Kan Kukejar Mimpi

Kan Kukejar Mimpi
Ekstra part 2(wedding)


__ADS_3

Time flies so fast. Ya istilah itu benar-benar ada. Hari ini hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Nathan dan Renata. Dimana hari ini, mereka akan disatukan dalam ikatan pernikahan.


Setelah melewati acara yang paling mendebarkan yaitu pengucapan janji suci pernikahan, kini Nathan dan Renata sudah sah menjadi suami istri. Kedua mata Nathan dan Renata bahkan sampai menitikkan air mata, ketika telinga mereka mendengar kata Sah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Para tamu mulai berdatangan menghadiri acara resepsi pernikahan Nathan dan Renata. Di depan pintu masuk, kolase photo kedua mempelai itu ketika melakukan prawedding, terpampang jelas dan memperlihatkan keserasian kedua insan itu.


Setelah memasuki ruangan ballroom dimana diadakannya pesta, para tamu semakin terkagum dengan pilihan dekorasi yang sangat indah, dan mewah pilihan kedua mempelai


"Wah, indah sekali, Sayang. Apa dekorasi pernikahan kita nanti akan seindah ini?" tanya Anisa, ketika dirinya dan Nicholas memasuki ruangan resepsi.


"Tentu saja. Bahkan mungkin akan lebih indah," jawab Nicholas dengan penuh percaya diri.


"Para tamu sekalian, mari semua kita arahkan pandangan kita ke arah pintu karena Raja dan ratu kita malam ini akan memasuki ruangan," suara MC, terdengar lantang memenuhi ruangan itu.


Seiring dengan pengumuman yang baru saja dilontarkan oleh MC, pasangan pengantin baru yang tidak lain adalah Nathan dan Renata, memasuki ruangan resepsi dengan bergandengan dan senyum yang melekat manis di bibir masing-masing. Tampak jelas kebahagian yang tak terkira di wajah keduanya.


Kebahagiaan bukan hanya terpancar di kedua belah pihak, tapi juga di wajah kedua keluarga besar yang kini sudah bersatu menjadi sebuah keluarga.


"Sayang, aku tidak menyangka dengan semua rintangan yang kita lalui, akhirnya kita bisa bersatu menjadi suami istri," bisik Nathan, saat mereka berjalan ke arah pelaminan.


"Iya, aku juga tidak menyangka. Pemuda yang dulu aku anggap biang masalah ternyata adalah jodohku," sahut Renata sembari memberikan senyum termanisnya.


Di antara para tamu undangan, terlihat Dava yang sepertinya kerepotan karena selalu ditempeli oleh Nabila, sementara itu Bastian terlihat romantis bersama seorang gadis berambut pirang, dan bermata biru.


"Kak, aku sebentar lagi akan ikut ke London lho. Aku akan melanjutkan kuliahku di sana, Kakak senang nggak?" ucap Nabila sembari menyunggingkan senyumnya, hingga memperlihatkan lesung pipinya yang menambah kecantikan gadis itu.


"Emm, gimana ya?" Dava menggaruk-garuk kepalanya, bingung mau menjawab apa.


"Dia pasti senang, Nabila. Dia selalu menahan godaan gadis-gadis bule, demi dirimu," celetuk Bastian, yang membuat Nabila tersipu malu. Sementara Dava menatap tajam ke arah Bastian. Bukannya takut melihat tatapan Dava, Bastian justru hanya cengengesan.


"Benar, Kak Dava?" tanya Nabila memastikan, sehingga mau tidak mau, Dava menganggukkan kepalanya.


Kalau boleh jujur, sebenarnya ada rasa bahagia di hatinya mendengar ucapan Nabila, tapi begitu mengingat perbedaan mereka yang begitu jauh, membuat pria merasa tidak pantas untuk merasa senang.


"Ya, itu kan keputusanmu. Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan tidak senang," jawab Dava, membuat raut wajah Nabila berubah sendu.

__ADS_1


"Hei, kalau senang bilang aja senang dengan ikhlas. Lihat tuh wajah adikku jadi manyun begitu," tiba-tiba Nicholas datang sembari menepuk pundak Dava.


"Eh, Kak Nicholas," ucap Dava yang seketika merasa gugup.


"Kamu tidak usah merasa tidak pantas. Kamu sangat pantas buat adikku. Bukan hanya aku yang merasa seperti itu,Papa dan Nathan juga. Kami tidak memandang siapapun itu dengan harta dan jabatannya. Yang kami pentingkan adalah kebahagiaan adik perempuan kami ini. Lagian, kami sudah mengenal siapa kamu, dan kami sangat percaya padamu," tutur Nicholas panjang lebar, membuat Dava semakin grogi. Dia benar-benar tidak menyangka kalau pria yang merupakan kakaknya Nabila itu bisa membaca kegusarannya selama ini.


"Oh, ya sepertinya kamu perlu bicara berdua dengan adikku, aku sama Anisa ke sana dulu ya!" pungkas Nicholas sembari mengandeng tangan Anisa.


