
Nick tampak terdiam dan terus melihat kearah William yang saat ini sudah pergi menaiki ojek. Nick tampak terus berfikir kenapa William bisa berada di perusahaannya dan hal yang paling membuat Nick merasa heran adalah William menaiki sebuah ojek.
''Tunggu dulu, aku tidak salah lihat tadi kan bahwa William naik ojek?'' ucap Nick dengan terus berfikir tentang William.
''Tidak, sepertinya ini ada yang tidak beres. Aku sangat yakin bahwa tadi orang yang aku lihat adalah William tapi masalah dia naik ojek dan berada di perusahaan ku itu menjadi sebuah pertanyaan. Sebaiknya aku harus masuk ke dalam dan memastikan semuanya tentang apa yang sebenarnya terjadi,'' kata Nick lalu dia pun masuk ke dalam perusahaannya.
Dan di dalam perusahaan Nick tampak melihat karyawannya yang sama sekali acuh tak acuh terhadap dirinya bahkan mereka sama sekali tidak menghormati kedatangannya meskipun sebenarnya Nick tau bahwa dia memang tidak pernah datang ke perusahaannya dan ini baru pertama kalinya.
''Sial! Apakah seperti ini perilaku kalian terhadap bos kalian! Lihat saja bagaimana nanti aku akan memberikan pelajaran kepada kalian semua,'' gumam Nick di dalam hatinya dengan perasaan kesal.
__ADS_1
Saat ini Nick memanggil beberapa karyawannya karena sikap mereka yang tidak sopan yang sama sekali tidak menyambut kedatangan dirinya.
''Apakah seperti ini sikap kalian pada atasan kalian, hah? Kalian bahkan tidak melihat ku dan menganggap aku seperti orang asing yang berada di perusahaan ini. Kalian benar-benar membuat saya sangat kecewa!'' ucap Nick dengan memarahi karyawannya.
Saat ini lelaki yang tadi menemani William pun tampak terdiam sambil menundukkan kepalanya, ternyata apa yang dikatakan oleh William benar adanya bahwa dia bukan Bos di perusahaan ini tapi karena kebodohannya dia malah menyambut dan memberikan pelayanan terbaik kepada William dan saat ini dia harus menanggung kemarahan dari Nick.
''Jika sikap kalian seperti ini maka jangan salahkan saya jika saya memecat kalian semua dari perusahaan ini!'' ucap Nick dengan mengancam karyawannya bahwa dia akan memecat mereka semua.
''Tidak Tuan, maafkan atas kesalahan kami semua yang sama sekali tidak menyadari kedatangan Tuan,'' jawab si lelaki tersebut yang saat ini tengah memohon kepada Nick agar tidak memecat dirinya dan juga temannya.
__ADS_1
Mendengar permohonan dari si lelaki itu, Nick langsung menghampirinya dan menatap tajam kearahnya.
''Siapa nama mu?'' tanya Nick dengan nada suara tegas.
''N..nama saya Dani, Tuan,'' jawab si lelaki tersebut yang tak lain bernama Dani.
''Dani? Kau di sini bertugas sebagai Manajer lalu kenapa kau tidak mengenali pemilik dari perusahaan ini. Apa yang kau lakukan di perusahaan ini sampai-sampai kau tidak mengenali saya?'' tanya Nick dengan tatapan tajam sehingga membuat Dani tampak terlihat ketakutan.
''Tu.. Tuan maafkan saya. Saya benar-benar telah bersalah karena tidak menyadari kedatangan Tuan tapi percayalah bahwa saya melakukan tugas saya dengan baik. Tolong jangan pecat kami semua Tuan karena bagaimanapun juga kami belum pernah melihat wajah Tuan jadi tolong maklumi karena kami semua tidak mengenali Tuan tapi setelah ini kami semua berjanji bahwa kami semua akan mengenali Tuan bahkan kami semua juga akan memberikan hal yang terbaik bagi perusahaan Tuan,'' jawab Dani dengan berusaha membujuk Nick agar dia tidak marah dan tidak jadi memecat dirinya.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Dani, Nick menjadi terdiam lalu dia tanpa sengaja melihat jam tangan yang di pakai oleh Dani. Nick mengernyitkan dahinya saat melihat bagaimana bisa karyawan nya memakai jam tangan mahal itu.
''Kau dapat dari mana jam tangan mahal ini? Kau mengambil uang perusahaan hah?'' tuduh Nick dengan menarik tangan Dani sambil menatap tajam kearah Dani.