
Saat ini Aira pun menemui Ayahnya untuk menanyakan tentang keadaan dia.
''Ayah, ada sesuatu yang ingin Aira tanyakan kepada Ayah,'' kata Aira yang saat ini berada di ruangan tamu bersama dengan William.
''Ada apa, Aira?'' jawab Ayah Aira dengan wajah bingungnya.
''Ayah, apakah benar bahwa saat ini Ayah sedang sakit?'' tanya Aira dengan menahan air matanya agar tidak terjatuh.
Ayah dan juga Ibu Aira yang berada di sana benar-benar sangat terkejut dengan apa yang di tanyakan oleh Aira pada dirinya.
__ADS_1
''A..Apa maksud kamu, Aira? Ayah tidak mengerti,'' kata Ayah Aira dengan memalingkan wajahnya.
Sebenarnya ke dua orang tua Aira sengaja menyembunyikan tentang penyakitnya ini karena dia tidak mau membuat Aira merasa terbebani dan merepotkan Aira meskipun mereka berdua tau bahwa sebenarnya Aira memang harus mengetahui tentang penyakitnya ini tapi melihat Aira yang baru saja mengalami trauma dan juga kesedihan akibat pernikahannya yang dulu membuat mereka enggan untuk mengatakan tentang penyakit yang di derita oleh Ayah Aira karena mereka berdua berfikir bahwa Aira baru saja mendapatkan kebahagiannya jadi mereka berdua tidak mau merusak kebahagiaan Aira.
''Ayah, Aira mohon katakan dengan sejujurnya?'' ucap Aira dengan memegang tangan Ayahnya yang saat ini terlihat ketakutan.
''Aira, Ayah baik-baik saja kok. Lihat tubuh Ayah ini,'' jawab Aira dengan tersenyum sambil memperlihatkan otot tangannya.
Aira langsung memeluk sang Ayah sambil menangis di pelukannya, sungguh saat ini Aira benar-benar merasa sangat hancur saat mengetahui tentang keadaan Ayahnya yang mengalami penyakit yang cukup parah.
__ADS_1
''Ayah, kenapa Ayah harus menyembunyikan penyakit Ayah kepada Aira. Aira sudah mengetahui semuanya dan Ayah tidak perlu berpura-pura sehat seperti ini,'' kata Aira dengan mengatakan apa yang dia ketahui.
''Aira sudah mengetahui bahwa sebenarnya Ayah mengidap penyakit tumor otak,'' kata Aira dengan menatap kearah wajah sang Ayah yang saat ini cukup terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Aira.
''Bagaimana kau tau tentang penyakit ku, Aira?'' tanya Ayah Aira dengan menundukkan kepalanya.
''Ayah, aku yang menyelidiki semua itu. Saat itu salah satu anak buah ku tidak sengaja melihat Ayah dan juga Ibu pergi ke rumah sakit dan aku meminta anak buah ku untuk menyelidiki tentang apa yang Ayah dan juga Ibu lakukan di rumah sakit itu dan setelah anak buah ku melakukan penyelidikan ternyata Ayah mengidap penyakit tumor otak dan aku datang ke sini untuk mendiskusikan tentang masalah ini,'' jawab William dengan menjelaskan tentang semuanya kepada ke dua orang tua Aira.
Ke dua orang tua Aira tampak terdiam dengan wajah bersalahnya karena dia tidak memberitahukan kepada Aira tentang penyakitnya ini.
__ADS_1
''Maafkan Ayah, Aira. Semua ini keinginan Ayah untuk tidak memberitahukan tentang penyakit Ayah karena Ayah tidak mau melihat kamu sedih saat mengetahui tentang penyakit Ayah. Kau baru saja mendapatkan kebahagian kamu dan Ayah benar-benar tidak tega saat memberitahukan kepada kamu bahwa Ayah sakit dan membuat kamu merasa sedih kembali, Aira. Ayah mohon, maafkan Ayah,'' kata Ayah Aira dengan mengatakan tentang alasan dia tidak memberitahukan tentang penyakitnya ini kepada Aira.
''Ayah, kenapa Ayah harus berfikir seperti itu. Aira ini anak Ayah satu-satunya dan sudah sewajarnya Ayah mengatakan tentang semua beban kepada Aira, mau Aira senang atau tidak Ayah harus mengatakan semuanya kepada Aira. Aira mohon jangan menyembunyikan sesuatu apapun dari Aira seperti ini, hiks hiks,'' tangis Aira sambil memeluk sang Ayah.