Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 117


__ADS_3

Melihat bagaimana raut wajah sedih Aira, William langsung menghampiri Aira dan berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Aira tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya dan juga Callista.


''Aira, aku mohon sama kamu. Dengarkan penjelasan aku dulu,'' ucap William dengan mendekati Aira tapi saat itu juga Aira langsung mendorong tubuh William agar menjauh darinya.


''Jangan mendekat! Pergi Mas!'' teriak Aira dengan menangis histeris.


''Aira, aku mohon padamu. Dengarkan aku dulu, biarkan aku menjelaskan semuanya,'' William tampak berbicara dengan nada cukup keras untuk menyadarkan Aira.


Aira langsung terdiam mendengar suara tinggi William dan kini dia menatap kearah William dengan tatapan tajam.


''Baiklah, sekarang jelaskan semuanya dan jika kau berani berbohong padaku maka jangan salahkan aku jika aku meminta cerai padamu, Mas!'' jawab Aira dengan mengancam William.


Mendengar kata cerai dari Aira hati William menjadi sedikit sakit karena sungguh dia sangat mencintai Aira dan sama sekali tidak ada niatan untuk berpisah dengan Aira.


''Aira, kenapa kau berkata seperti itu? Aku sangat mencintai kamu dan aku sama sekali tidak ingin berpisah dengan kamu,''

__ADS_1


''Baiklah kalau begitu kau harus mengatakan hal yang sebenarnya dan sejujurnya padaku Mas atau kau akan tau akibat dari kamu membohongi aku lagi,'' jawab Aira dengan memberikan kesempatan kepada William untuk menjelaskan semuanya.


Saat ini William berusaha untuk membuat Aira tenang dulu dengan menyuruh dia untuk duduk lalu saat itu juga William mulai menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi waktu itu kepada dirinya dan juga Callista.


''Aira, malam itu aku benar-benar tidak terlalu begitu sadar dengan apa yang aku lakukan. Seingat ku sebelum aku tidak sadarkan diri, aku meminum air yang di berikan oleh Callista padaku dan saat aku sadar tiba-tiba aku berada di atas ranjang bersama dengan Callista. Sungguh aku benar-benar tidak tau apa yang terjadi padaku saat itu, Aira,'' ujar William dengan menjelaskan semuanya yang dia alami.


Aira terdiam saat mendengar penjelasan dari William, lalu saat itu juga Aira kembali memberikan pertanyaan kepada William.


''Apakah kau berada di atas ranjang dengan Callista dengan pakaian yang kamu kenakan, Mas?'' tanya Aira dengan menatap tajam kearah William.


''Tidak, aku bersama dengan Callista tidak menggunakan pakaian saat itu tapi aku benar-benar tidak sadar Aira dengan apa yang aku lakukan saat itu. Aira, aku benar-benar sangat mencintai kamu,'' ucap William dengan memohon kepada Aira untuk mempercayai dirinya.


Aira memejamkan matanya menahan air mata yang saat ini terus ingin jatuh di pipi nya mendengar jawaban dari William.


''Mas, cinta ini sudah tidak ada gunanya lagi. Kau harus bertanggung jawab kepada Callista karena bagaimanapun juga saat ini Callista sedang mengandung anak kamu jadi pergi lah kembali bersama dengan Callista,'' kata Aira dengan perasaan berat hati lalu saat itu juga Aira langsung berlari keluar dari rumah nya untuk menghindari William.

__ADS_1


Melihat Aira yang pergi, William langsung mengejar Aira tapi di berhenti di tengah jalan karena dia tau bahwa saat ini dirinya lah yang bersalah dan semua masalah ini harus segera dia selesaikan karena entah mengapa hati William yakin bahwa anak yang di kandung oleh Callista bukan anaknya tapi untuk saat ini dirinya masih belum memiliki bukti.


''Aku harus segera menyelesaikan masalah ini,'' kata William dengan nada dinginnya lalu dia pun pergi untuk menemui keluarganya di Mansion.


Saat ini Aira berlari tanpa arah tujuan hingga dia berhenti di sebuah taman kecil yang terlihat sepi. Aira menangis sejadi-jadinya menumpahkan semua rasa kecewa di dalam hatinya saat dia harus menerima kenyataan bahwa lelaki yang dia cintai kini harus pergi bersama dengan wanita lain.


''Aakkkhh! Ya Allah, kenapa Engkau terus memberikan cobaan yang begitu menyakitkan bagi hamba, hiks hiks. Kapan semua ini akan berakhir? Sungguh aku sangat mengharapkan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan, hiks hiks,'' tangis Aira dengan suara pilunya.


Saat Aira tengah menangis, tiba-tiba sebuah tangan memegang pundak Aira dan saat itu juga Aira sangat terkejut dan melihat kearah belakang.


''Dad?'' panggil Aira dengan raut wajah terkejut.


Benar, itu adalah Daddy William. Sebenarnya tadi Daddy William berniat untuk pergi ke rumah Aira untuk menjelaskan tentang apa yang dia curigai kepada Callista tapi tanpa dia duga bahwa dia harus melihat pertengkaran keduanya dan itu benar-benar membuat hati Daddy William sangat sedih saat melihat bagaimana mereka berdua harus berpisah dan saat ini Daddy William menemui Aira untuk menceritakan tentang apa yang dia curigai kepada Callista.


''Aira, Daddy tau dengan apa yang kamu rasakan saat ini tapi percayalah bahwa ada yang tidak beres pada Callista, William tidak pernah mengkhianati kamu Aira bahwa dia rela berkorban buat kamu meskipun dia harus meninggalkan keluarganya dan semua ini Ada pada Callista, ada sesuatu yang dia sembunyikan tentang kehamilannya dan kini Daddy sedang menyelidiki semuanya. Aira, jika kamu mau Daddy ingin kamu bekerja sama untuk membongkar semua kebusukan Callista termaksud kehamilan dia. Bagaimana, Aira?'' ucap Daddy William dengan memberikan penawaran kepada Aira untuk membongkar kebusukan Callista.

__ADS_1


''Aku setuju, Dad!'' jawab Aira dengan nada tegasnya.


__ADS_2