
Aira benar-benar sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh William padanya, dan saat itu juga Aira pun berniat untuk pergi meninggalkan William karena saat ini dia tidak bisa menahan amarah di dalam hatinya.
''Kau mau pergi kemana, Aira?'' tanya William dengan menahan Aira agar tidak pergi.
''Aku ingin pergi dari sini karena aku benar-benar tidak mau menjadi budak kalian!'' jawab Aira dengan tegas lalu menghempaskan tangan William yang menahan dirinya.
''Tidak! Kau tidak akan pergi kemana pun Aira, kau akan tetap berada di sini karena aku sama sekali tidak akan melepaskan kamu. Lagian kamu juga jangan sok suci, aku tau bagaimana masa lalu kamu yang bahkan suami kamu pun tidak mau menyentuh kamu dan lebih memilih wanita penghibur dari pada kamu.'' William tampak mengatakan tentang apa yang dia ketahui selama ini tentang Aira.
Aira langsung menatap kearah William dengan tatapan terkejut, dia tidak menyangka bahwa William akan mengatakan hal seperti itu padanya dan juga mempercayai omongan orang lain tentang Aira tapi kini Aira sudah siap menerima semua hinaan dari siapapun termasuk William.
''Oh ya, jadi kamu sudah tau bahwa dulu aku pernah melakukan dengan lelaki lain dan bahkan mantan suami ku dulu pun tidak mau menyentuh ku. Lalu kenapa kamu malah menginginkan seorang anak dari wanita kotor seperti ku, Hah?'' Aira tampak menatap tajam kearah William saat dia mengatakan bahwa dia sudah mengetahui rahasia tentang kehidupan masa lalunya.
''Kau hanya perlu melahirkan seorang anak jadi apa pentingnya bagi aku kau masih perawan atau tidak karena yang terpenting bagiku. Kau bisa memberikan keturunan bagi keluarga Ribery dan setelah itu kau juga akan dibuang, Aira!'' bentak William dengan nada sinisnya terhadap Aira.
__ADS_1
Saat ini William benar-benar marah kepada Aira yang sudah berani melawan Mommy nya jadi dia tidak sadar bahwa dengan apa yang dia katakan menyakiti hati Aira. Setelah mengatakan semua itu, William langsung menarik tangan Aira.
''Kau mau membawa aku kemana? Cepat lepaskan aku!'' teriak Aira dengan berusaha melepaskan dari cengkraman tangan William.
Tapi William sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aira, dia terus saja menarik tangan Aira dan membawanya ke dalam kamar.
''Kau akan berada di sini dengan merenungkan kesalahan mu dam aku sama sekali tidak akan membiarkan kamu keluar dari kamar ini sebelum kamu menyadari kesalahan mu,'' ucap William dengan berniat untuk mengurung Aira di dalam kamarnya.
''Tidak! Aku ini sama sekali tidak mau berada di rumah ini, aku ingin pulang. Cepat lepaskan aku, dasar lelaki berengsek!'' bentak Aira dengan menghina William.
''William! Kau lelaki berengsek!'' teriak Aira terus mengumpati William dan kini William pun pergi dari sana untuk beristirahat di kamar tamu.
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini William berniat untuk menemui Aira dan kini dia membuka pintu kamarnya lalu melihat Aira yang sudah berpenampilan cantik dan juga rapi.
__ADS_1
''Kau mau pergi kemana?'' tanya William dengan wajah bingungnya saat melihat Aira yang sudah rapi.
''Tentu saja menemui Mommy mu, bukankah kau ingin aku bertemu dengan Mommy mu dan meminta maaf padanya,'' jawab Aira dengan nada santainya.
William terdiam saat dia mendengar apa yang dikatakan oleh Aira.
''Kau sudah menyadari kesalahan mu?''
''Iya tentu saja dan sekarang aku ingin pergi untuk menemui Mommy mu.''
''Baiklah kalau begitu, kau tunggu aku sebentar. Aku ingin bersiap dulu,'' ucap William dengan perasaan bahagia dia pun langsung berlari untuk bersiap.
Aira menatap kepergian William dengan tatapan sinis, dia tidak menyangka bahwa akan semudah ini untuk menipu William.
__ADS_1
''Kau pikir, aku akan melakukan apa yang kau inginkan dengan meminta maaf kepada Mommy mu itu? Tidak, semua itu tidak akan pernah terjadi, kita lihat kejutan apa yang akan aku berikan padamu dan juga keluarga mu, William,'' gumam Aira dengan tersenyum sinis.