Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 40


__ADS_3

Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini William pun tampak cemberut dengan wajah di tekuk karena dia merasa sangat kesal dengan kejadian tadi malam. Kini Aira yang melihat bagaimana ekspresi wajah William pun tersenyum bahagia karena dia bisa menyiksa William di malam pertamanya.


''Hahaha, Mas Mas. Kau tau bagaimana rasanya saat apa yang kau rencanakan ternyata tidak berjalan dengan lancar. Ini baru permulaan dan setelah ini aku akan pastikan bahwa rencana mu itu tidak akan pernah berjalan dengan lancar,'' gumam Aira yang saat ini sudah terlihat rapi.


Aira pun berjalan menuju kearah William, dia harus bersikap baik padanya dan berpura-pura tidak tau tentang rencana William.


''Mas, kamu mau sarapan apa?'' tanya Aira yang saat ini berada di depan William sambil tersenyum padanya.


''Aku biasanya hanya minum kopi saja dan tidak sarapan apapun,'' jawab William dengan mengatakan kebiasaan William yang selalu minum kopi di pagi hari.


''Tapi Mas, bukannya itu baik bagi kesehatan kamu jika kamu hanya minum kopi saja. Kau harus makan sedikit nasi ya, bagaimana pun juga kesehatan mu itu adalah hal yang terpenting.'' Aira pun berkata kepada William dengan suara lemah lembutnya bahkan dia menaruh perhatian lebih kepada William.

__ADS_1


Kini Aira memiliki sebuah rencana bahwa dia akan membuat hati William luluh padanya, Aira akan membuat William jatuh cinta padanya dan setelah itu dia akan membuat William melawan keluarganya sendiri.


William pun menatap kearah Aira dengan tatapan tidak biasa, dia tidak menyangka bahwa Aira akan seperhatian ini padanya. Secara perlahan hati William mulai tergerak akan sikap lemah lembut Aira.


''Ternyata Aira begitu sangat perhatian padaku, dia benar-benar mengganggap aku sebagai suaminya. Dia benar-benar sangat berbakti padaku bahkan kata-katanya pun terdengar sangat lembut dan enak di dengar,'' gumam William di dalam hatinya sambil menatap kearah Aira.


''Baiklah, kalau begitu ayo kita sarapan bersama.'' William pun mengajak Aira untuk sarapan bersama dan berjalan menuju ke restauran yang berada di hotel tersebut.


''Callista?'' gumam William di dalam hatinya dengan perasaan terkejut.


William pun langsung berdiri dan mengatakan kepada Aira bahwa dia ada telefon penting dari seseorang.

__ADS_1


''Sayang, kamu tunggu di sini dulu ya. Ada telepon dari kantor, aku akan mengangkatnya dulu,'' ucap William kepada Aira dengan mengatakan bahwa ada telepon dari kantor.


''Baiklah Mas, aku akan menunggu kamu di sini,'' jawab Aira sambil tersenyum kearah William.


Kini William pun berjalan menuju ke taman yang terlihat sangat sepi.


''Hallo, Callista. Ada apa kamu menelfon aku?'' William tampak begitu sangat kesal karena Callista malah menelepon dirinya di saat dia tengah bersama dengan Aira.


''Honey, kenapa kamu harus marah seperti itu? Aku menelepon kamu karena aku merasa tidak tenang. Aku selalu terbayang tentang diri mu yang bersama dengan wanita itu apalagi tadi malam kalian berdua melakukan malam pertama. Sungguh hati ku di sini sangat tidak tenang dan terus terpikirkan padamu, hiks hiks.'' Callista pun menangis dengan mengatakan tentang apa yang dia rasakan saat ini.


'' Callista, seharusnya kau mengerti aku dong. Aku melakukan semua ini juga demi kita berdua, jadi jangan pernah berpikir yang macam-macam. Sudah ya, sekarang aku sedang bersama dengan Aira, bagaimana jika nanti dia malah curiga. Aku matikan dulu teleponnya, Dada Honey.'' William pun langsung mengakhiri panggilannya dan kembali bersama dengan Aira.

__ADS_1


Callista adalah istri William yang saat ini tengah berada di Amerika. William dan juga Callista menikah sudah hampir 3 tahun tapi dokter mengvonis bahwa Callista tidak akan memiliki seorang anak karena keadaan Callista yang lemah maka dari itu William dan juga semua keluarga William sepakat untuk mencari rahim wanita lain untuk menggandung anak William.


__ADS_2