Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 101


__ADS_3

Saat ini Aira tengah menyiapkan sarapan untuk William, Aira tampak terlihat sangat sibuk dan William yang melihat bagaimana sibuknya Aira berusaha untuk menggoda Aira dengan memeluk Aira dari belakang.


''Sayang, apa sih yang kamu kerjakan sampai-sampai kamu tidak menghiraukan kehadiran suami mu ini?'' ucap William dengan memeluk Aira dari belakang.


Aira yang merasa terkejut pun mendorong tubuh William agar menjauh darinya dan tidak memeluk dirinya seperti ini karena entah mengapa Aira merasa sedikit risih.


''Mas, kamu ini apa-apaan sih? Lepaskan Mas, malu di lihat orang tau,'' kata Aira dengan menyuruh William untuk menjauh darinya.


Melihat sikap Aira yang masih malu-malu membuat William semakin geram terhadap Aira dan dia pun kembali memeluk Aira tanpa ingin melepaskannya.


''Siapa yang akan melihat kita berdua, Sayang lagian hanya ada kita berdua di sini dan gak ada ada yang lihat kok. Meskipun ada yang lihat pun kenapa? Bukankah kita berdua ini sudah menjadi suami istri dan itu sudah hal yang wajar di lakukan oleh pasangan suami istri dan meskipun kita bercinta di sini pun juga tidak ada yang melarangnya, Sayang,'' bisik William saat dia mengatakan tentang bercinta di telinga Aira.

__ADS_1


Mendengar nada sensual William, Aira langsung bergidik ngeri dan kembali mendorong tubuh William.


''Kamu ini apa-apaan sih Mas? Siapa juga yang mau bercinta di sini, itu tidak sopan!'' jawab Aira lalu meninggalkan William yang mulai berbicara ngelantur.


Wajah Aira saat ini tampak terlihat malu dengan apa yang dikatakan oleh William, dia berusaha untuk menyembunyikan wajah malunya itu dari William karena jika William tau, dia pasti akan menggodanya.


''Ayolah Sayang, jangan seperti itu. Lagian kita belum mencobanya bukan jika bercinta di dapur. Mungkin saja itu akan terasa nikmat,'' ujar William dengan nada manjanya meminta kepada Aira untuk mengabulkan keinginannya.


Dan William berjalan menuju ke meja makan dengan wajah cemberut seperti anak yang di marahi oleh ibunya.


Setelah sarapannya selesai, Aira pun langsung menyiapkan untuk William dan William memakan sarapannya dengan lahap. Saat ini Aira tampak tersenyum saat dia melihat William yang berada di depannya sedang memakan makanannya. Aira tidak menyangka bahwa dia akan memiliki seorang suami seperti William yang begitu sangat tampan.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, saat ini Aira membantu William untuk bersiap mencari pekerjaan. Sebenarnya Aira sudah melarang William untuk mencari pekerjaan sekarang karena Aira ingin William beristirahat sebentar apalagi saat ini dia baru saja selesai bertengkar dengan keluarganya jadi Aira meminta William untuk menenangkan dirinya dulu tapi William menolak dan ingin segera mencari pekerjaan untuk menyambung kehidupan sehari-hari mereka berdua.


''Mas, kamu yakin mau langsung mencari pekerjaan?'' tanya sambil memasang dasi untuk William.


''Aku sangat yakin, Sayang. Aku tidak mau bermalas-malasan di saat keadaan kita seperti ini. Aku akan berusaha memberikan hal yang terbaik buat kamu Sayang. Kamu doain aku semoga aku bisa cepat mendapatkan pekerjaan,'' ucap William dengan mencium kening sang istri saat dia meminta doa dari Aira.


''Amin Mas, aku selalu berdoa untuk kebaikan kita berdua dan semoga kamu segera mendapatkan pekerjaan,''


''Amin. Oh ya Sayang, aku berharap bahwa kita berdua akan segera memiliki seorang anak supaya kehidupan rumah tangga kita berdua semakin lengkap. Aku jadi tidak sabar saat anakku nanti memanggil ku dengan nama Daddy dan dia berlari saat aku baru pulang bekerja, aku akan sering membawakan dia mainan agar dia bahagia. Aku sangat bahagia saat membayangkan hal seperti itu,'' kata William dengan tersenyum bahagia lalu William pun menunduk sambil mengelus perut Aira yang masih rata.


''Sayang, Daddy harap kamu akan segera hadir di rahim Mommy supaya kehadiran kamu bisa membuat kebahagiaan kami semakin terasa lengkap,'' ucap William dengan penuh harap bahwa Aira akan segera hamil.

__ADS_1


''Amin Ya Allah, semoga Allah segera memberikan kita berdua kepercayaan Mas,'' jawab Aira dengan memeluk sang suami.


__ADS_2