Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 79


__ADS_3

Hari pun kembali berganti, saat ini Aira membuka ke dua matanya dan dia menatap kearah luar jendela yang masih tertutup oleh gorden kamarnya. Aira melihat kearah handphone nya dan melihat jam di handphonenya.


''Ternyata masih subuh,'' ucap Aira lalu menaruh kembali handphone nya.


Saat ini Aira pun merasa bahwa ada seseorang yang tengah memeluk dirinya, Aira menatap kearah tangan tersebut.


''Ini siapa?'' gumam Aira dengan raut wajah terkejutnya dan saat itu juga dia ingat bahwa tadi malam William datang ke kamarnya dan meminta untuk tidur bersama dengan dirinya.


Aira sama sekali tidak keberatan saat William meminta untuk tidur bersama dengan dirinya dan saat ini Aira pun menjauhkan tangan William karena dia ingin pergi ke kamar mandi tapi belum sempat Aira berdiri, William kembali menarik tangannya dan akhirnya Aira pun terjatuh di pelukan William.


''Jangan pergi, aku tidak ingin kamu pergi, Aira. Aku mau kau berada di sisi ku, jangan pernah tinggalkan aku,'' gumam William sambil memejamkan matanya dan terus bergumam untuk tidak membiarkan Aira pergi darinya.


'' Mas William, bangun! Ini sudah subuh, aku juga mau ke kamar mandi,'' jawab Aira sambil berusaha untuk membuat William sadar dari tidurnya.

__ADS_1


''Biarkan aku tidur sebentar lagi, aku benar-benar masih merasa sangat mengantuk,'' gumam William dan semakin mempererat pelukannya.


''Akkh! Mas William, lepaskan dulu pelukan mu ini. Aku benar-benar tidak bisa bernafas,'' kata Aira dan saat itu juga William langsung membalikkan tubuh Aira dan kini posisi Aira berada di bawah William.


''Mas, lepaskan aku. Cepat bangun!'' kata Aira sambil mendorong tubuh William agar menjauh darinya.


William hanya diam sambil menatap kearah Aira yang saat ini berada di bawahnya, lalu dengan cepat William mencium bibir Aira yang terasa menggoda baginya. Aira cukup terkejut saat merasakan bibir William yang menyentuh bibirnya.


Aira masih terdiam saking dia terkejutnya dengan sikap William yang tiba-tiba mencium dirinya. Setelah tersadar kembali, Aira langsung mendorong tubuh William agar menjauh darinya.


''Kamu ini apa-apaan sih, Mas? Aku baru bangun tidur dan aku juga belum menggosok gigi ku dan berkumur tapi kau tiba-tiba mencium ku, kamu tidak jijik jika bau mulutku bau,'' kata Aira dengan wajah malunya saat William mencium bibirnya.


Melihat bagaimana wajah Aira yang tersipu malu membuat William sangat bahagia karena akhirnya Aira mau menerima dirinya dan mengkhawatirkan tentang dirinya.

__ADS_1


''Aku tidak peduli, Sayang. Mau kamu baru tidur atau tidak, aku juga tidak peduli mau kau bau atau tidak karena bagiku kau. Semua yang ada apa dirimu aku sangat menyukainya, Aira aku menyukai semua yang kau miliki,'' jawab William sambil mendekati Aira yang saat ini tersipu malu.


''Aira, aku ingin mengakui sesuatu padamu. Aku mencintai kamu, I Love you, Aira,'' bisik William di telinga Aira dan Aira langsung menatap kearah William yang saat ini tengah mengungkapkan perasaannya padanya.


Aira langsung berdiri dan berusaha untuk menjauh dari William.


''Kau pasti berbohong lagi padaku, kau mengatakan semua itu agar aku mau melahirkan anak untuk mu? Jangan harap Mas, aku sama sekali tidak akan melahirkan anak untuk keluarga mu!'' kata Aira lalu dia pun berjalan keluar dengan wajah marahnya.


Tapi William dengan cepat menahan tangan Aira dan memeluknya dengan erat.


''Aira, aku tau kau mungkin tidak akan mempercayai apa yang aku katakan saat ini karena dulu aku pernah menyakiti kamu tapi aku mohon berikan aku satu kesempatan untuk membuktikan padamu bahwa aku benar-benar mencintai kamu. Aku ingin kau menjadi istri ku yang sesungguhnya dan kita akan memiliki keluarga seperti yang lainnya, aku mohon Aira percaya padaku,'' kata William dengan memohon kepada Aira.


''Lalu bagaimana dengan Callista? Bukankah kau wanita yang pertama kau nikahi adalah dia?'' tanya Aira dengan menatap tajam kearah depan.

__ADS_1


__ADS_2