Jodoh Untuk Kanaya

Jodoh Untuk Kanaya
Bab 67 Leo kembali berulah


__ADS_3

Hari ini di kantor, Bumi sedang sangat sibuk, bahkan untuk makan siang saja ia tidak sempat,. Sebelumnya Bumi telah memberi tahu sang istri untuk pulang dari kampus dengan naik taksi. Bumi sebenarnya berat istrinya harus pulang sendiri, namun karena tuntutan kerja ia harus bisa.


"Sayang, bilang sama supir onlinenya jemput kamu masuk ke are kampus ya, jangan suruh nunggu di halte, Mas gak tenang ni yang! " Pesan Bumi di balik telepon.


[" Ia Mas ku bawel banget sih."]


"Bukan bawel yang, disitu ada Leo. Mas takut dia berbuat macam-macam sama kamu. "


[" Tenang Mas, disini lingkungan kampus aman ko, Leo gak akan ngapa-ngapain Naya. Udah ahh Mas suami kerja yang benar biar cepat pulang. Nanti di Puk.. Puk sama Naya. Ok"]


"Wah.. Udah mancing-mancing ni, tunggu Mas pulang ya kamu bakal habis nanti..Ya udah Mas balik kerja ya, kamu hati- hati pulangnya."


[" Siap Mas suami, Assalamu'alaikum. "]


" Waalaikumsalam . "


Kanaya menutup panggilan sang suami, lalu menyimpan ponselnya di dalam saku.Ia melihat pedangan telur gulung di luar kampus,mendadak perutnya sangat lapar.


"kayanya enak ni jajan telur gulung."Pikirnya

__ADS_1


Tanpa membuang waktu Kanaya beranjak keluar mengejar si penjual itu,namun sampai luar kampus dan sedikit jauh, Naya kehilangan jejak


"Yah... kemana si bapa? mana lapar ni." ucapnya


TIba-tiba sebuah mobil berhenti persis disebelahnya, Kanaya yang bingung hanya terdiam.


Seseorang turun dari mobil tersebut dengan memakai jaket kulit berwarna hitam dengan topi yang sebagian menutupi wajahnya.


Kanaya akan berlari kencang saat menyadari bahwa orang tersebut adalah Leo.


Sedari tadi Leo terus membuntuti kanaya mulai dari wanita itu menerima panggilan dari Bumi hingga keluar kampus hanya untuk jajan.Padahal baru saja di ingatkan oleh sang suami agar jangan kemana -mana sepulangnya dari kuliah.


"Leo?? "


"Ya ini aku sayang. Apa kau rindu padaku? "


Kanaya yang terkejut langsung melangkah mundur.


"Sepertinya suami kamu yang bucin itu lagi gak bisa jemput ya, kalau begitu kita pulang bareng. Aku jamin kamu pasti akan senang bisa pulang bareng aku. " Kata Leo lagi sambil melangkah maju mendekati Kanaya.

__ADS_1


Gadis itu sudah nampak ketakutan, di tambah dirinya saat ini berada di tempat yang sedikit sepi.


Leo memang mengikuti Kanaya sejak keluar dari kelas tadi hingga perempuan itu masuk kedalam toilet dan kini di luar area kampus.


Leo yang memang sudah diambang batasnya ,ia langsung menghimpit Kanaya, mencoba melabuhkan bibirnya di bibir istri dari sepupunya itu.Belum sempat bibir itu tersentuh Kanaya sudah lebih dulu menghadiahinya sebuah tamparan.


"Plakkkkkkkk."


Leo meringis memegangi sebelah pipinya yang terasa sangat panas, begitu kerasnya tamparan Naya sampai sudut bibir Leo mengeluarkan darah.


"Kau akan menyesal Naya karena sudah bermain-main dengan Leo, kau belum tahu kan siapa aku.Orang tuaku bisa menghancurkan suamimu dan keluarganya, dan kau tau setelah itu kau akan di salahkan.Apa kau mau?"


"Manusia sombong dan angkuh sepertimu tidak akan bertahan lama di dunia ini, Allah akan membalas mu berlipat-lipat Leo.Harusnya kamu punya harga diri sebagai laki-laki.Masih banyak perempuan single kenapa harus aku." ucap Kanaya meski tubuhnya bergetar dan takut.


Leo terkekeh,


"Kamu jangan merasa dirimu ini paling cantik,Naya, kau tidak seistimewa itu.Apalagi dengan pakaianmu yang sangat kampungan ini." ucap Leo.


"Kalau begitu kau mau apa selalu menggangguku?suamiku tidak akan memaafkan mu jika ia tahu bahwa sepupunya kurang ajar seperti ini!"

__ADS_1


__ADS_2