Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 100


__ADS_3

Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini William membuka ke dua matanya dan melihat sosok wanita yang sangat dia cintai berada di sampingnya dengan memeluk dirinya. Hal yang selama ini sangat di impikan oleh William akhirnya terwujud juga saat dia melihat wanita yang dia cintai berada di sampingnya dengan memeluk dirinya.


''Aira, I Love you,'' bisik William lalu saat itu juga dia mengecup bibir Aira pelan.


Aira sama sekali tidak merasakan bahwa saat ini William tengah mencium bibir nya, Aira hanya bergeliat dengan memeluk erat tubuh William. Melihat bagaimana sikap sang istri membuat William menjadi tersenyum saat Aira memeluk dirinya dengan cukup erat. Sikap Aira ini membuat William semakin merasa gemas.


''Sayang, kau yang memancing ku duluan,'' kata William lalu saat itu juga William mencium bibir Aira yang masih tertidur pulas.


William menciumnya dan sedikit ******* bibir Aira karena dia benar-benar gemas dengan sikap Aira yang tengah tertidur tadi. Aira yang saat itu tidur merasa bahwa ada sesuatu yang aneh yang terjadi padanya, dia merasa sesuatu menyentuh bibirnya. Tidak, bukan hanya menyentuh tapi seperti tengah mencium bibirnya dengan sedikit lembut.


Aira pun membuka matanya karena dia merasa ada yang aneh dan benar saja saat dia membuka ke dua matanya, dia melihat William yang saat ini tengah mencium dirinya.


''Emmm,'' Aira berusaha melepaskan ciumannya dari William tapi saat ini William sedang berada dalam gejolak nafsu.


Aira yang merasa bahwa ciuman William semakin dalam mencubit lengan William karena saat ini dia benar-benar tidak bisa bernafas.

__ADS_1


''Aaw, sakit Sayang,'' ringis William saat dia merasakan cubitan Aira.


''Kamu ini apa-apaan sih, Mas? Pagi-pagi seperti ini kamu malah melakukan hal yang tidak senonoh seperti itu. Seharusnya kamu itu bangunkan aku untuk sholat bukan malah mencium ku seperti itu,'' kata Aira dengan memarahi William yang tiba-tiba mencium dirinya saat dia tertidur.


''Sayang, aku sudah berusaha untuk membangunkan kamu tapi kamu malah tidak bangun dan memeluk ku dengan sangat erat. Kau tau kan bahwa aku adalah lelaki yang normal dan tentu saja aku langsung terpancing saat aku memeluk ku tadi jadi aku mencium bibir kamu lagian kita berdua ini sudah menjadi suami istri seharusnya tidak masalahkan malahan itu menjadi pahala buat kita berdua,'' jawab William dengan menggoda Aira.


Saat ini William mencium leher Aira untuk membuat Aira terangsang, Aira yang merasa geli pun langsung mendorong tubuh William agar menjauh darinya.


''Mas, kamu ini apa-apaan sih! Ini udah pagi, sebaiknya sekarang kita pergi membersihkan diri dan mengambil wudhu sebelum waktu subuh berakhir. Ayo Mas,'' ajak Aira sambil menarik tangan William.


''Hey Sayang, ini masih jam 4 lewat sedikit jadi kita masih memiliki waktu untuk bermesraan,'' ujar William dengan menolak ajakan Aira dan meminta Aira untuk bersantai sejenak.


''Iya iya, tunggu dulu,'' jawab William lalu saat itu juga dia pun berdiri untuk berjalan ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka berdua pun telah siap untuk melakukan ibadah sholat subuh. William tampak memimpin menjadi iman dan Aira yang menjadi makmum di belakang. Setelah sholat subuh saat ini Aira mencium tangan William sebagai tanda bahwa dia menghormati William sebagai suaminya.

__ADS_1


''Sayang, semoga kamu menjadi istri yang sholehah yang akan membantuku membangun bahtera rumah tangga ini dengan penuh cinta. Aku berharap bahwa kau akan menjadi Ibu dari anak-anak ku dan menjadi pasangan hidup ku di dunia maupun di akhirat,'' kata William dengan mendoakan Aira agar dia menjadi istri yang sholehah.


''Amin Ya Allah, semoga Allah menjabah doa kamu Mas dan kita berdua bisa melewati setiap masalah dalam rumah tangga ini,'' jawab Aira dengan berharap bahwa rumah tangga mereka berdua akan tetap harmonis seperti ini meskipun begitu banyak masalah yang datang.


Suasana yang terjadi saat ini benar-benar menjadi impian Aira dari dulu, memiliki seorang suami yang begitu mencintai dia begitu juga sebaliknya dan berada di atas mimbar yang sama untuk melakukan sholat berjamaah. Aira benar-benar merasa sangat bahagia dengan apa yang saat ini terjadi padanya, dia langsung memeluk William dengan menangis bahagia.


''Sayang, kenapa kamu menangis seperti ini? Apakah ada perkataan ku yang menyakiti kamu atau kamu sedang sakit?'' tanya William dengan perasaan khawatir saat dia melihat Aira menangis di pelukannya.


''Tidak Mas, tidak. Aku menangis bahagia karena bisa menikah dengan kamu, aku tidak menyangka bahwa kita berdua akan bersama seperti sekarang ini melihat bagaimana dulu aku sangat ingin berpisah dengan kamu. Aku sangat bahagia Mas karena akhirnya aku mendapatkan kebahagian dari rumah tangga yang selama ini aku impikan. Terima kasih banyak Mas karena kamu mewujudkan impian ku selama ini,'' ucap Aira dengan mengatakan alasan kenapa dia menangis seperti sekarang ini.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, hati William menjadi tersentuh lalu dia juga membalas pelukan Aira. William memeluk Aira dengan erat tanpa ingin melepaskannya, perasaan bahagia ini rasanya tidak ingin berlalu begitu cepat.


William berharap bahwa waktu bisa berhenti dalam beberapa menit saja, biarkan William merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dia ungkapkan saat dia bersama dengan Aira.


Sedangkan di tempat lain, saat ini Callista juga Mommy William tengah merasa bingung karena memikirkan William yang pergi meninggalkan keluarga Ribery. Mommy William sama sekali tidak menyangka bahwa William akan benar-benar meninggalkan mereka semua dan kini Mommy William sedang memikirkan cara bagaimana untuk bisa membawa kembali William ke keluarga Ribery.

__ADS_1


''Mom, apa yang harus kita lakukan? Callista tidak mau sampai berpisah dengan William, Callista sangat mencintai William, Mom,'' gerutu Callista dengan mendesak Mommy William untuk memikirkan cara agar bisa membawa William kembali.


''Kau tenang dulu, Call. Saat ini aku sedang memikirkan cara untuk bisa membawa kembali William pada keluarga Ribery tapi untuk sementara ini biarkan William merasakan bagaimana susah nya menjadi orang miskin. Dia pikir enak apa menjadi orang miskin dan aku pastikan bahwa dia akan benar-benar hidup menderita bersama dengan si wanita kampungan itu. Kau lihat saja Call, tidak lama lagi William akan memohon kepada Mommy untuk kembali kepada keluarga Ribery dan meninggalkan wanita kampungan itu,'' ucap Mommy William dengan percaya diri nya bahwa William akan kembali pada keluarga Ribery.


__ADS_2