benar meninggalkan istri dan sepupunya untuk belajar.


**


Apartement yang ia tempati sudah seperti kapal pecah, piring kotor, sampah bekas makanan berserakan dimana-,mana.Yang lebih memprihatinkan adalah air keran dari bath up, ia biarkan terus menyala hingga airnya meluber kemana -mana hingga mulai mendekaati kamar tidurnya.


Dimas baru saja kelaur dari lift, setelah beberapa minggu ia meninggalkan sepupunya sendiran di apartemen, ia baru menyelesaikan tugasnya sebagai dosen di bandung dan hari ini sedang Free, hingga ia menyempatkan untuk melihat keadaan Nesa.


Alangkah terkejutnya Dimas saat melihat keadaan apartement itu seperti kapal pecah, dan lebih mengejutkannya lagi adalah sepupunya yang sedang meneguk minuman yang sangat berbahaya untuk janinnya.


'Nesa apa yang kamu lakukan?" teriak Dimas. ia langsung merapas botol itu dan melemparnya ke tong sampah. Dimas juga sudah melihat ada beberapa botol yang sudah tandas isinya, itu artinya Nesa sudah mengkonsuminya lebih dari satu.


"Kau gila Nesa,ibu macam apa kau ini hah?? kau mau membunuh bayimu dengan minum alkohol sialan ini?" teriak Dimas lagi.


"Apa lagi yang harus aku lakukan Dim, Bumi sudah menolakku, dia tak mencintaiku lagi. Untuk apa aku mempertahankan anak ini, jika tak ada Bumi disampingku." ucap Nesa dengan mata yang memerah karena mabuk.


"Kau benar-benar sakit Nesa, kau butuh perawatan." bisik Dimas.


Nesa berdiri kini ia yang mulai berteriak."AKu tidak gila Dim, aku waras, aku sakit hati karena Bumi menolakku. dia lebih milih Naya daripada aku,AKu mabuk karena itu. Tolong ngertiin aku."


"Dengar Nesa, kamu gak sadar kalau semua ini karena kesalahan kamu sendiri, kamu yang meninggalkan Bumi saat hari pernikahan kalian, coba bayangkan kamu berada di posisinya, jadi jangan salahkan Kanaya dalam hal ini,kamu sendiri yang memberinya kesempatan untuk menjadi istri Bumi."Ucap Dimas.

__ADS_1


"Dan aku menyesal Dim, aku nyesel banget.Tolong bawa Bumi untukku,aku sangat mencintai dia."


Nesa mulia terisak isak .Dimas tak kuasa melihat sepupunya yang terpuruk seperti ini, ia langsung memeluk Nesa agar perempuan itu bisa menumpahkan rasa sedihnya.


Namun tiba-tiba Nesa merasakan kesakitan yang luar biasa pada perutnya,Ia berteriak kencang.


"Auw... Dim, perutku sakit sekali." teriak Nesa sambil memegangi perutnya.Dimas menjadi panik apalagi wajah Nesa yang menjadi pucat, tak ingin terjadi apa-apa Dimas langsung menelpon ambulance untuk segera datang ke lokasi.


"SAbar Nes, tunggu dulu disin ya aku sudah panggilkan ambulance untuk membawamu ke rumah sakit


"Dim... sa-kit." Kata Nesa dengan terbata, tak berapa lama kemudian wanita itu kehilangan kesadarannya.


Dimas makin panik. tanpa ba-bi bu ia langsung menggendong tubuh Nesa dan membawanya keluar. Ia tidak peduli dengan keadaan Apartement itu, pikiranya hanyalah pada nyawa sepupunya ini.


Beuntung begitu sampai lobi security membantu menggendongnya sementara ia mengambil mobilnya, Ambulance terlambat untuk datang, keren Dimas sudah terlebih dulu membawa wanita itu ke rumah sakit terdekat.


**


Dimas menunggu dengan cemas di depan ruang UGD, sepupunya sedang ditangani dokter disana. Ia menggigit-gigit kuku jarinya sebagai bentuk kebiasaanya saat sedang panik. ya itulah Dimas pria berkaca mata dengan lesung pipi itu punya kebiasaan unik.


Dimas sendiri sudah menghubungi orang tua Nesa untuk memberitahukan keadaan putri mereka, Papa Nesa bersikap biasa saja, berbeda dengan ibunya, ia histeris mendengar putrinya sedang kritis di rumah sakit.


"Tolong jaga Nesa yan Dim, Tante datang sebentar lagi." ucap Ibunya Nesa.


Pintu ruang UGD terbuka seorang dokter perempuan melihat Dimas yang mentapnya.


"Anda suami dari pasien?"tanya dokter itu.


"Bukan dok, saya sepupunya, bagai mana keadaan Nesa? dia baik-baik saja? bagaimana janinnya?" tanya Dimas dnegan panik.


dr.Mia demikian Nam tag yang menempel pada baju putih yang d pake wanita itu.


"Apa sepupu anda tidak tahu, jika mengkonsumi alkohol aat hamil itu sangat berbahaya untuk kandungannya? Beruntung janin masih bisa terselamatkan, hanya saja.." dr. mia tak melanjutkan ucapanya ia terus saja menatap Dimas yang masih menunggu jawaban darinya.


"Apa dok?"



Nesa


Dimas

__ADS_1



__ADS_2