
Dimas menatap nanar pada perempuan yang terbaring lemah tak berdaya dengan selang infus yang menempel pada lengan kirinya. Begitu melirik ke sebelah kanan seorang ibu dengan pakaian modern juga tampak sedang menangis sesenggukan meratapi nasib sang putri yang sangat mengenaskan.
"Kenapa Nesa jadi seperti ini,Dim? Apa yang terjadi dengan anak itu sebenarnya? " Tanya Bu Pamela ibunda dari Nesa.
Dinas mengela napasnya berat, ia pun tak mengerti dengan pikiran wanita itu. Kenapa bisa sepupunya itu menjadi sangat berantakan dengan segala permasalahan yang ada.
"Apa alasan dia sampai meneguk minuman keras seperti ini? " Tanya Bu Pamela lagi.
"Dimas kurang tau tante, hanya saja terakhir tadi kami berbicara Besar sangat terpukul dengan penolakan Bumi. Dimas pun tak bisa menyalahkan lelaki itu karena memang Nesa yang bersalah dalam hal ini.Bumipun sama terluka. Apalagi saat Nesa meninggalkannya dulu." Kata Dimas.
"Dia menjerumuskan dirinya sendiri Dim, itulah kenapa Papanya sangat marah padanya. Tante kesini pun tanpa sepengetahuan Papa." Kata bu Pamela lagi.
__ADS_1
Ia menghembuskan napasnya.
"Lalu bagaimana dengan pria yang sudah menghamili Nesa, ada kabar? Tanya bu Pamela lagi pada Dimas.
" Selama ini Nesa tidak pernah memberi tahu dimana Nando berada, bahkan dia mengancam Dimas akan bunuh diri jika Dimas nekad menghubungi Nando. " Jawab pria berlesung pipit itu.
"Apa maunya anak ini? Apa dia benar-benar ingin melahirkan anak itu sendiri?Bagaimana dengan masa depannya nanti, apalagi saat dokter mengatakan jika bayi itu akan.. " Bu Pamela tidak melanjutkan ucapannya saat teringat dokter yang tadi menangani Nesa di ruang tindakan.
"Nona Nesa terlalu banyak meminum alkohol, bersyukur bayinya bisa selamat namun ada yang harus saya sampaikan. Meski janin bisa selamat tapi karena pengaruh minuman keras itu ada kemungkinan jika nanti bayinya sudah keluar akan cacat atau fisik yang tidak sempurna, saya berharap semua itu tidak terjadi. Tapi melihat kejadian hari ini, saya minta semua keluarga tetap bersiap kedepannya. "
"Sekarang apa yang akan Tante lakukan? " Tanya Dimas akhirnya.
__ADS_1
"Kita harus cari laki-lali yang sudah menghamili Nesa, Dim. Suruh dia bertanggung jawab dengan perbuatannya." Jawab Bu Pamela.
Dimas mengangkat kepalanya menatap kesungguhan wanita paruh baya itu.
"Tante yakin? Nesa bilang Nando bukan pria yang baik dan lelaki itu yang sudah menjerumuskan Nesa seperti ini! " Ucap
Dimas yang belum yakin dengan yang di bicarakan Tante Pamela nya.
"Kita hanya tahu dari sisi Nesa bukan, kita belum mendengar dari sisi Nando. Kamu tahu kan jika anak itu playing victim." Ucap Bu Pamela lagi. Meskipun Nesa adalah putrinya sendiri namun ia tidak akan membela jika memang Nesa bersalah dalam hal ini.
Dimas pun mengangguk setuju, memang seharusnya Nando bertanggung jawab dengan kehamilan Nesa.
__ADS_1
"Tapi Tan, apa tante tidak ingin mencoba berbicara dengan Bumi, barangkali hatinya akan luluh setelah tante bertemu dengannya.? "
Pamela tersenyum kecut.sejak kejadian hari itu dia sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu Bumi ataupun keluarga itu lagi. Setelah Bumi menikahi Kanaya dan langsung ke rumah sakit, dua hari kemudian Pamela dan suami langsung ke rumah sakit untuk meminta maaf, dan Pak Arif mengusirnya.