Belum benar-benar melangkah jauh, Nicholas kembali berbalik.


"Bastian, sepertinya kamu dan kekasihmu itu juga perlu pergi menjauh dari mereka berdua,"


"Oh, i-iya, Kak!" ucap Bastian. Lalu, pria itu berbisik ke arah kekasihnya dan terlihat wanita bule itu mengangguk-anggukkan kepalanya, mengerti. Kemudian mereka berdua pun beranjak pergi meninggalkan Dava dan Nabila yang seketika merasa canggung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Acara resepsi pernikahan sudah selesai dengan lancar. Kini Nathan dan Renata sudah berada di dalam kamar pengantin yang dihias dengan begitu indahnya. Aroma bunga mawar, menyeruak ke hidung keduanya hingga menambah sensasi romantis di antara keduanya.


Entah kenapa, walaupun selama ini mereka sudah sering bertemu dan bahkan menjalin hubungan, situasi malam ini terasa canggung buat mereka berdua, karena ini baru pertama kalinya mereka akan tidur di dalam kamar yang sama dan bahkan di atas ranjang yang sama.


"Baiklah!" sahut Nathan, berusaha tetap santai.


Renata mengayunkan kakinya berjalan menuju kamar mandi. Namun tidak beberapa lama, kepal wanita itu menyembul keluar dengan raut wajah yang seperti kebingungan.


"Sayang, kamu bisa bantu aku nggak?" tanya wanita sembari menggigit bibirnya.


"Bantu apa?" Nathan mengrenyitkan keningnya.


"Emm, aku tidak bisa membuka resleting gaunku di belakang. Kamu bisa tidak membantuku membukanya?" sahut Renata dengan malu-malu.


Tiba-tiba jantung Nathan berdentum dengan begitu cepat. Namun pria itu masih berusaha untuk tetap bersikap biasa saja.


"Ya sudah, sini aku bantu!" ucap Nathan dengan suara yang sedikit bergetar.


Renata keluar dari dalam kamar mandi dan Nathan bangkit berdiri.


Posisi Renata kini memunggungi Nathan dan dengan tangan yang bergetar Nathan, menurunkan resleting gaun pengantin wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu.

__ADS_1


Nathan menelan ludahnya dengan susah payah, ketika melihat kulit punggung Renata yang mulus.


"Sayang, sudah belum?" suara Renata, seketika menyadarkan Nathan dari kekagumannya.


"Su-sudah!" sahut Nathan gugup.


Dengan berlari kecil sembari mengangkat gaunnya, Renata pun berlari masuk kembali ke dalam kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nathan dan Renata kini sudah sama-sama sudah selesai mandi. Keduanya sudah berganti pakaian dengan piyama.


Kedua pengantin baru itu, terlihat samar-sama diam, bingung mau melakukan apa.


"Sekarang kita mau ngapain?" tanya Renata dengan suara yang sangat pelan.


"Emm, ngapain ya? biasanya pengantin baru di malam pertama itu ngapain?" Nathan malah balik bertanya.


"Ihh, kok malah nanya balik sih? dia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu," Renata menggerutu dalam hati.


"Atau, aku coba tanya sama papa dan mama," pancing Renata sembari berpura-pura hendak meraih ponselnya.


"Eh, jangan!" cegah Nathan dengan cepat menarik tangan Renata, hingga tak terhindarkan lagi, tubuh Renata menindih tubuh Nathan. Mata keduanya sontak terkunci saling menatap.


Seakan terhipnotis, Nathan dengan perlahan mengangkat kepalanya mendekati wajah Renata dan begitu dekat, bibirnya langsung menempel di bibir istrinya itu.


Tidak perlu menunggu lama, kedua insan yang kini sudah resmi menjadi suami istri itu, mulai bergumul, melakukan hal yang memang sudah pantas dilakukan sebagai suami istri. Walaupun keduanya masih terlihat sangat kaku, tapi tidak serta merta menghentikan keinginan keduanya untuk tetap menuntaskan malam pertama.


Jeritan kesakitan yang berasal dari mulut Renata, menandakan kalau wanita itu kini sudah memasrahkan dirinya seutuhnya pada Nathan sang suami. Jeritan kesakitan itu, tidak bertahan lama, karena kini yang terdengar adalah lenguhan dari mulut masing-masing.


Tbc


Maaf, tidak bisa terlalu vulgar, karena sekarang reviewnya sangat ketat.😁


Maaf juga ya, sudah seminggu ini tidak up, karena seperti yang aku informasikan di group, kalau kakek dari suamiku meninggal, dan kami ada acara adat pemakaman. Bagi yang suku Batak, pasti tahu bagaimana adat pemakaman di Batak pada orang tua yang sudah memiliki cucu, bahkan cicit.


Tapi, novel ini memang akan benar-benar tamat kok.Mungkin satu atau dua episode lagi. Terima kasih!🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2