Kan Kukejar Mimpi

Kan Kukejar Mimpi
Hallo, Naura!


__ADS_3

"Nathan!" pekik Naura tiba-tiba.


Wanita setengah baya itu berusaha untuk duduk, tapi tidak sanggup karena kepalanya masih terasa sakit, hingga membuat dia terbaring lagi.


Di saat bersamaan, Rehan dan Nicholas masuk dan kaget sekaligus bahagia melihat Naura yang sudah membuka matanya.


"Sayang! Mama!" seru kedua pria itu bersamaan sembari menghambur ke arah Naura.


"Pa, Nicholas ... Nathan itu anak kandungku. Dia anakku! dia benar-benar anakku!" Naura tiba-tiba histeris tak terkendali.


"Apa mama sudah mengingat masa lalu, Mama?" Celetuk Nicholas.


"Pa, Nathan itu anak kandungku! aku ibu yang jahat, sudah meninggalkannya sejak bayi. Aku ibu yang gak punya hati!" bukannya menjawab pertanyaan Nicholas, Naura justru makin histeris. Namun dari reaksi Naura sekarang, Rehan dan Nicholas bisa menarik kesimpulan, kalau wanita setengah baya itu sudah mengingat masa lalunya.


Rehan dan Nicholas seketika panik dan berusaha menenangkan Naura.


"Sayang, sayang, kamu tenang dulu! kamu baru siuman, jadi tolong tenang ya!" pinta Rehan sembari memeluk Naura. Sementara Nicholas, menekan tombol yang berada di atas ranjang Naura, guna memanggil dokter.


"Bagaimana aku bisa tenang, Pa. Nathan mau pergi, dia mau pergi jauh!" Naura masih saja histeris.


"Nathan mau pergi?" gumam Rehan dengan alis bertaut.


"Ma, Nathan tidak pergi. Katanya dia sedang ada urusan. Nanti dia juga bakal datang ke sini setelah urusannya selesai. Jadi, Mama tenang ya!" terang Nicholas sesuai dengan yang dikatakan oleh Nathan ketika akan pamit tadi pagi.


"Tidak! dia tidak sedang ada urusan. Dia benar-benar akan pergi,Nicho. Aku dengar sendiri tadi, dia datang ke sini, dan pamit akan pergi. Dia bilang kalau dia akan pergi jauh, dan tidak akan kembali dalam waktu yang lama. Dia bilang kalau dia mau aku hidup bahagia dan hidup normal sebelum dia hadir," jelas Naura dengan pipi yang sudah basah. " Aku tidak bohong, Nicho. Nathan benar-benar datang dan bilang seperti itu," lanjut wanita itu lagi karena melihat suami dan putranya tidak ada reaksi sama sekali.


"Selamat siang! ada apa memanggil saya?" tiba-tiba pintu terbuka dan seorang dokter yang menangani Naura sudah berdiri di ambang pintu.


"Dok, istriku sudah sadar, tolong periksa kondisinya!" titah Rehan, yang mengabaikan ucapan Naura. Pria itu menganggap kalau ucapan istrinya itu hanya bentuk ketakutan karena baru tersadar dan baru ingat akan masa lalunya.


"Baik, Pak!" dokter itu melangkah menghampiri Naura.


"Tidak! aku tidak butuh dokter! aku mau Nathan anakku. Tolong bawa dia ke sini! tolong cegah dia agar tidak pergi!" Naura kembali histeris.


"Sayang, kamu harus diperiksa dokter dulu! mama tenang saja sebentar lagi Nathan pasti akan datang," bujuk Rehan menenangkan Naura.


"Benar kata Papa, Ma. Nathan pasti akan datang. Dia pasti bahagia kalau tahu, mama sudah mengingatnya," Nicholas menimpali ucapan Papanya.

__ADS_1


"Kalian berdua kenapa meragukanku sih? Nathan benar-benar akan pergi, Pa,Nicho! Kenapa aku bisa bangun begini, itu karena aku berjuang untuk bangun, begitu mendengar dia pamit. Tolong percaya padaku kali ini! tolong pergi dan cari Nathan!" pinta Naura sembari menangkupkan kedua tangannya.


"Ma, tolong jangan __"


"Kalau kalian tidak mau menolongku untuk mencegahnya, biar aku cari sendiri anakku!" belum selesai Nicholas bicara, Naura sudah menyelanya sembari berusaha mencabut jarum infus dari tangannya, Beruntungnya Rehan dengan sigap langsung mencegah tindakan Naura.


"Iya, Sayang, iya! Kami akan pergi mencarinya! kamu tenang dulu ya! pungkas Rehan akhirnya.


Kemudian, pria setengah baya itu, menoleh ke arah Nicholas.


"Nicho, sepertinya yang mamamu katakan benar. Tolong kamu hubungi nomornya dulu!"


Nicholas merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. Kemudian,dia melakukan panggilan ke nomor Nathan sesuai perintah sang papa. Namun, yang menjawab panggilannya adalah suara operator. Nicholas mencoba sekali lagi dan hasilnya juga sama.


"Pa, nomornya tidak aktif," ucap Nicholas hati-hati.


