
Maaf mau cari siapa?" wanita itu kembali mengulang pertanyaannya karena Dimas diam saja sedari tadi.
Halo??"
Dimas tersadar setelah wanita itu menggeser geser tangannya tepat di hadapannya.
"Maaf apa betul ini tempat Nando tinggal?" tanya Dimas.
''Maaf kamu siapa?" tanya nya lagi.
"Saya temannya dari indonesia." Jawab Dimas.
Wanita tersebut menelisik, mencari kebohongan dari diri Dimas, namun sepertinya ia tak menemukannya.
"Masuklah dia ada di dalam sedang istirahat." ucapnya. kemudian dia membuka pintu dan mempersilakan Dimas untuk masuk.
Terlihat apartement yang Nando tempati sangatlah mewah dan elit.Kemudian wanita itu membawa Dimas ke sebuah ruangan yang di yakini sebagai ruang tamu.
"Duduklah! aku akan panggilkan Bang Nando dulu." ucap Wanita tersebut.
Dalam hati Dimas berkata.' dia siapanya Nando? kenapa wanita itu sangat cantik sekali, mengingatkanku pada Kanaya .Ah Naya ... kenapa kamu selalu saja ada dalam ingatanku?'
tak berapa lama wanita itu telah kembali bersama dengan sorang lak-laki. namun ada yang aneh saat Dimas melihatnya, kenapa laki-laki itu menggunakan kursi roda?
Dimas seketika berdiri setelah kedatangan dua tuan rumah.
"Silakan duduk." ucap Nando.
"Terimakasih."
"Ada perlu apa kau menemui ku jauh jauh,Dimas?" tanya Nando setelah mereka duduk di sofa masing-masing.
"Aku datang kesini karena Nesa." jawab Dimas sambil menatap dua orang yang ada di depannya ini. Menunggu reaksi keduanya akan seperti apa,namun ternyata Dimas tak merasakan ada yang aneh atau mereka terkejut.
"Ada apa dengan Nesa, apa belum puas dia membuatku cacat seperti ini." Kata Nando.
"Maksudmu?"tanya Dimas penasaran.
__ADS_1
Nando tersenyum sinis."Wanita playing victim itu pasti tidak menceritakan yang sebenarnya bukan apa yang terjadi."
"Tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah selama ini kau yang menjebaknya hingga dia pergi di hari pernikahannya?"
"Ha...ha..." seketika Nando mengeluarkan tawanya dengan begitu kencang, membuat Dimas makin bertanya-tanya dalam hati karena penasaran.
"Dan kalian percaya dengan semua yang ia sampaikan. Ternyata kalian adalah orang yang sangat bodoh , dapat diperdaya oleh wanita licik seperti dia." lanjut Nando.
Tak terima sepupunya dijelek-jelekkan seperti itu, Dimas menggebrak meja hingga membuat wanita yang sejak tadi bersama Nando ter lonjak kaget.
"Jelaskan Lah jangan bertele tele seperti ini,Sungguh aku sangat muak jika harus berlama-lama tanpa kejelasan." kata Dimas lagi.
"Baiklah, beberapa bulan lalu, kami bertengkar hebat, aku memilih meninggalkan apartement mencari ketenangan, saat mengendarai mobilku ternyata remnya blong, dan pelakunya adalah adik sepupumu." jawab Nado dengan penuh amarah.
''Tidak ini tidak mungkin terjadi, bagaimana bisa Nessa melakukan ini, ia tidak akan tega melakukan hal gila seperti ini."
"Tapi memang itu kenyataanya Dimas Anggara, wanita sinting itu berusaha membunuhku dengan memutus kabel mobil,Selama ini aku berusaha menolongnya dengan membantu nya kabur di hari pernikahannya namun apa yang dia perbuat padaku? "
Dimas masih belum bisa mencerna semua perkataan Nando tentang Nesa, semua yang disampaikan pria itu terasa bertolak belakang dengan penyampaian Nesa padanya dan semua orang yang ada di Indonesia.apakah seplaying victim itukah Saudaranya itu.
"Nesa tidak mungkin seperti itu, kau mungkin salah paham, Nando." ucap Dimas lirih.
Padahal aku sama sekali tidak tahu apa-pa tentang hal itu. Kami bertengkar sangat hebat, dia memutuskan kabel mobilku dan aku kecelakaan krena ulahnya." jelas Nando.
