Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 44


__ADS_3

Saat ini William membawa keluarganya di Mansion mewah yang telah di siapkan oleh William untuk keluarganya. Kini Callista pun selalu berada di samping William sambil menggandeng tangannya.


''Mom, Dad. Kalian akan tinggal di sini dan juga Callista akan tinggal bersama dengan kalian,'' ucap William tampak tersenyum lebar kearah mereka berdua.


''Kau benar-benar hebat, William. Kau bisa membangun Mansion semewah ini dengan waktu yang singkat. Daddy benar-benar sangat bangga padamu, kau bisa mencapai semuanya dengan begitu cepat,'' jawab sang Daddy sambil melihat kemewahan Mansion yang di bangun oleh William untuk keluarganya.


Dulu William memang datang bersama dengan Daddy nya tapi selang beberapa bulan Daddy nya pun kembali ke negaranya dan mengurus perusahaannya di sana tapi kini karena dia memiliki beberapa proyek besar akhirnya Daddy William pun memutuskan untuk berada di negara ini cukup lama karena proyek besar ini tidak akan selesai dalam waktu singkat.

__ADS_1


''Terima kasih banyak, Dad. Semua ini juga karena dukungan kalian semua,'' jawab William dengan tersenyum bahagia karena mendengar pujian dari Daddy nya.


Setelah William menunjukkan kamar mereka masing-masing dan menyuruh mereka untuk beristirahat.


''Lalu dimana kamar kita berdua, Honey?'' tanya Callista dengan suara manjanya sambil membelai wajah William dengan mesra.


''Kamar kita tentu saja berada di atas, Honey. Ayo kita masuk ke dalam kamar kita berdua,'' kata William dengan mengajak Callista untuk melihat kamar mereka berdua.

__ADS_1


''Honey, kau benar-benar membuat kamar seperti apa yang aku impikan selama ini?'' Callista tampak sangat terkejut dan dia benar-benar tidak menyangka bahwa William akan mengabulkan keinginannya.


''Tentu saja, Honey. Apapun yang kamu mau pasti akan kabulkan karena kau seperti seorang malaikat bagi ku, kau sudah pernah menyelamatkan hidup ku dan aku benar-benar sangat berhutang nyawa padamu, Honey. Aku benar-benar tidak tau bagaimana waktu itu jika kau tidak datang menyelamatkan aku mungkin saat ini aku sudah terbaring di tanah.'' William tampak memeluk Callista yang saat ini sangat bahagia dengan apa yang dilakukan oleh William padanya.


''Honey, bagaimana pun juga waktu itu aku benar-benar tidak sengaja menemukan mu dan karena hati nurani, aku menolong kamu jadi kamu tidak perlu lagi mengungkit masa lalu itu, aku juga sudah melupakan kejadian itu,'' kata Callista dengan tersenyum lebar kepada William.


''Tapi bagaimana pun juga kau telah menyelamatkan nyawa aku, Honey dan aku juga sudah berjanji pada diriku sendiri jika aku menemukan wanita yang telah menyelamatkan aku maka akan aku berikan kebahagiaan dan aku juga akan menikahi dia dan ternyata wanita itu adalah kamu. Terima kasih banyak, Honey.'' William mencium kening Callista dengan begitu mesra.

__ADS_1


''Sama-sama, Honey. Sudahlah, kita jangan membahas masalah itu lagi. Bagaimana kalau kita melepaskan rindu di antara kita berdua, kau tau Honey selama beberapa bulan berpisah dengan mu membuat aku sangat merindukan kamu. Bagaimana kalau kita bercinta sampai kita puas, kau tau bahwa sudah lama kita tidak melakukan hal seperti itu.'' Callista tampak menggoda William yang saat ini tengah menatap kearah Callista.


Entah mengapa meskipun Callista sudah menjadi istri dari William tapi William sama sekali tidak memiliki gairah kepada Callista bahkan terkadang William akan berpura-pura sibuk agar dia bisa menghindari percintaan ini dengan Callista. Seperti saat ini, William sama sekali tidak merasakan gairah apapun meskipun Callista tampil menggoda lain halnya dengan Aira yang selalu membuat William bergairah.


__ADS_2