"Itu berarti, Nathan sudah benar-benar pergi! coba kalian percaya padaku tadi mungkin kalian masih bisa mengejarnya, karena dia baru saja keluar dari ruangan ini!" Naura kembali histeris.


"Nicholas, kamu keluar sekarang dan cari Nathan. Mudah-mudahan dia masih ada di sekitar sini dan belum terlalu jauh!"


"Semua ini gara-gara wanita jahat itu! dia penyebab aku tidak bisa memberikan kasih sayang yang utuh buat putraku! dia yang harus bertanggung jawab atas semua yang kualami," ucap Naura, ambigu. Hingga membuat Rehan mengrenyitkan keningnya, bingung.


"Wanita jahat? wanita jahat siapa?" tanya Rehan.


"Dia yang sudah menabrakku. Dia yang ...."


Brakkk ....


Tiba-tiba pintu dibuka dengan keras oleh seseorang, hingga membuat ucapan Naura terhenti.


"Papa?" gumam Rehan, melihat sosok pria tua berdiri di ambang pintu dengan sorot mata yang sangat tajam. Ya, yang baru saja muncul adalah Nurdin, papa mertuanya.


"Bagaimana mungkin kalian tidak mengabariku kalau Naura koma!" terdengar suara Nurdin yang tinggi, karena marah.


"Maaf, Pa! kami hanya tinggal ingin papa khawatir dan membuat jantung papa kumat. Jadi, aku meminta agar tidak ada yang memberitahukan kejadian ini pada Papa," sahut Rehan dengan sopan.


"Jadi,mau sampai kapan kalian menyembunyikan ini dariku. Dia ini putri satu-satuku. Kalau bukan karena merindukan kalian, dan datang ke Indonesia, aku mungkin tidak tahu kejadian ini. Aku juga tahu dari Nabila," ucap Nurdin yang masih terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Sekali lagi, Maaf Pa!"


"Pa, sudahlah! aku baik-baik saja sekarang!" Naura buka suara dengan nada yang sangat lirih.


Nurdin menarik napas dalam-dalam dan mengembuskan napasnya dengan sekali hentakan untuk membuang amarahnya.


"Tadi, aku melihat Nicholas keluar terburu-buru. Aku kira ada sesuatu yang buruk terjadi padamu, makanya aku panik. Kenapa dia buru-buru tadi?" tanya Nurdin, setelah amarahnya reda.


Naura dan Rehan saling silang pandang, bingung mau siapa yang buka suara.


"Kenapa kalian berdua diam?"


"Emm, begini Pa. Dulu kata Papa kalau anak Naura sudah meninggal. Ternyata tidak, Pa. Anakn itu masih hidup dan sudah jadi pemuda yang tampan sekarang,"


Nurdin membesarkan matanya mendengar apa yang baru saja terlontar dari mulut Rehan.


"Kamu jangan bercanda! Aku tahu jelas kalau anak itu sudah meninggal," ucap Nurdin.


"Itu tidak benar, Pa! nama anak itu Nathan dan dia pernah dekat dengan kami," sangkal Rehan.


"Bagaimana mungkin? aku memang tahu kalau Naura pernah melahirkan anak laki-laki, tapi gara-gara aku kecewa dengannya yang menikah dengan pria beristri, aku tidak mau bertemu dengannya dan bahkan untuk melihat cucuku itu juga aku enggan, walaupun aku sangat ingin melihatnya. Hari di mana Naura kecelakaan dulu, aku berniat ingin mendatangi rumah suaminya, tapi, sebelum tiba di rumah itu, ada wanita yang mencegahku dan bilang kalau anak Naura sudah meninggal di usia dua bulan karena sakit, makanya aku membatalkan niatku ke sana," terang Nurdin, sembari mengingat kejadian dulu.


"Itu sama sekali tidak benar, Pa! wanita itu pasti wanita ular yang juga sudah menabrakku dulu!" pekik Naura, geram.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ruangan tempat Naura kini sudah sepi. Nurdin pamit sebentar untuk mencari makan karena perutnya tiba-tiba lapar. Sementara Rehan, menemani sang mertua.


"Nicholas kenapa belum ada kabar ya? apa dia sudah bersama dengan Nathan sekarang?" batin Naura sembari berkali-kali melihat ke arah pintu. Wanita itu,sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena hatinya belum tenang.


Tugas pintu terlihat berputar, pertanda kalau ada orang yang hendak membuka pintu kamarnya. Naura tersenyum, dan berharap kalau yang datang adalah Nicholas bersama dengan Nathan. Namun, ternyata tidak sesuai dengan harapan. Sosok yang berdiri di depannya bukanlah kedua putranya, melainkan sosok wanita yang membuatnya mengalami kejadian ini.


"Halo, Naura, kamu masih ingat aku kan?" wanita yang berdiri di ambang pintu itu menyeringai sinis ke arah Naura.


Tbc


Maaf ya, Kemarin tidak up karena aku kurang enak badan. Ini aja belum sepenuhnya sembuh. Please like, komen dan Vote dong, biar aku makin semangat. Kalau boleh kasih hadiah juga 😍😍😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2