Hal ini begitu mengejutkan Dimas, terutama wanita yang sejak tadi berdiri di samping Nando.
"Kenapa Abang tidak jujur tentang perempuan itu? kenapa abang diam saja saat aku bertanya siapa yang buat abang celaka, hah??"
"Maafkan abang Vania, semua memang salah Abang karena tergoda dengannya." Nando menggenggam tangan Vania, wanita Yang sejak tadi bersama dirinya itu.
"kau sudah tahu bukan sekarang cerita yang sebenarnya terjadi, aku tidak menghianati Bumi sahabatku, aku hanya menolong Nesa yang kala itu mendapat panggilan kerja, mengenai pernikahannya yang gagal aku minta maaf tidak berterus terang." lanjut Nando.
"Kami sudah tahu, Nesa sepertinya sedang mengalami gangguan mental,namun ada satu hal yang ingin aku beritahu padamu.Saat ini Nesa sedang mengandung, kau tentu bisa menebak bukan anak siapa yang sekarang di kandungnya."
"Pranggg" Tiba-tiba Vania menjatuhkan gelas yang sedang ia pegang, setelah mendengar pernyataan Dimas tentang wanita yang telah tidur dengan kekasihnya itu.
"Apa... dia mengandung ana Bang Nando?" tanyanya lirih.
__ADS_1
"Kau bisa tanyakan itu pada pria di sampingmu." jawab Dimas sambil melirik Nando yang menunduk.
"Jawab Bang!" ucap Vania.
"Maaf." Hanya Itu yang mampu terucap dari mulut Nando,ia tidak dapat mengelak lagi, dia memang salah.
"Lalu apa maumu sekarang Dimas, aku sudah mengakui dan aku yakin jika Nesa memang sedang mengandung anakku." ucap Nando lagi.ia melirik Vania yang sudah berlinang air mata. Sungguh ia merasa sangat bersalah karena sudah menyakiti Vania dengan cara menghamili Nesa.
'AKu ingin kau bertanggung jawab dengan kehamilan sepupuku. nikahi dia." ucap Dimas lagi.
Baik Nando maupun Vania mendongakkan kepalanya, terkejut dnegan keinginan Dimas yang ingin dirinya menikah dengan Nesa.
"Ha...ha..kau tidak salah memintaku menikahi wanita yang sudah mencelakaiku itu? lagipula memang dia mau terima?" tanya balik Nando.
"aku memaksamu untuk menikahi Nesa, ini juga keinginan Tante Pamela, ibu kandung
Nesa.
Vania sudah tidak bisa lagi bertahan, dirinya langsung lari ke luar apartement, meninggalkan Nando dan Dimas begitu saja.
Vania ku mau kemana?" tanya Nando khawatir.
"Jangan pedulikan aku Bang,pikirkan saja wanita yang saat ini tengah mengandung anakmu." Vania benar benar pergi meninggalkan mereka berdua kali ini.
Vania berlari menyusuri lorong apartement itu hingga tiba dirinya di depan Lift, menunggu beberapa detik lift itu kemudian terbuka lalu ia masuk kedalamnya.
Vania menangis sejadi-jadinya, Nando adalah calon suaminya yang telah di persiapkan oleh keluarga besarnya.Meskipun keduanya tak ada komitmen untuk pacaran, namun karena orang tua mereka memutuskan pernikahannya, maka Nando dan Vania hanya menuruti.
kini sebelum hari H, vani harus mendapati calon suaminya ternyata sudah tidur dengan wanita lain dan bahkan wanita itu telah hamil.
"Aku harus bilang sama Papa untuk membatalkan rencana pernikahan kami.' Ucapnya lirih
beberapa saat kemudian setelah Vania pergi dari apartement mereka,tinggallah dua lelaki itu Nando dan juga Dimas.
"Kau tetap ingin aku menikahi wanita playing victim itu? wanita yang akan mencoba membunuhku?" tanya Nando lagi.
" Ya, ini keinginan tante Pamela, Nesa lebih baik menikah dengan pria yang menghamilinya bukan, daripada dia mengganggu rumah tangga Bumi terus menerus." jawab Dimas.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menikahi wanita itu, namun dengan satu syarat.." ucap Nando lagi.
"Apa?"